
"Kenapa kita tidak di izinkan masuk?" Kali ini Azky yang bertanya.
"Saya tidak tau nyonya,pasien tidak menyebutkan alasannya,dan...saya tidak punya hak untuk bertanya."
"Suster..tolong izinkan salahsatu dari kami untuk menemui mba Shafiah,kalau bukan kita,siapa yang akan menjaga dia di dalam?" Azky berusaha membujuk,namun lagi-lagi jawaban suster itu tetap tidak.
"Anda tidak perlu khawatir nyonya,saya di tugaskan oleh dokter khusus menjaga pasien."
Kali ini ia benar-benar kecewa,bukan hanya Zahfran,hampir semua orang menyembunyikannya. Bahkan pak Herlambang yang selalu membelanya,ikut andil dalam rahasia ini.
Keterlaluan. Itu lah yang ada dalam pikiran Shafiah,seorang ibu tidak mengetahui hal besar mengenai kehidupan putranya,cukup dulu ia tidak merasakan mengurus Abiyu,dan sekarang... hal sebesar ini dia tidak mengetahuinya?
"Kenapa kalian tega?" Hiks... hiks... berkali-kali ia mengusap air matanya yang tidak mau berhenti mengalir.tubuhnya masih lemah,ia terbaring di atas ranjang bahkan belum mampu untuk bergerak.
Semua orang masih menunggu di luar,tidak bisa melakukan apapun. Membujuk lewat telfon maupun pesan sudah mereka lakukan,dan tetap jawabannya tidak.
"Mas Rafa,tolong lakukan sesuatu,aku mau menemui istri ku. Aku yakin mas Rafa pasti punya cara untuk membujuknya." Meminta pertolongan kakak iparnya adalah pilihan terahir.
"Ntah lah Zahfran,aku bisa membujuknya atau tidak,yang kamu lakukan itu memang salah,dan sekarang..yang kena imbasnya bukan cuma kamu kan? Aku sama Dewi pun kena imbasnya." Ujar Rafa.
"Aku tau aku salah,mas Rafa juga tau kan apa alasan aku menyembunyikan pernikahan putraku?"
"Iya..tapi kamu gak berfikir,kalau dia tau dari orang lain,itu akan lebih menyakitkan. Ya seperti sekarang ini,kamu masih beruntung mereka selamat,kalau tidak?"
"Jangan katakan itu.." Seru Zahfran.
"Mangkannya,aku juga kecewa sama kalian semua,bisa-bisanya kalian menyembunyikan hal besar seperti ini dari adik ku."
"Iya..kamu benar Rafa,kami semua menyesalinya,dan tolong lah bujuk Shafiah untuk menerima maaf dari kami secara langsung,dia putri ku juga,tolong jangan hukum kami seperti ini." Ucap pak Herlambang penuh penyesalan.
Rafa terdiam sejenak seraya berfikir,yang mereka lakukan memang keterlaluan,tapi..membiarkan perselisihan dalam keluarga juga tidak di benarkan,kita harus menjadi jembatan penghubung suatu hubungan,bukan justru memutuskan hubungan.
Hingga akhirnya Rafa meminta suster untuk meminta Izin kalau dia dan Dewi ingin masuk menemuinya,dan entah apa yang Rafa katakan pada suster itu sampai Shafiah memberikan izin untuk Rafa dan Dewi,hanya mereka berdua,tidak ada lagi.
"Aku akan berusaha bicara dengan adik ku,kalian tunggu aja di sini." Saut Rafa sesaat sebelum masuk.
"Baiklah.."
Rafa dan Dewi akhirnya masuk menemui sang adik,nampak Shafiah sedang duduk di atas ranjang,dengan posisi kaki lurus ia menyandarkan tubuhnya pada sandaran ranjangnya.
__ADS_1
Mengetahui kehadiran Rafa dan Dewi,Shafiah kembali menangis dalam pelukan sang kakak,ia menumpahkan seluruh tangis dan kekesalannya pada Rafa,Dewi duduk di samping Shafiah sambil mengusap puncak rambutnya yang terbungkus hijab,seraya menenangkan.
Cukup lama mereka bicara,dan entah bagaimana cara Rafa membujuk sang adik,akhirnya ia memberikan Izin kepada mereka untuk masuk menemuinya.
