
Masih sangat pagi, Abiyu yang baru bangun turun ke lantai bawah mencari keberadaan Kisya yang tak ada di sebelahnya. Itu sudah menjadi kebiasan Abiyu saat bangun, ia harus melihat wajah sang istri sebelum memulai aktivitas, rasanya seperti ada yang kurang kalau saat bangun belum liat wajahnya.
Abiyu melihat Kisya sedang asik di dapur sendiri, sangat kebetulan. Ia pun turun ke lantai bawah, menghampiri sang istri lalu memeluknya dari belakang. "Yank.." Suaranya serak khas bangun tidur.
"Kenapa?"
"Morning Kiss!" pintanya manja, ia menautkan dagunya di bahu sang istri.
"Kebiasaan ah."
"Udah tau kebiasaa, aku malah di tinggal sendiri."
"Aku lagi bikin kue, Biy.."
Abiyu mengendus mencium aroma kue kesukaannya. "Bika ambon Yank?"
Kisya mengangguk. "Iya. kesukaan kamu kan?" Ia menoleh ke samping, lalu mencium pipi Abiyu yang masih betah berada di atas bahunya.
"Widiih...hebat Yank," ia menatap tak percaya, sudah sangat lama Abiyu meminta Kisya untuk belajar membuat kue Bika ambon, dan baru sekarang terrealisasikan.
"Mangkannya kamu tunggu, aku jadi susah nih." Abiyu yang tak mau melepaskan pelukannya, menambah sulit Kisya beraktivitas.
__ADS_1
"Abiiy..." sepertinya dapur adalah tempat favorit mereka. Ia mulai memasukan tangannya ke dalam baju Kisya. menyentuh sesuatu di dalam sana yang menggunung dan kenyal.
"Ya ampun yank.. ini kenapa?" tanya Abiyu sambil meremas sesuatu di dalam sana. "Kayaknya makin gede Yank?"
"Abiy..." dengan susah payah Kisya menahan diri untuk tidak terpengaruh oleh sentuhan suaminya.
"Pasti di pijat ya? sama suaminya? waahh...hebat ya suaminya, sampai sebesar ini?" terus ia menggoda Kisya dengan kata-kata juga sentuhan.
"Tangan kamu keluarin, Abiyu.." Kisya yang baru akan mengoleskan margarin pada doublepan harus tertunda karna tangan Abiyu yang semakin nakal. Ia
enggigit bibir bawahnya untuk tidak mengeluarkan suara, tapi tangan nakal itu terus membawa dirinya pada kenikmatan tiada tara.
"Abiy..." suara Kisya terdengar lirih. tanpa aba-aba, Abiyu langsung menggendong Kisya, lalu membawanya naik ke lantai atas.
"Aku suka Bika ambon, tapi aku lebih suka kamu."
"Tapi itu berantakan di dapur."
"Bodo.."
"Abiy..."
__ADS_1
Olahraga pagi hari sering mereka lakukan, bahkan bermain saat fajar, menurutnya lebih menggairahkan. Apa lagi, Abiyu dan Kisya sedang merencanakan memiliki momongan lagi, semakin gencar mereka melakukan biologis di pagi hari, lebih sering menjelang subuh. Karna di waktu-waktu itu lah yang paling bagus berhubungan Biologis.
Kisya tidak pernah mengeluh saat Abiyu sedang manja, atau saat dia kegilaan akan tubuhnya, ia selalu melayani sang suami penuh cinta dan rasa ikhlas di dasar hatinya.
Melayani biologis suami berpahala, apa lagi kalau seorang istri bisa membangunkan gairah suami. Waah..pahalanya lebih besar, bisa di katakan saat seorang istri menawarkan diri, itu lah pahala paling besar.
Kisya selu ingat pesan mertuanya.
"Penuhi kebutuhan pandangannya, buat dia suka dengan penampilan kamu."
"Penuhi kebutuhan perutnya. Dalam arti buat suami kamu suka dengan masakan mu, sampai-sampai dia tidak mau kalau harus makan masakan orang lain."
"Dan terakhir.. Penuhi Biologisnya, kalau dia sudah puas dengan servic di rumah, dia gak akan cari servic di tempat lain."
Nasehat itu yang selalu Kisya ingat, dan dia selalu berusaha menerapkan itu, apapun akan dia lakukan demi memenuhi kebutuhan sang suami, juga putri tercintanya.
Maaf ya nyicil, aku nulis langsung UP loh ini.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya