Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 7


__ADS_3

"Yank,besok pulang jam berapa?" Tanya Abiyu sambil menemani Kisya menghabiskan makannya.


"Mmm... Kayaknya sih jam 1 udah pulang. Kenapa emang Biy?" Kembali Kisya menyendokan nasi ke dalam mulutnya.


"Kita jalan-jalan yuk."


"Ke mana?"


"Ke pantai mau?" Tawarnya.


"Boleh,udah lama juga kita gak jalan-jalan kan?"


"Iya mangkannya,besok kita makan siang di pantai. Seru kan?"


"Seru-seru Biy." Jawabnya sangat antusias. "Sekalian nginep lebih seru."


"Kamu mau nginep?"


"Kalau kamu mau."


"Mau dong,asal sama kamu sama putri kita." Ucapnya sambil mencium tangan sang istri penuh cinta.


Kisya tersenyum bahagia.


"Besok,selesai kuliah aku jemput ya."


"Ok suami ku."


Kembali Kisya menyantap makannya sampai habis,setelah selesai,Abiyu kembali ke bawah menyimpan piring kotor,lalu mencucinya.


Tak heran kalau dia melakukan hal itu,kalau ada yang bisa ia lakukan,pasti dia lakukan apapun untuk membantu pekerjaan istrinya.


Selesai mencuci Abiyu kembali ke kamarnya,ia melihat Kisya sudah tertidur pulas sambil meringkuk di bawah selimut.


Abiyu pun naik ke atas ranjang dan berbaring di samping sang istri lalu memeluknya dari belakang. "Aku sayang kamu Kis,aku gak bisa jauh-jauh dari kamu,tetaplah menjadi Kisya yang seperti dulu,selalu ada buat aku juga buat anak kita." Ia mencium puncak rambut sang istri dan lebih mengeratkan pelukannya.


Kisya menggeliat,ia memutar tubuhnya,membenamkan wajahnya pada dada suaminya "Tidur Abiy.."


"Iya sayang,kita tidur. Selamat malam."


Akhirnya merekapun tertidur pulas,sampai pagi.



"Inget ya,nanti aku jemput kamu di kampus,kamu kasih tau aja selesai kelas jam berapa." Kata Abiyu yang saat ini sedang melangsungkan sarapan bersama.



"Iya Biy,nanti aku kabarin."



Selesai sarapan,Abiyu lebih dulu berangkat kerja,satu jam kemudian,Kisya berangkat ke kampus. "Bunda berangkat ke kampus dulu ya sayang." Ia berpamitan pada putri tercintanya.



"Bunda ko sudah punya aku masih sekolah?" Tanya Kayla dengan polosnya.



Mereka berada di depan pintu keluar,Kisya berjongkok di depan putrinya,sedang Kiran berdiri di belakang Kayla sambil memutar-mutar rambut panjang Kayla yang sudah di kepang olehnya.



"Sudah besar pun,kita jangan berhenti mencari ilmu sayang,karna menuntut ilmu itu gak ada batasan usia,harus terus mencari." Saut Kisya mencoba memberi pengertian.



"Tapi..." Kayla mendongakan kepalanya ke atas,lalu kembali menatap bundanya. "Kak Kiran ko gak sekolah?"



Untuk kali ini,Kiran sendiri yang menjawab pertanyaan Kayla. "Karna kakak gak punya biaya sayang,seandainya punya,kakak juga pengen kuliah kayak bundanya Kayla."



"Kuliah pakai uang ya Bun?"



"Iya dong." Saut Kisya.



"Banyak?"



"Banyak banget."



Kayla kembali mendongakan kepalanya menatap wajah Kiran. "Untung kakak gak punya uang,kalau kakak punya uang,terus kuliah kayak Bunda,siapa yang mau jagain aku?"



Kisya terkejut dengan ucapan putrinya,ia tidak menyangka putrinya akan mengatakan hal seperti itu.



"Kay..Bunda berangkat ya."



"Iya Bunda." Saut Kayla sambil mencium kedua pipi sang Bunda Muach..muach.. "Bunda hati-hati ya.



"Iya sayang."



"Ran,titip Kayla la."



"Aku berangkat."


__ADS_1


"Kak tunggu." Kisya menghentikan langkahnya.



"Kenapa?"



"Aku gak usah masak?"



"Gak usah,nanti siang kan kita makan di luar." Saut Kisya.



"Oh..ya udah. Hati-hati kak."



Kisya pun berangkat menuju kampus menggunakan Taksi,masih di pertengahan jalan,Taksi yang ia tiba-tiba mogok. "Mogok pak?" Tanya Kisya.



"Iya neng."



"Habis bensin kali pak."



"Gak neng,bensin mah full."



"Terus..?"



"Ya gimana? neng kayaknya mesti cari taksi lain deh."



"Aduh pak..ini tempatnya sepi loh,susah nyari taksi di sini."



"Ya habis gimana lagi neng."



Kisya menyandar,menghela nafas dalam. "Terus saya mesti bayar juga?"



"Iya lah neng,ini kan argonya udah jalan."



"Iisshh.. bapak nyebelin. Udah mah gak di sampein ke kampus,turun di tempat sepi,suruh bayar lagi." Ucapnya mendengus kesal. "Nih.." Menyerahkan uang lima puluh ribu pada supir taksi.




"Neng jalan aja dikit ke depan,di sana agak mudah dapet taksi lagi."



"Taksi gimana? Uang ku gak cukup kalau naik Taksi dua kali."



"Ya udah deh." Kisya pun turun dari Taksi kesal,bingung campur aduk.



Ia berjalan sedikit menuju persimpangan berharap ada angkot menuju kampusnya. Belum sampai di persimpangan,tiba-tiba mobil sport berwarna hitam berhenti tepat di sampingnya. "Siapa?" Batin Kisya.



Dia membuka kaca mobilnya. "Kisya..!" Panggil pria itu tanpa turun.



Sedikit menunduk. "Kak Radit?"



"Ko jalan?"



"Iya kak,Taksinya mogok."



"Mau ke kampus?"



"Iya.."



"Ayo kakak anter."



"Gak usah kak,aku naik taksi aja." Kisya berusaha menolak secara halus.



Radit turun dari mobilnya,ia melihat sekeliking. "Di sini susah Taksi,nanti kamu telat."



"Gak apa-apa kak,di depan ada persimpangan di sana banyak angkot."

__ADS_1



Radit tau kalau Kisya berusaha menolak ajakannya karna tidak enak,mengingat masa lalu Radit yang pernah menyatakan cinta padanya. "Kis..aku gak punya niat apa-apa ko,aku cuma mau tolong kamu. Tulus. Mau ya?"



"***Ya ampun,aku gak enak kalau ikut kak Radit,tapi..kalau gak ikut,aku pasti terlambat. Sayang kan kalau harus ketinggalan satu mata kuliah***."



"Kisya.."



"I..iya kak."



"Ayo." Radit sudah membuka pintu samping kemudi.



"Tapi kak.."



"Gak enak duduk di sebelah ku? Mau duduk di belakang?" Tawarnya lagi.



"Gak usah kak,di depan aja."



"***Kalau aku duduk di belakang kan gak enak,emng dia supir ku***." Batin Kisya bergumam,akhirnya ia pun menerima tawaran Radit,lalu masuk ke dalam mobil.



"Kamu masih kuliah?" Tanya Radit memecah keheningan di antara mereka.



"Iya kak."



"Udah smester berapa?"



"Aku baru lanjut tahun ini." Ucapnya sedikit malu,karna teman-temannya sudah mau selesai kuliah.



"Oh.. Gak apa-apa,pendidikan gak mandang usia,sekalipun kamu udah jadi ibu-ibu,kamu masih bisa kuliah ko."



"Dan aku sekarang emang udah jadi ibu-ibu kak."



"Wow hebat. Udah punya anak berapa?"



"Baru satu."



"Pasti cewek?" Tebak Radit.



"Ko kakak tau?"



"Tau dong,apa yang aku gak tau tentang kamu."



Kisya tersenyum kecil. "Mau liat wajah anak ku?"



"Boleh."



Kisya membuka ponselnya,menunjukan wajah cantik putrinya pada Radit. "Ini putri ku,namanya Kayla."



Radit melihat foto Kayla dalam ponsel Kisya,dia melihat sangat teliti. "So Cuit. Cantik banget kayak kamu." Kata Radit memberikan pujian.



"Tapi dia lebih mirip Abiyu,hidungnya mancung kayak ayahnya."



Masih melihat foto yang lain,Kisya mengggeser ke atas,tiba-tiba ada panggilan masuk,yang tanpa sengaja ia langsung menggeser icone hijau ke atas. "Sayang.."



Sedih,gak ada yang mau ngasih Abiyu VOTE 😭😭.


Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2