Dia Maduku

Dia Maduku
Kisya Abiyu part 9


__ADS_3

Selang waktu 15 menit lampu pun menyala. "Ran.. Lampunya udah nyala."


Kiran langsung melepas pelukannya,lalu mengusap air matanya. "Maaf kak,maaf." Kiran menundukan wajahnya di depan Abiyu.


"Gak apa-apa Ran." Saut Abiyu biasa saja.


"Tuh kan,kak Kiran penakut." Kata Kayla dengan senyum.


Kiran malu sendiri di depan Kayla yang malah lebih berani dari dirinya yang sudah dewasa.


"Udah,jangan ledekin kakak terus,kita ke kamar ayah aja yuk,kita ambil koper."


"Come on ayah."


"Cepat ya Ran,aku tunggu di depan." Bicara pada Kiran.


"Iya kak."


Setelah semuanya siap,Abiyu membawa Kiran dan putrinya menuju kampus,guna menjemput Kisya di sana.


Ia melihat sang istri sedang berdiri di depan gerbang kampus yang tingginya lebih dari dua meter itu,ia melihat Kisya sedang berbincang dengan teman-tamannya yang lain.


Ckiik.. Mobil itu berhenti di depan,Kisya pun berpamitan dengan temannya yang lain. "Gue duluan ya.."


"Iya Kisya,Bay.."


Ia pun masuk ke dalam mobil,lalu duduk di samping kemudi. "Lama sih Biy..?" Kata Kisya setelah menutup kembali pintu mobil.


"Iya,tadi ada sedikit insiden di rumah." Saut Abiyu sambil menginjak pedal gas,perhalan mobil itu pun melaju dengan kecepatan sedang.


"Insiden apa?"


"Tadi mati lampu bunda." dengan cepat Kayla menjawab,ia duduk di jok penumpang dengan Kiran.


"Mati lampu?"


Kayla mengangguk. "Iya kak."


"Kita harus laporan Biy,satu bulan ini udah berapa kali mati lampu coba."


"Gak apa-apa,lagian gak lama juga mati lampunya." Saut Abiyu yang sedang Fokus pada jalan.


30 menit lebih mereka sudah meninggalkan Jakarta,karna lelah Kayla tertidur pulas di atas pangkuan Kiran. Abiyu memastikan mereka dari spion kecil. "Yank." Panggilnya pada sang istri,tengah menyandarkan tubuhnya pada sandaran jok.


Kisya melihat ke arah Abiyu. "Kenapa Biy..?" Ucapnya sedikit lemas.


"Tangan kamu."


"Tangan? Ini.." Kisya mengulurkan tangannya.


Abiyu meraih tangan itu lalu mencium punggung tangan Kisya penuh cinta. "Aku sayang kamu."


"Abiy,ada mereka."


"Looh..kenapa?"


"Kalau mereka bangun gimana?


"Mereka tidur sayang."


"Tapi nanti aja mesra-mesraannya di hotel,jangan di sini." Pintanya.


"Orang aku cuma pegang tangan kamu ko. yeey...mau lebih ya?"

__ADS_1


"Abiy..,ngomongnya fulgar banget sih,nanti mereka denger.


"Nggak cinta ku."


"Abiy..." menggeram.


"Iya sayang iya,maaf." Ia enggan melepaskan tangan sang istri,ia terus menggenggamnya sangat erat,dan kali ini bukan cuma Kiran yang tertidur,Kisya pun ikut tidur pulas.


"Kamu belahan jiwa ku Kisya,kamu dan Kayla adalah nyawa ku,sampai kapan pun aku akan selalu mencintai mu,aku akan berusaha membuat kamu dan buah hati kita selalu bahagia." Batin Abiyu bergumam,sesekali ia tersenyum dengan tidur Kisya yang mendengkur.


Sedang fokus berkendara,tiba-tiba ponsel milik Kisya yang ia letakan di sampingnya berdering. "Siapa?" Ia hanya melihat barisan no asing tanpa nama.


Abiyu pun mengangkat telfon itu karna tak ingin mengganggu tidur sang istri. "Hallo." Ucap Abiyu pada orang di sebrang sana,tak lama panggilan berakhir. "Ko di matiin sih? Orang iseng nih pasti." Abiyu kembali meletakan ponsel itu di tempat semula.


Ia kembali fokus pada jalan,yang sebentar lagi akan sampai di tempat tujuan,kurang dari 10 menit mobil yang mereka tumpangi pun sampai.


Begitu mobil berhenti,Kiran terbangun lebih dulu. "Kita udah nyampe kak?" Tanya Kiran yang masih memangku Kayla.


"Udah Ran." Saut Abiyu,Kayla pun menggeliat perlahan membuka mataya.


"Kak,Kita udah sampai?"


"Iya sayang,turun yuk." Kiran dan Kayla pun turun,begitupun dengan Abiyu.


