Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 57


__ADS_3

"Makasi ya mas,udah kasih mereka hadiah." Ucap Rani sambil tersenyum.


"Sama-sama Ran,aku juga berterimakasih sama kamu udah izinin aku bertemu dengan mereka,walaupun mereka bukan darah daging ku,tetap mereka tanggung jawab ku juga" Saut Fatih sambil menatap ke arah Aisyah dan Asiah yang sedang bermain dengan riangnya di halaman rumah Dewi.


"Kamu sangat baik mas,aku harap kamu mendapatkan jodoh yang baik juga,bukan wanita seperti ku." Batin Rani bergumam.


Tiba-tiba suara Dewi mengejutkan Rani dalam lamunannya. "Ran..udah pulang, tumben?" Tanya Dewi saat dia keluar dari dalam,melihat Rani sedang berbincang di teras rumahnya bersama Fatih.


Rani pun menoleh ke belakang. "Ya mba,aku..." Sebelum meneruskan bicaranya,sekilas Rani melirik ke arah Fatih yang terus memperhatikan Wajahnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Fatih di sebelahnya.


"A..aku..Gak apa-apa mas,aku pengen istirahat aj,jadi pulang cepet." Kata Rani berbohong.


"Kamu sakit?" Saut Fatih kahawatir.


"Gak mas,agak kecapean aja." "kalau aku bilang mau main ke mall,mba Dewi pati nyuruh mas Fatih nganterin aku,aku gak enak kalau terus menolaknya." Batin Rani.


"Kenapa gak ajak si kembar jalan-jalan,mumpung kamu udah di rumah?" Kata Dewi.


"Mmm..nnti aja mba,anak-anak juga gak minta jalan-jalan."


Tiba-tiba Aisyah dan Asiah memeluk Rani dari belakang. "Umi ayo pulang." Ucapnya sambil menarik tangan Rani mengajaknya pulang ke rumah.


"Ya sebentar sayang." Saut Rani pada kedua putrinya kembarnya.


"Punya apa sih.di rumah? Sampe narik-narik tangan umi kalian? ibu boleh tau dong." Dewi bertanya sambil mencubit gemas pipi mereka.


"Umi kan udah janji mau ajak kami main ke mall." Kata Aisyah yang langsung mendapat anggukan dari adiknya Asiah. "Ya.umi mau ajak kita jalan-jalan ibu." Saut Asiah sangat antusias.


"Ooh.. Bagus dong,kebetulan ada om Fatih ya bisa antar kalian." Kata Dewi pada si kembar sambil melirik Rani dan Fatih bergantian.


"Benar umi. Kita bisa naik mobil om Fatih yang bagus itu." Dengan polosnya mereka mengatakan itu di depan Fatih.


"Suutt..." Rani meletakan telunjuknya di bibirnya. "Gak bisa nak,om Fatih kan harus kerja."


"Gak apa-apa ko Ran,aku masih punya waktu beberapa jam sebelum terbang lagi ke jakarta,kalau kamu mau aku antar."


"Gak bisa mas,kita kan gak mungkin jalan berdua."


"Gak berdua Ran,kalian kan sama si kembar." Timpa Dewi.


"Gak bisa dong mba,aku kan..."


Belum selesai bicara tiba-tiba Nizma muncul di antara mereka." Bisa mba,kan ada aku." Saut Nizma sambil tersenyum,ia menautkan tangannya di lengan sang ibu.


"Nah..ya benar,Nizma ikut kalian" Kata Dewi sambil tersenyum.


"Tapi mba?"


"Ayo lah,kan gak tiap hari juga Ran,kasian loh si kembar pengen main. Mau ya?"


"Bagaimana ini? Aku gak mungkin mengecewakan kedua putri ku,tapi jalan bersama mas Fatih,aku betul-betul merasa tidak nyaman." Batin Rani sambil menatap wajah polos mereka lalu menatap Fatih.


"Mungkin Rani cuma mau jalan bertiga aja mba sama si kembar,aku gak masalah ko."


