Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 89


__ADS_3

Setelah Frans tau kalau Azky memiliki dua putri kembar hasil buah cintanya bersama Zahfran,Frans mulai memikirkan kembali perihal pernikahan putranya dengan Azky.


Bukan tidak suka dengan anak-anaknya,Tapi Frans tidak ingin kalau bayang-bayang Zahfran masuk ke dalam rumahtangga putranya,karna terikat oleh anak-anak mereka.


Dia tidak ingin hidup anaknya seperti Shafiah,yang terus saja di ikuti oleh bayang-bayang masa lalu.


"Pikirkan kembali pernikahan kalian Fatih,papah bukan tidak menyukai Azky,papah hanya tidak mau kalau nanti Azky akan membawa bayang-bayang Zahfran dalam rumahtangga kalian." Selembut mungkin Frans mencoba memberi pengertian kepada putranya.


"Kalau papah tidak menyetujui aku menikahi Azky,kenapa papah tidak menolaknya dari awal?"


"Karna kamu berbohong." Frans memberi jeda sebentar sebelum kembali bicara. "kamu tidak mengatakan yang sesungguhnya,kamu tidak bilang kalau Azky memiliki anak dari Zahfran."


"Karna aku tau,kalau papah tau semua tentang Azky,papah pasti tidak akan merestui hubungan ku dengannya." Ucap Fatih sambil menundukan kepalanya.


"Itu.. kamu sudah tau Fatih,tapi kenapa kamu masih memaksakan kehendak mu sendiri?"


"Aku tidak tega melihat dia menderita pah,saat itu Azky sangat hancur setelah Zahfran menjatuhkan talak padanya,bahkan dia harus mengandung tanpa ada suami di sampingnya."


"Kenapa kamu tidak mengontrol perasaan mu? cukup bantu dia tanpa mencintainya."


"Aku tidak tau pah,rasa itu muncul begitu saja,dan sekarang aku sangat mencintainya pah,tolong berikan aku restu."


"Tidak bisa Fatih..papah tidak akan membiarkan kamu menikah dengannya"


"Pah.." Fatih berteriak.


"Coba kamu tanya pada diri mu sendiri,apa sampai saat ini Azky sudah memberikan hatinya untuk mu? Atau...kamu berusaha menutupi kenyataan yang ada,kalau sebetulnya sampai saat ini Azky belum bisa mencintai mu?"


"Cukup pah...aku tidak mau mendengarnya lagi."


"Jangan lari dari kenyataan nak,hubungan yang di paksakan itu tidak akan baik kedepannya."


Fatih terdiam,tatapannya menatap kosong ke depan.


Frans melangkah maju menghampiri putranya yang masih diam membeku. "Papah tidak menyalahkan Azky kalau sampai saat ini dia masih mencintai Zahfran,itu wajar nak,karna di antara mereka terikat oleh anak." Ucap Frans sambil memegang bahu putranya.


"Lalu apa yang harus aku lakukan pah?"


"Lepaskan Dia,biarkan dia mencari cintanya sendiri,hanya kamu yang tau bagaimana perasaannya terhadap diri mu nak."


Fatih menggelengkan kepalanya. "Tidak akan pernah aku lakukan pah."


"Jangan menambah penyakit Fatih,pikirkan baik-baik perkataan papah ini,coba lah bersikap dewasa." Frans menepuk bahu putranya sebelum ia pergi ke luar meninggalkan Fatih dalam kebingungan.



Mendapatkan posisi sebagai manager? tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Azky,tapi hari ini,ia betul-betul merasa bahagia karna usahanya untuk sukses tidak sia-sia.



"***Manager?...Aahh...rasanya aku masih belum percaya dengan posisi itu***." Sepanjang perjalanan pulang ia terus memikirkan hal itu,rasanya seperti mimpi.



"***Aku berhasil mas,tidak sia-sia kamu membiayai kuliah ku dulu,terimakasi mas Zahfran***, ***Aku tidak akan menyia-nyiakan apa yang sudah kamu berikan untuk ku***."



Sidney.


Nampak Zahfran sedang melamun di atas balkon sambil berdiri menatap keluar,merasakan dinginnya udara kota Sidney.


Entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini, beberapa kali ia mengambil ponselnya di dalam saku,seperti sedang mengetik sesuatu namun ia kembali menghapusnya lalu menyimpan kembali ponsel itu ke dalam sakunya.


"Mas..." Suara Shafiah memecah keheningan di sana.

__ADS_1


Zahfran menoleh ke belakang. "Sayang..?"


"Aku bawa teh hangat buat kamu."


