Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 80


__ADS_3

"Beri aku waktu sebentar saja untuk bicara"


"Aku gak mau mas,tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi." Tegas Shafiah.


"Sayang..tolong lah...aku janji hanya sebentar."


"Shafiah...kasih Zahfran waktu sebentar. Ya!" Fatih tidak membela siapapun di sini,dia hanya ingin menjadi jembatan untuk adiknya agar tidak mengambil keputusan dalam keadaan marah.


Shafiah terdiam,berusaha menurunkan egonya. "Baiklah..hanya sebentar mas,karna aku juga harus segera ke jakarta,aku gak mau harus menunda lagi." Ucap Shafaiah tanpa menatap wajah Zahfran.


"Aku janji,hanya sebentar."


Azky semakin heran dengan semua keadaan yang ada di hadapannya.ia memegang kedua putri kembarnya agar tidak merengek meminta di gendong oleh Zajfran karna keadaan saat ini sangat tidak memungkinkan untuk bermanja dengan ayahnya.


Akhirnya Shafiah dan Zahfran pun keluar untuk berbicara.


"Apa yang ingin kamu katakan mas?" Tanya Shafiah yang saat ini sedang duduk di kursi taman belakang rumah sakit.


Zahfran berdiri di hadapannya,karna Shafiah tak ingin ia duduk bersamanya.


"Kamu akan tetap ke jakarta?" Tanya Zahfran


"Ya.." jawabnya singkat.


"Sendiri?"


"Ya..."


Zahfran menjeda waktu sebelum kembali bertanya. "Izinkan mas ikut menemani mu."


"Mas..kenapa mas tidak membiarkan aku bernafas sebentaaaar saja,aku merasa sesak berada di samping mu saat ini mas." Ucap Shafiah dengan mengernyitkan dahinya.


"Sayang.."


Zahfran melangkah maju,namun Shafiah segera mencegahnya. "Mas tolong,hargai keputusan ku saat ini,biarkan aku pergi ke Jakarta sendiri."


"Kalau ada apa-apa dengan mu bagaimana sayang?"


"Insyaallah aku tidak akan apa-apa,aku bisa jaga diri aku sendiri."


"Tapi kamu akan bertemu dengan pria asing di sana."


"Mas... Ini pekerjaan ku,dan aku bertemu mereka karna bisnis,bukan untuk berkencan."


"Aku tau sayang,tapi kan kamu belum tau pria yang akan kamu temui itu pria seperti apa?"


"Dia pelanggan butik ku,ini bukan pertemuan kami yang pertama kalinya,dan di sana aku gak sendiri,ada Shifa dan Khadijah yang menemani ku."


"Tapi sayang..."


"Mas cukup..waktu kita sudah habis mas,aku harus segera berangkat ke Jakarta,aku gak mau sampai harus batal lagi." Shafiah bangkit dari duduknya.


"Sayang.." Zahfran memegang tangan Shafiah saat ia akan melangkah pergi.


"Lepaskan aku." Zahfran terkejut saat Shafiah menghempaskan tangannya begitu kuat.


"Beri aku waktu mas,aku mohon."

__ADS_1


Zahfran terdiam tak mampu berkata lagi saat melihat Shafiah memohon dengan melipatkan kedua tangannya.


Tak ingin mendengar apa-apa lagi,Shafiah berlari meninggalkan Zahfran yang masih diam membeku meratapi segala kesalahannya.


Saat ini Zahfran betul-betul menyadari kesalahannya selama ini sangat lah besar,sampai-sampai seorang Shafiah saja tidak bisa lagi memberikan maaf untuknya.


"Aku tidak akan berhenti sampai di sini,aku akan terus berjuang untuk mendapatkan kepercayaan mu kembali sayang." Ucap Zahfran sambil menatap punggung Shafiah yang semakin jauh meninggalkannya.



Di kediaman Zahfran.



Nampak pak Herlambang sedang memikirkana sesuatu sambil duduk bersandar di atas kursi. "Aku memiliki cucu kembar?" Ucap pak Herlambang sambil menatap langit-langit ruang kerja di kediaman Zahfran.



"Kenapa aku sampai tidak tau?hidup cucuku dalam penderitaan selama ini?"