"Sayang banget ya,padahal si kembar udah seneng banget mau naik mobil sama om Fatih." kata Nizma meledek.


Fatih tersenyum. "Ya udah,aku pamit ya mba."

__ADS_1


"Loh.mau ke mana?"


"Mau kembali ke hotel,nanti malam aku harus ke jakarta lagi."


"Oh..ya udah deh."


"Ran,aku pulang dulu ya,mudah-mudahan nanti aku punya kesempatan bertemu lagi dengan kalian lagi."


"Ya mas." Jawab Rani singkat.


"Om pulang dulu ya cantik.kalau ada kesempatan,nanti kita bertemu lagi ok" Ucapnya sambil mngusap puncak rambut Aisyah dan Asiah.


"Yah..umi,om Fatih mau pulang,bukannya kita mau jalan-jalan sama om Fatih?" Asiah merengek sambil menarik baju Rani.


"Nanti ya sayang,kita jalan sama kak Nizma aja."


"Gak mau umi,Aisyah mau naik mobil om Fatih."


"Ya umi,Asiah juga mau niak mobil om Fatih."


"Ok..ok.. kita naik mobil om Fatih." Rani mengalah karna rengekan kedua putrinya yang hampir menangis.


"Yee....kita jalan-jalan." Ucap mereka sambil lompat-lompat kegirangan.


Akhirnya mereka berempat pun jalan-jalan ke mall bersama Fatih.



"Tuan..bagaimana dengan investor kita dari indonesia?" Tanya sekertaris micel pada atasannya yang selalu menolah proyek yang akan mereka bangun di Indonesia.




"Tapi tuan,kalau anda tidak mengikuti keinginan mereka,mereka akan menarik kembali uang yang sudah mereka inveskan."



"Aku tidak perduli,kembalikan uang itu." Tegas pria itu sambil duduk di kursi kebesarannya.



"Tidak bisa." Tiba-tiba seseorang muncul di antara perdebatan mereka. "kamu tidak bisa mencampuradukan masalah pribadi dengan masalah perusahaan." Tegas pria tersebut.



"Pah,jangan mencampuri urusan perusahan ku."



"Perusahaan mu? bagaimana bisa ini perusahaan mu?"



"Pah,kalau papah terus ikut campur,lebih baik aku megundurkan diri sebagai CEO."



"Zahfran.." Teriak pak Herlambang sambil berdiri menatap Zahfran dengan sorot mata tajam.

__ADS_1



Ya..mereka adalah Pak Herlambang dan dan putranya Zahfran.



"Kenapa? papah akan mengancam ku? cukup ya pah,aku sudah salah mengikuti semua keinginan papah,seandainya dulu aku tidak mengikuti permintaan papah,pasti aku sudah bahagia bersama istri ku Azky."



"***Istrinya Azky? bukannya istri tuan Zahfran itu nyonya Shafiah***?" Batin Sekertatis Micel bergumam menatap heran dengan perdebatan yang ada di hadapannya.



Tak ingin masa lalu Zahfran di ketahui orang lain,pak Herlambang meminta sekertarisnya untuk ke luar meninggalkan mereka berdua di dalam. "Keluar kalian semua."



"Jangan ada yang keluar dari ruangan ini." Tegas Zahfran.



"Zahfran." pak Herlambang kembali berteriak.



"Kenapa? papah takut? papah takut masa laluku di ketahui mereka?"



"Hentikan Zahfran"



"Aku tidak akan berhenti pah. aku akan terus berbicara."



Tak ingin melanjutkan perdebatannya dengan Zahfran,Akhirnya pak Herlambang memilih meninggalkan putranya lalu keluar dari rungan.



"Aahhhkkkkk.....teriak Zahfran sambil menyapu habis semua berkas yang ada di atas meja dengan kedua tangannya.



"Shafiah...Azky"



Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍


Dan komentar sebanyak-.banyaknya.


Author selalu menerima masukan dari para Reader.


Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.


Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.

__ADS_1


Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏,


__ADS_2