"Terimakasih sayang." Dengan senyum manisnya Zahfran mengambil secangkir teh dari tangan Shafiah,lalu menyeruputnya.


"Kemari istri ku.." Titah Zahfran sambil menarik tangannya,membawa Shafiah berdiri di depannya,lalu ia memeluk sang istri dari belakang.


Ia menautkan dagunya di atas bahu Shafiah. "Kenapa mas?" Tanya Shafiah sambil menepuk-nepuk pipi Zahfran dengan tangan kananya.


"Ada yang mau aku sampaikan sayang."


"Apa?"


"Tapi kamu janji jangan marah ya?"


"Iya..katakan."


"Aku..." "Bagaimama aku mengatakannya,aku takut terjadi salah faham lagi.tapi bagaimana pun istri ku harus tau." Batin Zahfran.


"Mas..ko diem? kamu kenapa?" tanya Shafiah sambil melirik wajah Zahfran dari samping.


"Aku mau mengirim sejumlah uang untuk si kembar sayang,boleh?"


Shafiah merubah posisi berdirinya,ia memutar tubuhnya menghadap Zahfran "Mas... Yang namanya anak itu tidak ada istilah mantan anak. Justru itu kewajiban kamu mengirimi Azky biaya,karna di sana ada anak kamu."


"Mas takut kamu salah faham sayang,mangkannya mas minta izin kamu dulu."


"Untuk membiayai si kembar,kamu tidak perlu meminta izin aku ko,aku gak akan marah." Ucap Shafiah sambil tersenyum.


"Terimakasih sayang." Sekilas Zahfran menci*m bibir sang istri.


"Oh iya..kamu memang tau no rekening Azky?" Shafiah menautkan kedua tangannya di atas bahu Zahfran.


"Aku gak tau,aku kirimnya ke mba Dewi aja."


"Ok.."


"Ya sudah..Kita makan dulu yuk,Abiyu sama mamah udah nunggu kita di bawah."


"Nanti dulu deh"


"Kenapa?"


Zahfran mendekatkan wajahnya ke telinga sang istri. "Kita olahraga dulu yuk?" Bisiknya sambil mengigit kecil telinga sang istri.


"Astahfirullah mas,ini masih sore." wajah Shafiah berubah merah padam menahan malu.


"Memangnya kenapa?"


"Karna sekarang kita lagi di tunggu di meja makan."


"Hanya satu jam" Zahfran kembali merengek seperti anak kecil yang meminta jajan pada ibunya.


"Nggak,nanti malam aja,kamu mau dua,tiga jam terserah."


"Yakin?"


"Iya,tapi nanti malam,sekarang kita turun dulu ke bawah."


"Baiklah,tapi mas mau lebih dari tiga jam."


Shafiah hanya bisa tersenyum menanggapi keinginan suaminya yang selalu meminta lebih.


Zahfran kembali memeluk sang istri sebelum mereka turun ke bawah untuk makan bersama. "Terimakasi sayang,mas sangat mencintai mu,lebih dari apapun."

__ADS_1



Surabaya pukul 19.00.



Terdengar seseorang memarkirkan mobilnya di halaman rumah Dewi.ia mengintip dari balik jendela rumahnya untuk memastikan siapa yang datang. "Pak Herlambang mas." ucap Dewi pada Rafa yang sedang asik menonton TV.



"Mereka sudah pulang?"



"Iya,buka dulu deh pintunya."



Dengan cepat Rafa berjalan keluar menemui pak Herlambang. Ia melihat supir pak Herlambang kesulitan membawa belanjaan milik si kembar,Rafa menghampirinya untuk membantu. "Wah..banyak banget pak." Kata Rafa sambil menenteng belanjaan milik si kembar.



"aku membeli semua yang mereka mau." saut pak Herlambang sambil menggendong cucu kembarnya yang sedang asik makan es cream.



Tak lama setelah itu Azky datang ke rumah Dewi untuk menjemput putrinya. "Assalamualikum.."



"Waalaikumsalam.."



Azky tercengang melihat begitu banyaknya belanjaan yang di turunkan dari mobil pak Herlambang. "Ini semua belanjaan siapa om?" Tanya Azky.



"Punya Aisyah dan Asiyah."



"Sebanyak ini?"



"Azky.. bisa kita bicara sebentar?"



"Next Bab ya..kira-kira siapa yang mengajak Azky bicara?" 🤔🤔



Menerima kritik dan saran,tapi toloooo..ng banget sampaikan dengan kata-kata yang santun.karna Author juga punya hati yang baperan juga 😭🙏.


Kalau banyak yang menghujat,Otor jadi ragu untuk melanjutkan kisah mereka.




Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘

__ADS_1



Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2