
Apa sih yang si kembar lakukan bersama ayahnya selama lima jam ini?
Kebersamaan mereka hanya lima jam,jadi masih banyak yang belum sempat mereka lakukan bersama.
Saat ini mereka sedang berbaring di atas tempat tidur yang sangat empuk,berbalut selimut tebal dengan bulu-bulu halus membuat mereka merasa sangat nyaman.
Sangat jelas nampak kebahagiaan dari wajah-wajah mereka,Shafiah tersenyum melihat di balik pintu kamarnya. "Aku bahagia kalau melihat mu terus senyum seperti ini mas,maafkan aku yang selalu memaksamu untuk menghadapi kenyataan yang pahit."
"Tante..kenapa berdiri di situ? Masuklah." Aisyah melompat kegirangan di atas kasur,Sedangkan Asiah dia asik bermain boneka yang sengaja Shafia beli saat perjalanan tadi.
Shafiah duduk di pinggiran tempat tidur tepat di samping suaminya.
"Terimakasi sayang,kamu sudah membawa mereka ke sini." Zahfran mencium tangan Shafiah.
"Ya mas. Tapi ini udah sore,aku harus mengantarkan mereka pulang."
"Aku ikut mengantar mereka ya." Pinta Zahfran.
"Boleh,aku ke toilet dulu. Tunggu sebentar ya." Shafiah meletakan ponselnya di atas nakas.
Saat Shafiah sedang ke toilet,ponselnya berdering,Tertera nama Azky di sana.
Zahfran menggeser icon warna hijau,meletakan ponsel di telinganya. "Mba,apa mba sudah jalan mengantarkan si kembar?" Tanya Azky khawatir sampai ia lupa mengucapkan salam.
"Assalamualikum." Zahfran membuka suara.
"Mas Zahfran? wa..alaikumsalam" Saut Azky sedikit tergugup.
"Kita akan mengantarkan mereka sebentar lagi."
"Baiklah.terimakasi mas."
"Bagaimana kabar mu Azky?"
"Aku... Aku baik-baik aja."
"Alhamdulillah. Terimakasi kamu sudah mengizinkan Shafiah membawa mereka ke rumah ku."
"Ya mas. Kalu gitu.. Udah dulu ya..aku mau masak dulu buat si kembar."
"Kamu gak perlu masak,nanti aku belikan makanan untuk putri kita."
"Putri kita?" Saut Azky terheran.
"Maksud ku... Aisyah dan Asiah." Zahfran menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal itu.
"Baiklah. Assalamualaikum."
"Waalikumsalam."
Setelah telfon terputus,Zahfran kembali menyimpan ponsel itu di atas nakas.Ia berusaha menengkan detak jantungnya yang tidak beraturan dengan menarik nafas panjang. "Khuuff...
Bukan hanya Zahfran yang merasa gugup,hal yang sama juga di rasakan oleh Azky, Ia mencoba menetralkan perasaannya sambil mengusap dadanya dan berucap. "Berhenti memikirkannya Azky,ingat..kamu sudah menerima lamaran mas Fatih,jadi belajarlah untuk mencintainya."
Kediaman Shafiah.
"Mas.." Lirih Shafiah sambil berjalan ia memegang perutnya meringis kesakitan.
Zahfran langsung berdiri menghampiri Shafiah. " Sayang kamu kenapa?"
"Perut aku sakit mas."
"Sakit? kita ke dokter ya?"
"Gak usah mas,aku minum obat pereda nyeri aja,ini udah biasa ko."
"Biasa bagaimana maksud kamu?" Zahfran terlihat panik.
"Ini hari pertama aku datang bulan mas,biasanya memang seperti ini."
"Tapi wajah kamu pucat sayang." Zahfran membawa Shafiah duduk di pinggiran tempat tidur.
"Ambilkan aku obat aja mas,di dalam laci."
"Baiklah,tunggu sebentar." Zahfran mulai mencari obat pereda nyeri di dalam laci. "Yang ini?" Tanya Zahfran sambil menunjukan salah satu obat.
"Ya betul yang itu."
"Ini sayang." Zahfran menyerahkam obat sekaligus air minum ke tangan Shafiah.
Selesai minum obat,ia meletakan gelas kosong di atas nakas.
"Aku kayaknya gak bisa ikut kamu antar si kembar mas."
"Gak apa-apa sayang,biar aku yang antar mereka,tapi kamu yakin gak perlu ke rumah sakit?" Zahfran berjongkok di depan Shafiah sambil menggenggam kedua tangannya.
"Aku gak apa-apa mas,sebentar lagi juga reda ko nyerinya."
__ADS_1
"Kamu yakin?"
Shafiah mengangguk dengan senyum.
"Ya udah,mas antar mereka dulu ya." Ucap Zahfran sambil berdiri lalu mencium puncak rambut sang istri.
"Ya mas."
"Anak-anak,ayo kita pulang." Ajak Zahfran pada kedua putri kembarnya.
"Tante gak ikut antar kita pulang?" Aisyah mendongak kepalanya menatap Zahfran.
"Gak sayang,tante lagi sakit,pulang sama ayah aja ya"
"Iya ayah."
"Sayang,aku antar mereka dulu ya.Assalamualaikum."
"Waalikumsalam."