Ia membuka pintu bagasi,lalu mengeluarkan semua koper,melihat keluarga Malik sudah sampai,beberapa orang yang bertugas di sana menghampiri Abiyu lalu membantu membawa masuk semua koper. "Makasi ya pak."


"Iya den."


Kisya masih tidur di dalam mobil,Abiyu mencoba membangunkannya sangat lembut. "Sayang.."


"Hhmm.."


"Kita udah nyampe."


"Iya.."


Kisya berusaha mengumpulkan kesadarannya,lalu turun dari mobil. "Katanya kita nginep di hotel.


"Aku berubah pikiran,lagian kan lebih irit,di sini kita ga nyewa."


Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam Villa yang cukup luas,dengan luas halaman 500 meter,dan bangunan 500 meter,terdiri dari 4 kamar,dan hanya dua kamar yang kuncinya terbuka,ini adalah Villa milik keluarga Malique.


Abiyu masuk ke dalam kamarnya bersama Kisya,dan Kiran masuk ke kamar satunya lagi bersama Kayla.


Setelah masuk ke dalam kamar,Abiyu menyimpan kopernya di samping lemari,lalu Kisya menjatuhkan diri di atas kasur yang empuk. "Aahh... Nikmatnya.."


"Abiy..sini,tidur di samping ku." Kisya menepuk sisi kosong sebelahnya.


Ia pun mendekat sambil melepaskan satu persatu kancing kemejanya.setelah bertelanjang dada,Abiyu menjatuhkan diri di atas Kisya. "Yank.. Aku mau masuk sekarang."


"Masuk ke mana?"


Tangan Abiyu berada di area sensitifnya. "Ini yank."


"Abiyy..' Siara Kisya terdengar sangat lirih,ia menggigit bihir bawahnya menahan kenikmatan. "Kita baru nyampe,ini masih sore loh.."


"Tapi aku mau sekarang sayang. Ayolah.." Abiyu membangunkan tubuh Kisya,lalu menurunkan relsleting dres yang ia kenakan. Terlepas sampai bawah,ia melempar baju itu ke sembayarag arah.


"Aku gak bisa tahan setiap kali berdua dengan mu sayang." Cup,Abiyu mencium bibir Kisya sangat lembut,


Ia memposisikan dirinya di bawah,sedang Kisya berada di atas,rambut Kisya yang wangi menutupi wajah cantiknya,Abiyu menyibakan rambut ke belakang telinga. "Cantik."


Kiaya tersenyum kecil sambil bekerja. di atas Abiyu,sesat akan mencapai puncak,Abiyu langsung memposisikan dirinya di atas,Kisya di Bawah,dengan beberapa kali hentakan,akhirnya mereka mencapai punvak bersamaan. "Semoga setelah ini kita punya ank kembar sayang." Kata Abiyu yang masih belum turun.

__ADS_1


Kisya meresponnya dengan senyum. "Maaf. Biy,aku belum siap punya anak lagi,aku terpaksa harus suntik KB supaya tidak hamil sekarang-sekarang ini,aku harus kuliah sampai aku sukses,aku janji,setelah selesai Kuliah,baru akan mempertimbangkannya lagi." Batin Kisya bergumam.


Abiyu mencium kening Kisya,lalu turun dari tubuh sang istri. Saat duduk di tepian ranjang,ponsel Kisya kembali berdering dari no yang tadi,tanpa nama.


"Yank,ada telfon nih."


"Dari siapa?"


"Gak ada namanya."


"Angkat aja."


Abiyu mengangakat telfon itu,lagi-lagi di matikan. "Di matiin lagi yank."


"Orang iseng kali Biy. Biarin lah." Kisya bangun,memunguti pakaiannya di lantai.


Lalu Abiyu masuk ke dalam kamar mandi,dan lagi no tersebut melakukan panggilan. "Siapa sih?" Kisya mendengus kesal.


"Hallo... Siapa sih?"


"Kisya..."


"Loh..ini ada suaranya." Batinnya bergumam.


"Siapa ini?" Tanya Kisya terheran.


"Ini aku Radit,Kisya."


"Kak Radit? jadi yang tadi di matiin itu dia,karna Abiyu yang angkat."


"Kisya."


Tak lama,Abiyu pun keluar dari kamar mandi. "Siapa sayang?" Tanyanya sambil melangkah mendekat.


"Aku...aku..gak tau Biy,dia gak mau ngomong.."


"Blokir aja no nya." Pinta Abiyu,yang mana Radit pun mendengarnya.


"Jangan di blokir Kisya,aku tau kamu lagi ke anyer,aku cuma mau kasih tau kamu,kalau ini no ku. Di save ya." Saut Radit,lalu sambungan telfon pun terputus.


Abiyu berjongkok di depan Kisya. "Siapa sih yank?"


"Aku gak tau Biy."



Mohon maaf lahir batin ya Reader 🙏🙏🙏



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Jangan lupa bunganya di tebar luas ya setaman


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2