Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 30


__ADS_3

"Maafkan aku Abiy.." Kisya terus terisak dalam pelukan suaminya, menyesali segala perbuatan, dan kelalaian yang sudah ia lakukan.


"Maafkan aku yang sudah mengabaikan mu Abiy, maafkan aku sudah egois." hikss..hikss..


Tangan Abiyu masih enggan membalas pelukan itu, dia terus menatap kosong ke depan. "Dua kali Kisya, dua kali kamu melakukan kesalahan yang sama? apa harus semudah itu aku percaya?"


Kisya melonggarkan pelukannya, namun tangan itu masih melingkar di pinggang Abiyu. "Apa sudah habis kesempatan buat aku, Abiy..?" Tukasnya masih terisak.


"Aku gak tau Kisya, aku gak tau apa perkataan kamu bisa aku percaya atau nggak. Aku takut kamu mengulanginya lagi. Itu menyakitkan."


"Nggak Abiy, aku benar-benar akan berubah, percayalah."


"Apapun akan aku lakuin untuk mendapatkan kepercayaan mu."


"Kamu gak izinin aku ke pakistan? akan aku turuti."


"Kamu melarang aku berteman dengan Nindy? akan aku lakukan."


"Sekalipun kamu meminta aku berhenti kuliah, aku akan berhenti. Aku benar-benar mau berubah." Tak henti-hentinya Kisya terus mengutarakan keseriusannya kepada suaminya.


"Kamu mau kan maafin ku?"


Abiyu terus menatap wajah Kisya. Menatap kedua bola mata yang terus menjatuhkan bulir air mata ketulusan. "Untuk yang kesekian kalinya aku memberikan kamu kesempatan Kisya. Jangan pernah terulang lagi."


Sangat cepet Kisya menggelengkan keplanya. "Gak akan Abiy, kejadian kemarin gak akan terulang lagi. Aku janji."


Abiyu menangkup pipinya, lalu menyeka air mata Kisya yang terus mengalir deras. "Aku maafin kamu."


Wajah Kisya berbinar atas kesemptam yang di berikan suaminya. "Terimakasih Abiy." Kisya kembali membenamkan wajahnya dalam pelukan Abiyu. Sungguh kebahagiaan tiada tara.


"Aku merindukan mu Kisya, sangat merindukan mu." Memeluknya sangat erat, mencium puncak rambutnya penuh sayang.



Lima hari berlalu pasca selesainya perselisihan di antara mereka, Kini Kisya betul-betul menunjukan perubahan yang sangat pesat, keluarga adalah prioritas utama, itu yang Abiyu mau. "Dan aku sudah membuktikannya kan Abiy.." Bibir tipis mereka saling bertautan, sudah tidak ada lagi penghalang di antara mereka, yang ada hanya hasrat, hasrat yang selama ini terpendam, dan ingin segera tersalurkan.



"Tunggu." Kisya menghentikan aktifitas tangan Abiyu yang mulai nakal di balik kemejanya yang kedodoran.



"Jangan di situ."



"yang mana dong? nanggung nih Yank."



"Itu buat malam aja."



"Sekarang udah gak ada waktu Abiy."



"Sebentar aja, sebelum mereka keluar." Pintanya sedikit memaksa.



Kisya melirik jam di atas dinding, dan jarum panjang saat ini berada di angka enam. "Bunda ko belum bangun?" Tanya Kisya terheran.



"Mungkin bunda sengaja gak turun." Saut Abiyu asal, dan ternyata benar. Shafiah dan Zahfran benar-benar tertahan di dalam kamar untuk memberikan kesemptan kepada putranya yang sedang ingin bercumbu di dapur.



"Bener-bener si Abiyu tuh, gak tau tempat banget sih. Aku kan mau ambil Laptoop di bawah." Saut Zahfran memdengus kesal. lagi-lagi ruang geraknya harus terganggu akibat kegilaan putranya.



Begitupun dengan Kiran, pemandangan di depan mata membut Kiran kembali masuk ke dalam kamarnya, dengan perasaan tidak karuan, perasaan yang salah, perasaan yang seharusnya tidak ia rasakan. "Kalian pantas bahagia." gumamnya dalam hati.



Gara-gara kegilaan mereka, Zahfran sampai harus kesiangan berangkat ke kantor, ia bahkan harus berangkat kerja dengan perut kosong. "Ini semua gara-gara si Abiy sayang." Ucapnya sambil berjalan tergesa-gesa menuju pintu utama, sedang Shafiah mengekor dari belakang sambil menenteng tas kerja suaminya.



"Iih..marah-marah terus." Kata Shafiah, sambil senyam senyum di belakang suaminya.