Lalu Fatih...kenapa tiba-tiba ia ingin menikahi Azky,janda dari sepupunya sendiri"



Pak Herlambang terus bergelut dengan pikirannya,banyak hal yang ia tidak tahu selama lima tahun kebelakang,tapi yang pasti,saat melihat wajah-wajah cucu kembarnya,cukup membuat hatinya bergetar,apa lagi mengetahui kehidupan cucunya yang jauh dari kata layak,membuat ia merasa bersalah pada dirinya sendiri.



Kembali ke rumahsakit.


Shafiah menghela nafas panjang mencoba menetralkan perasaannya sebelum ia masuk ke dalam.


"Shafiah.." panggil Dewi sambil melangkah menghampirinya.


"Mba.."


"Kamu gak apa-apa?"


"Aku gak apa-apa mba." Ucapnya berusaha tersenyum. "Aku mau pergi sekarang."


"Kamu yakin?"


Shafiah mengangguk. "Ya mba."


"Apa perlu mba temani kamu?"


"Gak usah mba,aku bisa sendiro ko."


"Baiklah,kalau itu sudah keputusan mu."


Shafiah kembali melangkah menghampiri Azky. "Aku..pergi dulu ya,maaf aku gak bisa menemani kamu di sini." Ucap Shafiah sambil memegang erat tangam Azky.


"Mab..apa yang di katakan mba Dewi itu benar?" Merasa tak percaya dengan apa yang di katakan Dewi,akhirnya Azky kembali bertanya pada Shafiah.


Shafiah mengangguk.


"Apa ini ada hubungannya dengan ku?"

__ADS_1


"Tidak Azky."


"Lalu?"


"Aku tidak bisa menjelaskannya pada mu,maaf aku harus pergi sekarang." Shafiah melepaskan tangan Azky,lalu berpamitan dengan yang lain.


"Mba,aku titip Azky dan anak-anak ya,aku harus pergi sekarang."


"Ya Sha..mba pasti menjaga mereka."


"Kakak antar sampai depan ya." Ucap Rafa.


"Iya kak,aku berangkat ya Azky."


"Iya mba,hati-hati."


"Assalamualaikum."


"Waalikumsalam" Saut mereka bersamaan.


Sebagai seorang kakak,ia memiliki kewajiban untuk mengingatkan adiknya untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan.


"Shafiah.." Panggil Rafa sambil berjalan keluar dari rumah sakit bersama dengan Shafiah.


"Kenapa kak?"


"Bukannya kakak tidak mengerti perasaan mu,tapi.." Rafa sempat menjeda sebelum melanjutkan ucapannya. "Tidak baik bagi seorang istri keluar dari rumah tanpa di dampingi muhrimnya apa lagi dalam keadaan marah,kakak kan udah sering bilang sama kamu."


"Kak,tapi saat ini melihat wajah mas Zahfran membuat aku semakin marah."


"Hati-hati Shafiah,setan itu menggoda manusia bukan berbisik di telinga,tapi di dalam hatinya,dia terus berbisik sampai dia berhasil sampai tujuannya,apa tujuannya kamu tau?"


Shafiah menghentikan langkahnya menatap wajah Rafa dengan intens.


"tujuan mereka adalah membuat cerai pasangan suami istri,itu lah prestasi tertinggi mereka."


"Lalu apa yang kakak mau? hidup denganya lagi?"


"Untuk saat ini boleh kamu sendiri dulu untuk menjernihkan pikiran mu. Tapi ingat,setelah semua urusan di Jakarta selesai,segera kamu pulang ke surabaya,ke rumah mu bukan ke rumah kakak."


"Kakak gak mau aku tinggal bersama kakak?" Shafiah mengernyitkan dahinya.


"Bukan begitu sayang,selama Zahfran belum mengucapkan talak,kamu masih istri Zahfran,dan kamu masih terikat kewajiban-kewajiban sebagai seorang istri. Dan istri yang baik akan tetap berada di dalam rumah apapun keadaannya,kecuali ada kekerasan fisik di sana."


Shafiah kembali terdiam,mencoba mencerna apa yang kakaknya ucapkan.


"Coba pertimbangkan lagi perkataan kakak ya? kakak mau kamu bahagia,tapi untuk bercerai,kakak kurang setuju,kecuali terdapat kekerasan fisik,atau menyimpang dari agama."


"Akan aku pikirkan lagi kak,tapi untuk saat ini aku butuh waktu untuk sendiri,dan aku akan tetap ke Jakarta hari ini."


"Baiklah,jaga diri kamu ya."


"Ya kak,terimakasi."



__ADS_1


Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘


__ADS_2