
Ada rasa iba saat melihat Tania mendapat kekerasan dari mantan pacarnya,bukan tidak berfikir panjang,Ia ingat betul dulu Tania pernah menolongnya saat membatalkan pernikahan mereka,hingga Fatih bisa bersatu dengan Azky saat ini. Ia berfikir ini lah saatnya untuk membalas kebaikan Tania,toh ini hanya suatu pembelaan,bukan sungguh-sungguh menikahinya,Fikir Fatih.
Setelah Leo pergi,Fatih membawa Tania duduk di kursi bersamanya. Fatih memanggil salah satu pelayan di sana untuk membawakan es batu untuk mengompres luka di pipi Tania.
"Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Fatih sambil menuangkan air mineral ke dalam gelas.
"Aku gak apa-apa,terimakasi ya mas,aku gak tau bagaimana jadinya kalau gak ada kamu tadi." Saut Tania dengan tangis terisak,memar di pipinya masih terasa sangat sakit.
"Ya udh,kamu jangan nagis lagi,Leo udah di amanin sama security." Fatih menyerahkan satu gelas air mineral ke tangan Tania.
Tania meraih gelas itu,lalu meminumnya sampai habis. Tak lama pelayan tadi datang dengan membawa es batu dan menyerahkan es itu ke tangan Fatih. "Ini tuan es batunya."
"Oh..iya,terimakasi." Ia langsung membungkus es batu itu dengan saputangannya,dan mengompres luka lebam di pipi Tania dengan tangannya.
"Aw... Sakit mas,pelan-pelan." Ia meringis kesakitan.
"maaf.. maaf, sakit ya?"
"Iya lah,kenceng banget lagi tadi mukulnya."
Sempat terdiam sejenak sebelum kembali bertanya. "Siapa dia sebenarnya Tania?"
"Dia pacar ku waktu itu mas,cintanya yang dulu pernah ku perjuangakan,saat kamu meminta aku membatalkan pernikahan kita."
"Oh.. dia laki-laki itu,kamu bilang dia udah punya pacar lagi,kenapa tiba-tiba ngejar kamu?"
"Dia putus sama pacarnya,dan dia sengaja ke indo buat nemuin aku."
"Pesta ini?" Fatih kembali bertanya,tangannya masih mengompres pipi Tania.
"Ini pesta tamannya,aku di paksa datang ke sini,dan amarahnya memuncak saat aku membantah pernyataannya kalau aku calon istrinya,dan...dia menampar ku mas." Air mata Tania kembali mengalir.
"Sudah,kamu tenang aja,Leo sudah di amankan Security ko." Fatih mengusap bahu Tania seraya menenagkan. Selesai mengompres,ia menyimpan sapu tanganya ke dalam wadah.
"Tapi dia pasti kembali mas,dia pasti kembali menemui ku,tolong aku mas." Tania memohon dengan mengenggam tangan Fatih.
"Kamu sewa Bodyguard aja,perketat keamanan sekitar apartemen."
"Aku mau kamu yang jaga aku mas."
"Tania..." Fatih mengernyitkan dahinya,dan melepaskan tangan Tania dari tangannya. "Apa yang kamu katakan?"
"Nikahin aku mas."
"Tania,jangan ngawur kamu."
"Aku serius mas,aku menyesal dulu mengikuti keingunan mu,seharusnya kita sudah menikah dari dulu."
"kenapa kamu bahas masa lalu?"
"Karna sekarang aku mencintai mu mas."
Fatih menggelengkan kepalanya. "Tidak."
"Nikahi aku mas,jadikan aku istri kedua mu,aku ingin kamu yang menjaga ku."
"Tidak Tania,aku sangat mencintai istri ku,aku tidak mungkin menghianatinya."
__ADS_1
"Aku tidak masalah,kalau harus menjadi istri rahasia mu."
"Kamu teman ku Tania,jangan rusak pertemanan kita dengan perasaan itu. Kamu wanita baik,dan kamu pasti bertemu dengan orang yang lebih baik dari ku." Tukas Fatih memberi pengertian.
Tania kembali menagis,ia menumpahkan air matanya di hadapan Fatih berharap mendapatkan simpati darinya.
"Sebaiknya kita pulang sekarang,aku akan mengantar mu."
