
Entah ini sudah minggu ke berapa Fatih tidak pernah menghubungi Azky,baik itu pesan maupun telfon.
Azky yang juga di sibukan dengan kegiatan yang cukup padat,mengurus Restauran dan mengurus anak-anak dalam waktu bersamaan bukan lah hal yang mudah,ia bahkan sering melupakan kesehatannya sendiri. Beberapa kali ia jatuh sakit karna kurangnya istirahat dan pola makan tidak baik.
Namun saat ini,entah angin apa yang membawa pikiran Azky pada Fatih,tiba-tiba saja ia teringat terakhir kali mereka berkomunikasi sudah lebih dari satu minggu.
Iya..Ia sangat yakin,sudah lebih dari satu minggu mereka tidak pernah bertukar kabar. "Mas Fatih ke mana ya? Kayaknya udah lama dia gak kasih kabar,apa dia sibuk?" Bertanya pada diri sendiri sambil menatap ponsel yang ia letakan di atas meja kerjanya.
Ia meraih benda pipih itu,jari lentiknya nampak menggeser icon kunci untuk membuka dan mencari nama Fatih di dalam kontak. "Ini dia." Ucapnya sambil tersenyum.
Namun sangat di sayangakan baru ia mulai mengetik sebuah pesan yang akan ia kirimkan pada Fatih,tiba-tiba saja Asisten Azky yang bernama Hani datang mengetuk pintu. "Tok..tok.. Mba" panggilnya dari ambang pintu yang sedikit tertutup.
"Kenapa Han? Masuk lah."
Hani pun masuk ke dalam dengan wajah sedikit khawatit. "Anu mba,itu..."
"Kenapa?" Azky bangkit dari duduknya lalu menghampiri Hani yang masih berdiri di ambang pintu.
"Itu mba,ada costemer yang komplain dengan masakan kita." Ucap Hani sangat hati-hati.
"komplain? Ko bisa?" Azky mengerutkan dahinya.
"Iya,aku juga gak tau mba,katanya ada sehelai rambut di atas maknan mereka."
"Rambut? Itu kesalahan yang sangat fatal,biar aku menemui mereka,kamu tolong lihat di belakang ada yang melanggar peraturan atau tidak,kalau ada,kamu tegur mereka."
"Iya mba."
Karna ada masalh dengan pengunjung,akhirmya ia meninggalkan ponselnya di atas meja dan sayangnya pesan yang sudah ia ketik,belum sempat ia kirim.
"Kamu bahkan tidak menayakan kabar pada ku Azky?" Dari seseorang di sebrang sana.
Butik XX.
Dalam satu minggu hanya dua atau tiga kali Shafiah datang mengunjungi butiknya,itu pun hanya untuk berkunjung dan mengecek keadaan butik yang sepenuhnya masih milik Shafiah,hanya saja untuk pengelolaan ia serahkan sepenuhnya pada adik iparnya Khadijah.
"Jia,apa minggu ini penjualan kita ada peningkatan?" Tanya Shafiah pada adik iparnya. Saat ini mereka sedang berbincang di dalam ruang kerja.
"Alhamdulillah mba,minggu ini naik pesat,apa lagi ada desain baru yang mba bawa dari Sidney." Saut Khadijah sangat antusias sambil menunjukan grafik penjualan dari laptopnya.
"Waw... Sebanyak ini kenaikannya?" Shafiah mebelalakan matanya melihat grafik penjualan naik pesat.
"Iya mba,mudah-mudahan seterusnya naik."
Shafiah mengangguk,pandangannya masih fokis melihat grafik dalam layar. "Iya kamu benar,kalau penjualan terus naik seperti ini,nanti mba kasih bonus buat karyawan."
"Aku dapet dong mba?"
"Kalau kamu gak usah nunggu nanti,sekarang minta pun mba kasih." Melirik Khadijah lalu kembali melihat layar Laptop.
"He..he.. nggak usah mba,aku minta di traktir makan enak aja deh."
"Boleh..di mana?"
__ADS_1
"Di cafe..."
"Cafe mana?" Tanya Shafiah sambil menutup Laptop.
"Cafe.. yang...waktu itu.."
"Yang mana?" Penasaran.
"waktu kita ketemu sama tuan Willy itu loh mba." Saut Khadijah sedikit ragu.
"Tuan Willy?" Shafiah mencoba mengingat kembali cafe yang Khadijah maksud. "Oh..Cafe itu? Jauh banget sayang,ngapain makan siang aja sampe ke sana?"
"Gak apa-apa mba,aku maunya ke sana."
"Yang deket-deket aja deh,di sini juga banyak makanan yang enak-enak ko."
