Dia Maduku

Dia Maduku
Extra part 10


__ADS_3

"Boleh masuk?" Zahfran masih berdiri di depan pintu bahkan belum selangkahpun masuk ke dalam.


"Tapi.. Mas Fatih gak ada di rumah." Ucap Azky sedikit ragu.


"Oh.. Maaf,aku lupa bilang Fatih kalau mau ke sini. Kalau begitu bisa bilang Abiyu kalau aku mencarinya?" Pintanya lagi.


"Baiklah,aku panggil dulu. Tapi..."


"Gak apa-apa,aku tunggu di sini saja." Zahfran tau akan kecanggungannya.


Sementara Azky memanggil Abiyu,Zahfran menunggu di luar bersandar pada dinding sambil memainkan ponselnya.


Setelah beberapa saat,Azky kembali menghampiri Zahfran yang masih berdiri di luar. "Mas.." panggilnya pelan.


"Iya.." Zahfran memutar tubuhnya. Ia tidak melihat Abiyu bersama Azky. "Di mana Abiyu?" Tanyanya.


"Dia tidur mas,aku gak tega banguninnya."


"Tidur?"


Azky mengangguk iya.


"Ya sudah,kalau begitu bilang padanya kalau aku datang menjemputnya pulang,dan suruh dia pulang karna bundanya merasa kesepian sendiri di rumah."


"Iya mas,nanti aku sampaikan kalau dia sudah bangun."


"Oh iya... bagaimana anak-anak? Mereka baik-baik saja kan?" Kembali ia menanyakan kabar putri kembarnya.


"Alhamdulillah,mereka baik-baik saja mas."


Sempat terdiam sejenak sebelum kembali bicara. "Hhmm..Sebetulnya.. aku juga mau bertemu mereka,tapi..karna Fatih tidak di rumah,lain kali saja aku datang lagi menjemput mereka. Boleh kan?"


"Boleh ko." Saut Azky dengan senyum ramah.


"Ya udah,kalau gitu.. Aku pamit."


"Mau pamit ke mana?" Tiba-tiba suara Fatih terdengar di sela percakapan santai mereka.


"Mas Fatih?"


Kehadiran Fatih yang tiba-tiba,cukup mengejutkan,karna tak ingin menimbulkan prasangka buruk,Azky langsung menyambut kedatangan suaminya dengan mencium punggung tangan sang suami,lalu memeluknya erat di depan Zahfran.


Melihat pemandangan di depannya,sedikit membuatnya tidak nyaman,namun ia berusaha biasa saja dengan melempar senyum pada Fatih. "Sayang..kenapa?" Ucapnya sambil mengusap lembut punggung sang istri.


"Aku bersumpah,mas Zahfran gak masuk ke dalam rumah." Azky berbisik di telinga suaminya.


"Aku percaya sama kamu sayang,sekarang cepat lepaskan pelukan mu,gak enak ada Zahfran di sini."


Perlahan ia mulai melonggarkan pelukannya,dan berdiri tepat di sebelah suaminya sambil menautkan tangannya pada tangan sang suami. "Ayo masuk." Ajak Fatih pada Zahfran.


"Aku cuma mau ketemu Abiyu,tapi..Azky bilang Abiyu tidur,jadi...lain kali saja aku ke sini lagi sama Shafiah."


"Jangan dulu pulang,ada yang mau aku bicarakan,mengenai Abiyu."


"Kenapa? Apa yang terjadi dengan putra ku?" Tanya Zahfran dengan mengernyitkan dahinya heran.


"Mangkannya,masuklah,kita bicara di dalam."

__ADS_1


Zahfran mengangguk tanpa ragu. "Baiklah."


Sebetulnya Fatih sudah berjanji pada Abiyu untuk tidak menceritakan masalahnya pada orangtuanya,tapi.. Karna ini masalah yang cukup berat,mau tak mau ia pun harus menceritakannya pada Zahfran.karna hanya ia lah yang berhak mengambil keputusan atas masa depan putranya.