Sekalipun ada seribu Tania yang mengejar cintanya,sedikitpun hati Fatih tak akan pernah tergoyahkan,Azky terlalu berharga untuk dirinya,ia ingat betul bagaiman perjuangannya saat itu,hingga akhirnya Azky bisa ia miliki seutuhnya.
Hari berganti hari,tiba saat di mana Kisya dan Radit akan melangsungkan perlombaan tingkat provinsi,di sebuah gedung kesenian.Kisya dan Radit di tunjuk untuk mewakili sekolahnya,karna kepintaran mereka sudah tidak di ragukan lagi.
"Kamu sudah siap Kisya?" Radit bertanya sesaat sebelum acara di mulai.dan saat ini mereka sudah berdiri di atas podium.
Kisya tidak menjawab pertanyaan dari Radit,ia bahkan tidak mendengarnya,karna pikirannya saat ini sedang terbagi dengan Abiyu yang belum juga menampakan batang hidungnya,ia terus melamun menatap ke depan,mencari sosok keberadaan suaminya. "***Kalau sampai kamu gak dateng,awas Aby*** ***Aku akan membenci mu selamanya***.." Ucap Kisya bergumam dalam hati.
"Kisya.."
"I..iya.."
"N...nggak." Jawabnya terbata.
"Konsentrasi Kisya.. jangan sampai kita kalah."
"Iya kak,maaf."
Hingga beberapa saat,bunyi sirine terdengar,menandakan bahwa perlombaan akan segera di mulai. Beberapa juri sudah siap di meja masing-masing dengan beberapa materi yang akan di jadikan perlombaan.
Waktu terus berjalan,para juri sudah memberikan berbagai macam soal,Radit dan Kisya menjawab semua soal yang di berikan juri dengan sangat mudah,hingga akhirnya mereka di nyatakan sebagai pemenangya.
"Selamat ya,kalian menjadi pemenang tahun ini."
__ADS_1
"Terimakasi." Saut mereka bersamaan.
Ucapan selamat berdatangan dari para guru yang hadir,mereka sangat bahagia dengan apa yang sudah di capai.
"Kita menang Kisya.."
"Iya kak,kita menang kak"
Mereka saling berpelukan,di atas panggung,riuh terdengar dari kubu sekolah mereka yang hadir sebagai suporter,mereka bersorak gembira atas kemenangan yang di raih. Tapi tidak dengan satu orang ini,tangannya mengepal kuat memahan amarah,melihat wanitanya di sentuh oleh pria lain,ia terbakar api cemburu.
Ia berusaha menahannya,tapi emosinya semakin memuncak ketika Wanitanya mendapat satu kecupan tepat di pipinya.ia brjalan setengah berlari melewati lautan manusia,menghampiri mereka yang masih berdiri di atas panggung dan "Bugh.." Satu pukulan mendarat tepat di pipi Radit,hingga ia jatuh tersungkur dan mengalir lah darah segar dari sudut bibirnya.
"Abiyu..." Kisya menatap tak percaya dengan apa yang sudah di perbuat suaminya.
Tangannya masih mengepal,sudah siap untuk menyerangnya kembali,beruntung Kisya yang di sana langsung mencegahnya dengan menggenggam tangan suaminya. "Cukup Aby,jangan lakukan ini."
"Jangan berani menyentuh apa yang sudah menjadi milik ku. Raditya wira" Abiyu berkata pada Radit dengan nada penuh ancaman.
Radit diam,bukan tidak bisa melawan,ia masih terheran dengan sikap dan perkataan Abiyu yang menurutnya berlebihan. "***Ada apa dengan mereka sebenarnya***?" Batin Radit.
Bahkan suasana riuh di sana menjadi hening,semua mata tertuju pada sosok Abiyu yang menjadi tersangka saat ini.
Bram yang melihat kejadian di sana hanya bisa geleng-geleng menyaksikan putra dari seorang Zahfran malique betindak di kuar kendali. "Kamu memang jelmaan ayah mu Abiyu,masalah lagi deh ini."
Berikan apresiasi kalian untuk karya Othor dengan meninggalkan jekak di setiap episodenya.
LIKE
KOMEN
VOTE
GRATIS...
__ADS_1
Karna itu lah penyemangat Author untuk selalu UP dan berkarya 💝🙏😍