
Maaf ya baru UP lagi, kemarin ad banyak gangguan sampai gak bisa UP. Sekarang insyaallah diusahakan akan kembali UP setiap hari.
HAPPY REDING...
Rani:
Entah kenapa, dengan sikap diamnya Panji, justru malah membuat Rani tidak tenang. Sepanjang perjalanan pulang, dia terus memikirkan hal itu. Didalam benaknya ia terus bertanya. Kenapa?
Panji:
Perasaannya saat ini sedang hancur, selama ini dia berfikir kalau Rani tidak akan mencintai Gilang, dan ternyata dugaannya salah. Panji tersenyum ketir saat mengingat rona bahagia yang terpancar, saat Rani berada di sisi Gilang. Sangat berbeda.
Pasrah. Tidak ada yang bisa ia lakukan, dia bahkan tidak bisa lagi melarang Rani dekat-dekat dengan Gilang. Karna saat ini saja, Rani memilih pulang bersama Gilang, bukan dengan dirinya.
Gilang:
Dialah satu-satunya orang yang sedang bahagia karna sudah mendapatkan lampu hijau dari Rani. Dia bahkan tidak menyangka kalau Rani ternyata lebih memilih pulang bersama dengan dirinya saat Panji bertanya.
"Makasi ya, Ran. Lo udah kasih gue kesempatan."
Tiba-tiba suara Gilang memecah keheningan diantara mereka. Rani pun menoleh ke arahnya, lalu tersenyum.
__ADS_1
Melihat senyum Rani, membuat gilang semakin yakin kalau dalam waktu 30 hari, dia akan berhasil membuat Rani jatuh cinta kepada dirinya.
Mobil Gilang terus melaju dengan kecepatan sedang, membelah kota Jakarta, menuju tempat yang sama, yaitu rumah mereka yang memang berada di komplek yang sama.
Tidak membutuhkan waktu yang lama. Hanya 20 menit, akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Rani terlihat turun dari mobil Gilang, setelah Gilang membukakan pintu.
Panji yang mobilnya berada di belakang mobil Gilang, cuma bisa pasrah melihat kegiatan mereka dari kejauhan, tanpa bisa berbuat apa-apa selain diam.
Terlihat Rani tersenyum ke arah Gilang, bahkan ia melihat Gilang mencium punggung tangan Rani sebelum Gilang kembali masuk ke dalam mobilnya.
Setelah mobil Gilang melaju masuk ke dalam gerbang rumahnya, barulah mobil Panji bisa masuk ke dalam, setelah pintu gerbang dibuka langsung oleh Rani.
Rani berada di ujung, menunggu mobilnya masuk ke dalam, setelahnya ia menutup kembali gerbang itu lalu berjalan menghampiri Panji yang baru saja keluar dari mobil.
"Kenapa, Non?"
"Aa marah?" tanya Rani dengan polosnya.
Bukannya menjawab, Panji malah balik bertanya.
"Marah kenapa?"
__ADS_1
"Aku pulang sama kak Gilang."
Panji tersenyum, berusaha menutupi kenyataan kalau sebenarnya ia cemburu, karna dengan menunjukannya pun akan percuma.
"Ya nggak lah,Non. saya gak punya hak buat marah. Non bebas ko mau pulang sama siapa aja, yang penting Non tidak melarang saya berada di belakang, karna saya juga memiliki tugas dari tuan Fatih untuk menjaga keselamatan Non Isya sama Non Rani," tutur Panji berusaha profesional.
Rani diam tidak bisa berkata-kata apa lagi selain mengangguk paham. Setelahnya ia pun masuk ke dalam rumah meninggalkan panji.
"Menjaga kamu dari kejauhan cukup buat aku, Ran. Asal kamu bahagia, aku juga bahagia.
Waktu berganti malam, saat Rani sedang menemani sang kakak di taman, ia tiba-tiba mendapat pesan dari Gilang.
Gilang : "Liat ke lantai dua rumah gue!"
"Lantai dua?" keningnya mengerut. Ia berdiri dari duduknya lalu memanjangkan lehernya untuk bisa melihat ada apa di lantai dua rumah Gilang.
"Ya ampun. Kak!"
"Kenapa, Ran?" tanya Aisyah.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak like komen biar semangat UP lagi 🥰