Dia Maduku

Dia Maduku
Kisya Abiyu Part 2


__ADS_3

5 Tahun sudah mereka menjalani Rumahtangga,hingga di karuniai seorang putri cantik bernama Kayla putri abisya,yang saat ini sudah berusia hampir 4 tahun.


( Makasi buat kak Christella dentata atas sumbangan ide namanya,aku ambil nama belakngnya ya kak.🤗🙏 ).


Pernikahan yang manis,Kisya masih betah berada di rumah mengurus putrinya dengan sangat telaten,bahkan mengurus rumah sendiri tanpa bantuan ART.


Mereka saling bekerjasama,tak jarang Abiyu membantu pekerjaan rumah,saat Kisya sedang kerepotan,atau sedang menyusui,misalnya menyapu,mengepel,masak,bahkan cuci piring tak segan Abiyu lakukan demi anak dan istri tercinta.


Namun sayang,keharmonisan itu mulai pudar saat Kisya mendapat pengaruh buruk dari teman-temannya,yang mulai mengejek dia dengan ibu-ibu rumahtangga sejati. "ha..ha..Kisya...kisya.. Lo itu dulu idaman cowok-cowok di sekolah,sekarang dasteran." Ujar Nindi selaku teman sekolahnya dulu,ia sering berkunjung kalau Abiyu sedang tidak ada di rumah.


Kenapa?


Karna Abiyu tidak suka dengan teman Kisya yang sati ini,mungkin dia bisa menilai,kalau Nindi bukan lah teman yang baik untuk istrinya.


"Kisya,anak lo udah lepas ASI juga kan? Ayo dong lanjut sekolah." Kata Nindy,sambil menikmati cemilan yang di sediakan. Saat ini mereka sedang duduk santai di depan TV,sambil mengajak main putrinya


"Udah lah,udah lama."


"Kenapa lo gak lanjut kuliah?"


"Anak gue sama siapa?"


"Lo kasih aja ke mertua,mertua lo kan kaya,pembantunya juga banyak."


Ha..ha.. "Ya gak mungkin lah,mau taro di mana muka gue,nitipin anak ke Bunda."


"Dia terlalu baik." Sambungnya lagi sambil menyisir rambut Barby yang di berikan oleh Kayla. "Ini..udah bunda rapihin rambutnya,cantik kan?"


"Makasi bunda." Jawab Kayla sangat senang,di kembali memainkan semua bonekanya.


"Kalau gak,cari babysiter."


"Nanti kalau anak gue di siksa gimana?"


"Lo mah kebanyakan takutnya,nanti,nanti,takut ini,takut itu." hhmm... Nindi menggelengkan kepalanya.


"Iya lah,gue gak bisa sembarangan ngasiin dia ke pengasuh. Anak gue,gila lo."


Sejenak Nindi berfikir,berfikir memberikan pengasuh yang bisa di percaya. Tingg.. "Gue punya solusi."


"Solusi apa?" Kata Kisya sambil memiringkan posisi duduknya menghadap temannya.


"Kebetulan,belum lama ini,pembatu gue minta kerjaan buat anaknya,dia baru lulus sekolah."


"Baik?"


"Baik banget orangtuanya. Anaknya juga pasti baik dong." Kata Nindi coba meyakinkan.


Mmm... "Gue izin dulu suami deh."


"Secepatnya kabarin gue ya."


"Sip."


Selepas kepulangan Nindi,Kisya mencari waktu yang tepat untuk membicarakan niatnya untuk kembali meneruskan kuliahnya.


Kebetulan Kayla saat ini sudah tidur,dan Abiyu sedang fokus pada laptopnya,Kisya mendekat,berencana membicarakannya hari ini. "Aby.." Kisya,mendudukan dirinya di sebelah sang suami.


"Kenapa?" Jawabnya tanpa menoleh.


Mmm.. "Aku..boleh..kuliah lagi?"


"Boleh,kalau kamu bisa hendel semua."


"Ya..aku gak bisa kalau hendel semua."


"Terus?"


"Jasa babysiter."

__ADS_1


Abiyu menghentikan sejenak aktifitasnya,menoleh ke arah Kisya. "Kamu yakin mau pake jasa orang buat ngurus anak kita?"


"Kayaknya sih yakin.."


"Ko kayaknya?"


"Aku bosen ada di rumah." Tiba-tiba saja kata itu keluar dari mulut sang istri.


"Apa? Bosen?" Abiyu cukup kaget dengan sikap sang istri yang tiba-tiba berubah,dan cara bicaranya di luar dugaan. "Aku baru kali ini loh denger kamu bilang bosen ngurus anak."


"Bukan gitu Biy,dulu kamu bilang gak keberatan kan kalau aku lanjut kuliah?"