"Aku mau ke sana mba,aku mohon." Khadijah berpindah posisi duduk di samping sang kakak sambil bergelayutan di lengannya.
Khadijah pasti punya maksud tertentu sampai memohon untuk makan siang di Cafe yang letaknya cukup jauh dari Butik. "Baiklah,yang penting kamu seneng,sekalian ajak Shifa."
"Iya,tunggu mba di mobil."
"Iya mba." Khadijah bergegas keluar menemui Shifa.
Setibanya mereka di dalam Cafe,Khadijah nampak celingak-celinguk mencari seseorang,hingga ia menabrak meja di depannya. "Braak.. "Aaww.." ia meringis kesakitan.
"Jia..kamu lagian ngapain sih? Meja segede ini masih kamu tabrak aja." Kata Shifa.
"Kamu gak apa-apa?" Timpal Shafiah.
"Gak apa-apa mba" Khadijah mengusap dengkul yang terasa sakit.
"Mangkanya hati-hati nyoya Jia." Ledek Shifa sambil mencubit hidungnya yang mancung.
"Isshh..Shifa." Jia mendengus kesal.
"Lagian kamu itu cari apa sih?"
"Aku cari mas Bram."
"Bram?" Saut Shafiah dan Shifa bersamaan.
Seketika Khadijah langsung menutup mulutnya rapat-rapat. "Bodoh bodoh..kenapa sampe keceplosan di depan mereka sih?" Batin Khadijah mengutuk dirinya sendiri.
Sudah sial ketiban tangga pula,tujuannya ingin bertemu Bram,malah mendapat sial,terlebih hari ini Bram tidak masuk kerja.makan siang kali ini sangat tidak sesuai harapan.
Sepanjang perjalanan pulang menuju butik,Khadiah terus mengerucutkan mulutnya hingga mengundang gelak tawa Shafiah dam Shifa. "Jia..Jia.." Shafiah menggelngkan kepalanya,menatap wajah khadijah dari Spion kecil yang menggantung.
__ADS_1
Kantor Zahfran.
"Sudah tanggal berapa ini?" Zahfran melirik tanggal dalam ponselnya. "Astagfirullah..aku hampir lupa mengirim uang untuk anak-anak." Cepat-cepat Zahfran menghubungi Rafa dalam sambungan telfon.
"Tut..tut.. beberapa kali ia mencoba menghubungi,tapi belum mendapat jawaban,tak lama ada pesan masuk dari Rafa yang berisi:
"Ada apa Zha? saya lagi sama atasan,gak bisa terima telfon."
"Oh.." Zahfran mulai mengetik pesan untuk Rafa : "Aku mau kirim uang buat anak-anak mas." Pesan terkirim.
Sambil menunggu jawaban,Zahfran menyempatkan diri untuk membuka Laptopnya guna mengecek beberapa email masuk.cukup lama akhirnya Rafa membalas pesan darinya yang berisi :
"Kenapa gak langsung kasih aja sama anak-anak? mereka kan ada di Jakarta. Kamu sama Shafiah sudah ada di Jakarta kan?" Tanya Rafa di sebrang sana.
"Jakarta? sejak kapan? dan kenapa mereka ke Jakarta?" Zahfran mengajukan banyak pertanyaan dalam satu pesan.
"Azky mendapat jabatan Manager di sebuah Restauran di Jakarta,sekitar dua bulan lalu ia pindah dengan anak-anak,aku fikir kamu tau."
"Aku gak tau mas,mas tau nama Restaurannya apa?" Balas Zahfran semakin penasaran.
"Mas kasih tau,tapi jangan berbuat macam-macam lagi ya? mas gak mau denger kamu dan Shafiah bertengkar lagi."
"Ya mas,aku janji. Lagian aku cuma mau kasih anak-anak jatah bulanan ko."
"Restauran XX,sebelah timur Kantor XX."
Zahfran membelelakan matanya mengetahui bahwa Restauran yang Rafa maksud ternyata ada di sebrang kantor ia saat ini.
Zahfran sudah tidak sabar ingin memastikan apa yang di katakan Rafa itu benar atau tidak. Ia cepat-cepat megenakan jasnya lalu mengambil kunci mobil di dalam laci. "Aku harus memastikannya sendiri." Ucapnya sambil berlari keluar dari ruang kerjanya.
"Mau ke mana pak?" Tanya Micel saat melihat Zahfran sedikit berlari meninggalkan ruangannya.
"Kosongkan jadwal dua jam kedepan." Sedikit berteriak karna ia tidak menghentikan langkahnya.
"Dua jam? mau ke mana dia?" Micel kembali duduk di kursinya.
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘
__ADS_1
Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