"Lagin, tuh anak bener-bener?" Ia berhenti di depan pintu, mengambil tas kerjanya dari tangan Shafiah. Shafiah pun mencium punggung tangannya.



"Cuma itu?" Kata Zahfran.



"Apanya?"


__ADS_1


"Ini.." Meletakan Jari di bibirnya.



Menghela nafas dalam. "Baru tadi mas bilang Abiyu gak tau tempat. apa bedanya sama kamu sekarang?" Protes.



"Abiyu ambil lapak favorit kita sayang, kita mau nyari tempat ke mana lagi coba?"



"Mas, kayak gak ada tempat lain aja deh. Kamar kita masih luas, di sana lebih aman, gak ada yang liat lagi."



"Di kamar mah udah biasa, Di dapur kan tau sendiri, sensasinya itu loh berbeda sayang." Zahfran mendekat meraih pinggang sang istri hingga tidak ada lagi jarak di antara mereka.



"Ya ampun mas.. Malu nanti ada orang lewat."



"Kamu gak paham sih mau aku."



"Paham mas, paham. Masih ada ruang kerja kamu kan?"



"Bener juga. Kamu mesti bilang Abiyu, kalau itu wilayah kita, jangan sampai di rebut lagi." Akhirnya ia melepaskan pelukannya.



"Iya mas... udah ah, malu tau bahas kayak gitu terus." Wajah Shafiah memang memerah saat ini, dan itu hal yang paling Zahfran sukai.



"Gak apa-apa, sama suami sendiri ini."



"Udah sana, katanya kesiangan."



"Iya, iya."




"Waalaikumsalam." Dia tercengang, Shafiah buru-buru menutup pintu sebelum Suaminya meminta lebih.



"Tunggu aku, nanti aku pulang cepet ya." Berterik dari luar, Shafiah yang mendengarnya cuma bisa geleng-geleng kepala. "Mas..mas.."



Setelah mengantar suaminya ke depan pintu, Ia kembali bergabung sarapa bersama mereka. Ia mendudukan diri di samping putrinya yang tengah asik bermain Handphone. "makan dulu Nak,main Hanphonenya nanti lgi ya."



"Iya bunda." Ia meletakan ponselnya di atas meja, lalu kembali menghabiskan sarapannya.



"Pinter."



"Abiy... " Panggil Kisya.



"hhmm..?" Jawabnya tanpa berkata, karna mulutnya penuh dengan makanan.



"Aku di anter apa naik Taksi?"



"Aku anterin aja, nanti pulangnya juga aku yang jemput."



"Ok."



"Ngomong-ngomong Kiran ke mana?" Kali ini Shafiah yang bertanya.


__ADS_1


"Kiran lagi sakit Bun, biasa datang bulan."



"Oh.. Suruh minum obat."



"Udah." Kisya menuangkan air minum untuk Abiyu.



"Makasi yank."



"Cuma.. nanti bunda malah kerepotan sama Kayla." Lanjutnya.



"Gak lah, kebetulan nanti si kembar mau ke sini juga, bisa bantuin bunda jagain."



Mendengar nama si kembar, Kayla langsung menyambar antusias. "Aunty kembar mau ke sini Nekda?"



"Iya sayang, kangen ya?"



"Kangen banget."



"Tapi Kayla jangan nakal ya." Nanti Aunty nya kerepotan, kak Kiran lagi sakit soalnya." Mengusap lembut rambut putrinya.



"Beres bunda."



Abiyu menyelesaikan sarapannya lebih dulu, ia bangun sambil mengenakan jasnya. "Tunggu Biy, aku belum selesai."



"Belum ko, aku mau liat Kiran dulu."



"Mau ngapain?" Tanya Shafiah sangat cepat.



"Liat kondisinya lah bun, emang mau ngapain? aku gak bakal nyuruh dia jagain Kayla ko."



"Udah, kamu gak usah khawatir, di rumah kan ada bunda, bunda nanti liat kondisi dia."



"Bunda kenapa sih? aku cuma mau liat kondisinya aja. Gak enak kan kalau aku cuek, dia kerja sama aku loh bun."



"Jangan pokoknya." Kali ini Shafiah mengatakan dengan tegas.



"Kenapa bun?" kali ini Kisya yang bertanya.



"Gak apa-apa, biar bunda aja yang liat kondisi dia. ya. Kalau ada apa-apa, bunda yang kasih kamu kabar."



Abiyu mengerutkan Keningnya semakin heran.



"***Sebisa mungkin, Abiyu gak boleh banyak berinteraksi dengan Kiran, aku takut itu akan semakin menyakiti hati Kiran***."



Jangn lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya ya.


LIKE


KOMENTAR


VOTE


Dan BUNGA BERMEKARAN

__ADS_1


Maaf Author banyak maunya 💖🙏


__ADS_2