Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 12


__ADS_3

Ha..ha.. Mereka tertawa terbahak bersamaan,sungguh keluarga yang bahagia. "Seandainya keluarga ku seperti mereka,tidak perlu kaya,tapi saling menyayangi. Kak Kisya sangat beruntung memiliki suami seperti kaka Abiyu,kalau aku punya suami seperti kaka Abiy,aku akan benar-benar mengabdi untuknya,"


Batin Kiran bergumam,sambil menatap jauh ke depan,ia mengusap puncak rambut Kayla yang masih tertidur di atas bahunya.


Dua hari sudah Kayla menjalankan pengobatan rawat inap,kondisinya jauh lebih baik,dan Dokter sudah memperbolehkan Kayla untuk pulang.


"Ayah,kemana bunda?" Tanya Kayla sambil memeluk kaki sang ayah,ia mendongakan kepalanya ke atas.


"Bunda kuliah sayang."


"Kenapa kuliah? kenapa gak jemput aku...?" pintanya merengek.


"Sayang.." Abiyu jongkok di depan Kayla. "Kan ada ayah sama kak Kiran di sini." Saut Abiyu menjelaskan perlahan,ia menyelipkan rambut panjangnya ke belakang telinga.


Kayla tersenyum,selama ada Kiran,sangat mudah untuk membujuknya. "Oh iya,ayah benar,kan ada kak Kiran." Ia berlari ke arah Kiran lalu memeluknya. "Kakak janji ya gak akan kuliah kayak bunda,nanti aku main sama siapa kalau kakak kuliah?"


Kiran menangkup gemas kedua pipi Kayla. "Tenang aja,kakak belum punya biaya untuk kuliah sayang,jadi..kakak masih bisa ko main sama Kayla."


"Kalau kakak udah punya biaya,berarti kakak mau kuliah juga kayak bunda?"


Singkat Kiran menatap Abiyu,lalu kembali menatap Kayla. "Hhmm... Kemungkinan iya."


Kayla menjauh. "Kakak jahat,kakak mau ninggalin aku juga?"


Abiyu yang menyaksikannya hanya bisa tersenyum dengan sikap putrinya terhadap Kiran yang sudah terlanjur ia sayang. "Coba kamu katakan itu pada bunda mu Kay,siapa tau bunda mau berhenti kuliah dan mengurus kamu di rumah,tanpa bantuan pengasuh." Batin Abiyu bergumam,menatap keakraban putrinya dengan Kiran.


"Itu kan kalau kakak punya uang. Sekarang kakak kan belum punya sayang." Perlahan Kayla menjelaskan.


Kayla berbalik menatap sang ayah. "Ayah.." panggilnya sambil mengerutkan kening.


"Kenapa nak?"

__ADS_1


"Kakak Kayla jangan di kasih uang lagi ya." Ucapnya dengan sangat tegas.


"Loh..kenapa?" Abiyu masih mengemas baju putrinya,dan ada beberapa baju Kisya yang tertinggal di rumahsakit.


"Pokoknya jangan." Kembali ia mengatakannya sangat tegas.


"Kak Kiran kan kerja,masa gak di kasih uang?" Saut Abiyu malah semakin jahil.


"Jangaaaan...pokonya gak boleh." Kayla berlari menghampiri sang ayah lalu memukul perutnya. "Ih..ih.."


"Iya..iya sayang,ayah gak akan kasih kak Kiran uang."


Kayla berhenti memukul. "Benar?"


"Benar.."


"Terimakasih ayah." Kayla mencium pipi ayahnya.


"Sama-sama sayang."


Di tempat lain,


Kisya berjalan cepat mencoba menghindari Radit yang malah mengejarnya. "Kenapa sih kak?" ia menghempaskan tangan Radit yang malah menghentikan langkahnya.


"Kamu yang kenapa Kisya? aku datang ke kampus ini sebagai asisten dosen,bukan sengaja ngejar kamu." Radit mencoba menjelaskan.


"Tapi kenapa harus kampus ini?" Tanya Kisya dengan mengernyit.


"Loh..emang aku bisa memilih? dia Dosen,dan aku asistenya,dia ngajar di sini,dan aku yang menggantikannya kalau beliau sedang berhalangan." Tangan Radit masih memegang tangan Kisya.


"Lepas." Menatap tajam.

__ADS_1


"Ok." Radit melepaskan tangan Kisya.


"Yang di katakan mas Radit benar ko Kis,dia asisten dosen,dan dosen kita berhalangan hadir,otomatis dia yang gantiin dong." Saut Nindi membela.


"Profesional. Cuma itu yang aku mau." Timpal Radit.


Kisya diam sejenak seraya berfikir. "Ok..profesional." Menghela nafas dalam sebelum kembali bicara. "Berapa lama kak Radit di sini?"


"Beberapa bulan ke depan."


"Selama itu?" Mengernyit.


"Iya memang,pak Ramon kan ada tour ke Roma,dan selama beliau gak ada,aku yang menggantikannya."


"Lalu,tour ke pakistan siapa yang membimbing?"


"Aku.."


"Kamu kak?"


"Iya."




Banyak jempol


Banyak komentar santun ya.


Author banyak UP juga.

__ADS_1


Di usahakan sehari dua bab.


💋💋💋🙏


__ADS_2