Zahfran tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang terus dan terus Shafiah berikan padanya. Ia bergegas masuk lalu memeluknya,hanya Zahfran yang memeluk,Shafih tidak membalas pelukan itu.
"Sayang maafkan aku,aku tidak bermaksud membohongi mu." Ia menggenggam erat tangan itu,menatap Shafiah dengan tatapan penuh penyesalan.
"Tapi kamu sudah membohongi ku mas. Kamu menyakiti perasaan ku,aku ibunya,kenapa hanya aku yang tidak tau,bahkan Azky lebih tau daripada aku." Hikss...hikss...
"Karna dia orang pertama yang tau,bukan aku.Dia dan Fatih yang menemukan Abiyu sedang bertengkar di pinggir jalan,dia yang memberitahu ku,bukan aku yang memberitahunya." Panjang lebar ia menjelaskan semuanya pada sang istri.
"Aku seperti orang bodoh di mata kalian,kenapa hanya aku yang tidak tau?dia putra ku mas,aku berhak tau kehidupan putraku." Hikss..hikss.. tangisnya terisak,menahan rasa sesak di dadanya.
Dewi melangkah maju menghampiri sang adik,mengusap bahunya seraya menenagkan. "Shafiah.. " Suara Dewi terdengar lirih. "Yang mereka lakukan memang salah,tapi... kamu juga harus mempertimbangkan alasan mereka juga."
"Itu karna aku wanita yang lemah kan mba?" Ia mendongakan kepalanya menatap Dewi.
"Bukan sayang,bukan karna kamu lemah di mata kami,karna kamu sangat berharga sayang,dan aku ingin melindungi mu,aku tidak mau hal buruk terjadi pada mu." Timpal Zahfran mencoba meyakinkan.
"Dan hal buruk itu benar terjadi kan,bagaiman jadinya kalau aku atau bayi ku tidak selamat mas?"
Shafiah memejamkan matanya,namun air mata itu terus mengalir tanpa henti.ia menghela nafas dalam mencoba tenang dan kembali bicara. "Di mana putra ku?"
"Kamu memaafkan aku kan sayang?"
"Di mana putraku." Ia meninggikan suaranya.
"A..ada di luar." Saut Zahfran.
"Kenapa dia gak masuk?"
"Dia..takut,di takut bertemu dengan mu sayang."
"Panggil dia ke sini." Pintanya.
"Baiklah,tunggu sebentar."
Zahfran meminta Khadijah untuk mebawa Abiyu masuk ke dalam. Khadijah pun keluar menemui Abiyu,nampak ia sedang duduk di kursi tunggu bersama dengan Kisya. "Abiyu.."
__ADS_1
Yang di panggil pun menoleh ke arahnya,lalu berdiri menghampiri Khadijah di ikuti oleh Kisya dari belakang. "Tante...bagaimana? Bunda baik-baik aja kan? Di udah ga marah kan? dia..." Abiyu melemparkan banyak pertanyaan pada Khadijah.
"Aduhh..nanyanya satu-satu dong."
"Aku takut tante."
"Bunda kamu masih marah,dan keadaannya baik-baik aja. Dia minta kamu masuk."
"Nggak ah..aku takut."
"Bo*oh." Khadijah memukul bahu keponakannya. Ia pun meringis kesakitan
"Kalau sekarang gak mau ketemu bunda mu,emangnya nati gak ketemu di rumah?"
"Tapi aku takut tante."
"Kita harus menghadapinya Aby." Timpal Kisya.
"Kamu gak takut?" Abiyu bertanya pada Kisya.
"Aku takut,tapi... kita gak ada pilihan lain selain menurutinya. Aku juga... mau minta maaf sama tante Shafiah." Saut Kisya,pemikirannya lebih dewasa dari pada Abiyu,yang masih seperti anak kecil.
Sempat terdiam sejenak,sebelum mengiyakan perintah dari bundanya. "Baiklah tante,ayo kita masuk.
"Euuh.. dari tadi ke.." Khadijah mendengus kesal.
Akhirnya Khadijah berhasil membawa Abiyu dan Kisya masuk ke dalam. Khadijan berjalan lebih dulu,di ikuti oleh pasangan baru menikah itu dari brlakang,mereka melangkah di penuhi ketakutan,terlebih Kisya. "Semoga tante Shafiah memaafkan aku."
Stay terus,jangan lupa jejaknya.
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1