Abiyu mengangguk,menatap wajah sang istri dengan mengernyitkan dahinya terheran.


"Nah..sekarang aku mau kuliah Aby."


"Boleh.. Tapi jangan bilang bosen juga dong,seoalh kamu bosen ngurusin anak." Kata Abiyu coba mengingatkan.


"Iya maaf.."


Abiyu kembali melanjutkan aktifitasnya.


"Terus gimana? Boleh gak aku kuliah lagi?"


"Hhmm..." Ucapnya tanpa berkata.


"Jagan hheemm.. Boleh gak?"


"Iya boleh."


"Beneran?" Kata Kisya antusias.


"Iya,tapi inget,jangan lupakan kewajiban kamu sebagai istri dan sebagai ibu buat anak kita."


"Siap Suami ku sayang..." Kisya memeluk suminya dari samping,lalu mencium pipinya beberapa kali.


Satu minggu berlalu,Kisya sudah menyiapkan semua dengan sangat matang,dan 3 hari ke depan,dia mulai masuk kuliah tepat di hari senin.


"Udah OTW ko kata pembantu gue." Jawab Nindi.


"Lo gak salah ngasih alamat kan?"


"Nggak,udah,lo tunggu aja."


"Ok deh." Sambungan telfon pun terputus,meletakan ponselnya di atas meja,kembali ia bermain dengan Kayla.


Selang satu jam,saat Kisya sedang menidurkan putrinya di kamar,terdengar Bel di depan Unitnya berbunyi beberapa kali,hingga akhirnya berhenti setelah Abiyu membukakan pintu.


Ia melihat gadis cantik berusia sekitar 17 tahun mendatangi kediamannya. "Siapa ya?" Tanya Abiyu yang belum tau kalau Babysiter yang akan mengasuh putrinya akan datang hari ini.


"Maaf pak,apa ini rumah bapak Abiyu dan ibu Kisya."


Abiyu mengangguk. "Iya."


"Saya Babysiter yang bu Kisya minta." Kata cewek itu dengan senyum manis di bibirnya.


"Oh..Babysiter. Maaf ya,istri saya belum bilang kalau kamu mau dateng hari ini."


Lagi-lagi ia membalasnya dengan senyum.


"Ya udah,ayo masuk." Abiyu mempersilahkan gadis itu duduk di ruang tamu,sementara dia menemui sang istri di kamar Kayla.


"Jglek.." Suara pintu terbuka membuat Kayla bangun lalu menangis.


"Aby..kenapa ke sini? jadi bangun kan?" Kesal.


"Maaf Key maaf."


"Ada apa?" Tanya Kisya sambil mengusap punggung putrinya,supaya kembali tidur.

__ADS_1


"Ada gadis itu di luar."


"Siapa?"


"Babysiter itu loh. Dia datang hari ini kan?"


"Oh iya,udah dateng?"


"Udah."


"Kamu temeni dulu deh Biy,Kayla belum pules tidurnya."


"Ya udah,kalau udah tidur,cepet keluar ya."


"Iya Aby.."


Karna Kisya sedang tidak bisa di ganggu,terpaksa Abiyu harus menginterview sendiri. "Maaf ya nunggu." Kata Abiyu sambil mendudukan diri di atas single sofa.


"Gak apa-apa pak."


"Pak..kayaknya dia masih muda banget,kenapa manggil pak."


"Ini ngobrol santai aja ya."


Gadis itu diam memperhaikan Abiyu sangat serius.


"Boleh tau usianya berapa?" Pertanyaan pertama mulai ia ajukan.


"17 tahun pak."


"17 tahun?" Mata Abiyu membulat sempurna saat gadis itu mengatakan kalau usianya masih 17 tahun. "Benar dugaan ku,masih muda,cuma selisih 5 tahun?"


"Iya." Mengangguk ragu. "Apa..keliatannya lebih tua dari itu?"


"Ah..nggak.., malah aku fikir kamu masih sekolah."


"Baru lulus sih.." Kata gadis itu.


"Iya yah."


Abiyu merasa bingung harus mengajukan pertanyaan apa lagi,sedang Kisya tak kunjung keluar dari kamar. "Hhmm.. apa lagi ya?" Bingung,ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Nama?" Kata gadis itu.


"Nama? nama saya?" Kata Abiyu.


Gadis itu tersenyum kecil. "Maksudnya,nama saya pak,bapak kan belum tau nama saya."


"Oh iya.. Siapa nama kamu?"


Gadis itu mengulurkan tangannya. "Saya Kirania,Kirania Rossalie. Boleh panggil Nia,Rosa,Atau... Kiran."


"Saya Abiyu.. Abiyu malique."


Mereka berjabat tangan sangat ramah.



Siap menerima ujian?



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Respon Reader adalah semangat Author 💋💋💋🙏


__ADS_2