Sambil menggandeng tangan si kembar,zahfran keluar dari kamarnya,melemparkan senyum pada Shafiah sebelum menutup pintu.
Zahfran melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,Sesekali ia tersenyum melihat keasikan putri kembarnya di jok penumpang.
Dalam perjalanan,Zahfran menepikan mobilnya di bahu jalan guna membelikan sesuatu untuk kedua putrinya. Ia membeli semua makanan yang di tunjuk mereka.
Setelah puas membeli semua yang mereka mau,Zahfran kembali melajukan mobil menuju Rumah Dewi.
Tiba di kediaman Dewi,ia melihat putri kembarnya tertidur pulas di jok penumpang,karna tak tega untuk membangunkan mereka,Akhirya Zahfran memarkirkan mobilnya di depan halaman rumah Azky.
Zahfran turun lebih dulu guna meminta bantuan pada Azky untuk membawa belanjaan yang ada di dalam bagasi mobil. "Assalamualikum." Ucap salam Zahfran di depan pintu.
Tidak menunggu lama,Azky pun keluar membukakan pintu. "Waalaikumsalam." Sedikit bengong melihat Zahfran berdiri tepat di hadapannya. "Mas Zahfran?"
"Oh..ya mas."
Mereka berdua jalan ke mobil. "Aku gendok anak-anak,kamu bawa kantung belanjaan di bagasi ya." Ucap Zahfran berusaha biasa saja.
"Ya mas" Azky langsung menuju bagasi,sejenak ia terdiam saat melihat banyaknya kantung belanjaan di dalam bagasi.
"Azky,apa yang kamu lihat? ayo bukakan pintu rumah mu." Ucap Zahfran sambil menggendong kedua putri kembarnya.
"Oh..i.iya mas." Ucapnya sedikit gugup.tagannya yang di penuhi belanjaan sedikit menyulitkan dia untuk membukakan pintu.
Dengan susah payah,akhirnya pintu pun terbuka.
"Di mana kamar mereka?" Tanya Zahfran setelah berada di dalam rumah.
"Kamar yang kedua mas."
Kamar mereka hanya berjarak beberapa langkah saja dari kamar Azky.namun saat Azky akan membuka pintu kamar,ternyata kamar itu dalam keadaan terkunci. "Jglek..jglek..
"Kenapa?" Tanya Zahfran.
"Terkunci mas."
"Di mana kuncinya?"
"Aku lupa,di mana ya? tadi habis beres-beres aku taro di mana ya?" Mata Azky berkeliling mencari kunci kamar putrinya namun tak kunjung ia temukan.
"Kita tidurkan mereka di kamar mu aja."
__ADS_1
"Kamar ku?" Azky terkejut.
"Ya,mana kamar mu?"
"i..Itu mas."
"Cepat buka." Titah Zahfran.
"Ya sebentar."
Azky membukakan pintu kamarnya,lalu Zahfran masuk ke dalam dan meletakan kedua putrinya di atas tempat tidur.
"Akhh...Akhirnya..mereka berat juga ya." Ucap Zahfran pada Azky dengan senyum.
Azky duduk di pinggiran tempat tidur,lalu ia menyelimuti tubuh si kembar dengan selimutnya.
Setelah meletakan mereka di atas kasur,Zahfran melihat ke sekeliling kamar Azky yang sederhana itu,kamar yang hanya berukuran 2x3 meter saja,namun semua barang tertata dengan rapih.
Mata Zahfran terkunci saat melihat foto dirinya yang berukuran 4x6 berada di atas meja rias,ukurannya sangat kecil,tapi memiliki arti yang amat besar bagi Azky.
Azky melihat Zahfran menatap foto dirinya di atas meja,ia langsung berdiri mengambil foto itu lalu menyembunyikannya ke belakang.
"Azky."
"Yang kamu lihat tidak seperti yang kamu bayangkan mas." Tegas Azky.
Tak lama ponsel Azky berdering.Ia melihat nama Fatih di dalam layar ponsel. "Mas Fatih?" Ucapnya pelan,namun masih terdengar di telinga Zahfran.
Awalnya ia tidak ingin mengangkat telfon itu,namun tanpa di sengaja ia menggeser icon hijau di layar ponselnya.
"Assalamualaikum Ran."
Azky terdiam.
"Rani..kamu di sana kan?"
Mau tidak mau ia pun harus menjawab telfon dari Fatih.Azky meletakan ponsel di telinganya. "Mas Fatih?"
"Assalamualikum."
"Wa..alaikumsalam." Tergugup.
"Kamu kenapa?"
"Gak apa-apa mas."
"Kamu lagi ngapain?"
"Aku...aku lagi tidurin anak-anak mas."
Tiba-tiba Aisyah mengigau menangis. Hikss..hikss..Umi..
Spontan Zahfran mengeluarkan suara. "Sayang,kenapa?" Zahfran beringsut naik ke atas tempat tidur guna menenagkan Aisyah yang terus mengigau.
Fatih terdiam sejenak saat mendengar suara Zahfran. "Azky,aku mendengar suara Zahfran,apa Zahfran ada di sana?di dalam kamar mu?"
"Mas.."
Lanjut gak niih..😍
Like dulu yang banyak 🤭.
Komen yang banyak
__ADS_1
Vote yang banyak.🤭
Maaf Author banyak maunya. 😘🙏