Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 16


__ADS_3

Flash back ON.


Saat melihat Abiyu meninggalkan apartemen,Kiran mendengar Kisya berteriak di dalam kamarnya,bukan hanya itu,ia juga mendengar Kisya memecahkan sesuatu di dalam sana.


Awalnya ia tidak berniat ikut campur,namun Kisya terus berteriak di dalam kamar. "Kenapa? kenapa kamu gak ngetri aku Abiy? apa cuma hubungan intim yang kamu fikirkan?" Kisya menangis terisak,sedang Kiran masih berdiri di depan pintu,ia berdiri di sana hanya untuk berjaga-jaga khawatir Kisya akan melakukan hal yang tidak di inginkan.


"Dari awal kamu menghancurkan masa depan ku Abiyu malique,aku sudah katakan,aku mau kuliah,aku mau sukses,kenapa kamu memberi aku anak secepat ini? khah..kenapa?" Ia terus berteriak,tanpa memikirkan Kayla yang mungkin saja akan terbangun dengan suaranya yang terus menggema.


"Ya ampun,sebesar itu kah ambisi kakak?" Ucapnya masih berdiri di depan pintu.


"Aku membencimu Abiyu malique,kamu menjadikan aku wanita paling salah d dunia ini,padahal kamu yang mengingkari janji." Hikss..hikss.. Tubuhnya lemas merosot ke lantai.


Tak lama suara tangis itu menghilang,dan kali ini Kiran mendengar Kisya melempar sesuatu ke dinding,dan suara itu jauh lebih kencang dari sebelumnya. "PRAII..." Hingga Kiran memutuskan untuk masuk.


"Kakak.." Teriaknya di ambang pintu. Ia melihat Kisya tengah menghancurkan foto pernikahannya dengan Abiyu. "Kak,apa yang kakak lakuin?" Terpaksa Kiran masuk.


"Aku benci suami ku,dia hanya menginginkan tubuh ku Kiran,dia egois." Hikss..hikss.


Kiran mendekat,lalu memeluk Kisya seraya menenangkan. "Jangan katakan itu kak,kak Abiy pria yang baik,dia suami yang baik."


"Dia tidak mengerti apa mau ku,dia egois,dia hanya mementingkan keinginannya Kiran."


"Nggak kak,dia sangat mementingkan hidup kakak,dan hidupnya bergantung dengan mu,dia hanya ingin kakak berada di sisinya,cuma itu."

__ADS_1


"Aku mau kuliah Kiran,aku mau memiliki pendidikan yang tinggi,aku mau sukses,dan dia cuma mau aku jadi ibu rumahtangga yang lusuh,bau keringat,dan hanya mengurus anak,dan rumah."


"Tapi itu mulia kak,dan itu kewajiban kakak sebagai istri juga seorang ibu."Kiran mencoba memberi pengertian,tapi sepertinya Kisya tidak mau menerima,ia melepaskan pelukannya,lalu mendorong Kiran cukup kasar.


"Kamu gak ngerti Kiran,dia melanggar perjanjian kita,dia bilang akan membantu aku mencapai tujuan ku,tapi apa kenyataannya? sekarang dia sendiri yang menghalangi langkah ku,membatasi ruang gerak ku,dia gak sayang sama aku."


Kiran menggelengkan kepalanya. "Nggak kak,kak Abiy gak seperti itu,dia sayang sama kakak,sangat sayang,kak Abiy hanya menginginkan perhatian dari kakak,aku rasa itu wajar."


Kiran kembali melangkah maju. "Kak..Bukannya selama ini kak Abiy nggak melarang kalak kuliah kan? coba kakak fikir baik-baik,apa penyebab kalian bertengkar."


"Karna aku gak mau melayani dia,yang ada di fikirannya hanya menikmati tubuhnku."


"Wajar,karna dia suami kakak,kakak mau kalau kak Abiyu jajan di luar untuk menumpahkan hasratnya?"


"Kalau sampai di melakukan itu,berarti dia gak jauh dari pria berengsek di luar sana."


Kisya memutar tubuhnya,lalu naik ke atas ranjang. "Aku gak akan nyari dia,dia akan besar kepala." Kisya berbaring menutup tubuhnya dengan selimut. "Kalau kamu mau,kamu aja yang cari dia."


Hanya bermodalkan GPS.Kiran bisa menemukan Abiyu.


Flashback OFF.


"Setidaknya,beri tahu aku kakak mau ke mana?"

__ADS_1


"Aku mau menenangkan diri,kamu gak perlu tahu di mana."


"Tapi jangan masuk ke tempat seperti ini lagi kak,di sini bukan tempat menemukan solisi."


"Aku tau,terimakasih sudah mengingatkan aku. Aku minta tolong,tolong jaga Kisya dan Kayla."


Kiran menggangguk. "Baiklah,kakak hati-hati."


Abiyu meresponya dengan senyum,lalu pergi entah ke mana. "Jaga diri kakak baik-baik."




Banyak LIKE


Banyak KOMEN


Banyak VOTE


Banyak BUNGA


__ADS_1


Banyak UP pula.


Maaf ya banyak maunya 😂🙏


__ADS_2