"Ada apa? Apa yang terjadi dengan putra ku?" Tanya Zahfran pada Fatih setelah mereka sama-sama duduk di ruang tamu.


"Tenang,aku kan menceritakan semuanya,tapi kamu harus janji jangan marah,dan sikapi masalah ini dengan kepala dingin. Ok."


Mendengar perkataan Fatih seperti itu,Zahfran semakin di buat penasaran dengan masalah yang menimpa putranya,ia sudah tidak sabar mendengar apa yang akan Fatih katakan.


"Putra mu sudah tidur dengan teman sekolahnya."


"Apa..?" Ia mengernyitkan dahinya seolah tak percaya. "Apa yang kamu katakan Fatih?"


"Aku berkata yang sebenarnya Zha."


"Bagaimana bisa dia melakukan itu? bahkan dengan teman sekolahnya?" Masih tak percaya.


"Mereka di jebak,saat itu mereka menghadiri pesta ulangtahun temannya." Fatih mulai menceritakan apa yang Kisya ceritakan padanya,ia juga memberitahu tentang Abiyu yang menolak bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi.


"Astagfirullah... Apa yang kamu lakukan Abiyu?" Zahfran sudah tidak sanggup berkata lagi,tangannya mengepal keras,menahan emosi.


Fatih yang mengerti akan situasi saat ini,ia coba menenangkan Zahfran dengan menepuk-nepuk pundaknya. "Tenanglah,cari jalan keluar dengan kepala dingin." Ucap Fatih seraya menenangkan.


"Jangan ada yang mengatakan hal ini pada istri ku,saat ini kandunganya sedang lemah." Pinta Zahfran sambil memegang tangan Fatih.


"Kamu tenang aja,kita tidak akan mengatakan apapun pada Shafiah."


"Terimakasih. Sekarang katakan di mana kamar Abiyu?" Wajah Zahfran berubah merah padam.


"Mau ngapain?" Melihat raut wajah Zahfran yang seketika berubah,cukup membuat Fatih Khawatir.


"Kamu harus tenang dulu,aku tidak akan mengizinkan kamu menemui Abiyu dalam keadaan marah seperti ini,aku tidak mau kalau kamu sampai menyakiti putra mu."


"Aku tidak akan menyakitinya,cepat katakan di kamar mana ia tidur?" Zahfran meniggikan suaranya.


Azky yang saat ini berada di kamar bersama kedua putri kembarnya,terkejut mendengar teriakan Zahfran begitu menggema. Ia berusaha mengalihkan perhatian putri-putrinya agar tidak mendengar suara ayahnya.


Tapi sayangnya Zahfran kembali berteriak memanggil Abiyu berkali-kali,hingga salah satu dari mereka mendengar suara itu. "Umi..aku dengar suara ayah." Kata Aisyah sejenak menghentikan permainannya.


"Oh ya? ko umi gak denger ya?"


"Tapi aku dengar."


"Mungkin itu karna Aisyah kangen sama ayah. Besok umi ajak kalian bertemu ayah ya?" coba membujuk,karna sebetulnya dari kemarin mereka meminta untuk di antar ke rumah bundanya,karna kesibukannya di Restauran,ia belum sempat mewujudkan keinginan mereka.


"Maaf nak,bukannya umi gak mau kalian bertemu ayah kalian,ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu,umi janji,kalau keadaannya sudah membaik,umi akan antar kalian bertemu sama ayah sama bunda."


"Ok..aku panggil dia keluar,tapi aku mau kamu berjanji untuk tidak menyakiti putra mu."


"Cepat lah panggil dia." pintanya lagi.


Sementara Fatih membangunkan Abiyu,nampak Zahfran mondar mandir di depan sofa seraya berfikir. "Bagaimana dengan Shafiah? bagaimana cara ku memberitahu semua ini padanya? Abiyu..kamu keterlaluan." Batin Zahfran bergumam dengan memijat pangkal hidungnya.


"Ayah..?" Panggilnya penuh tasa takut di balik punggung Fatih seraya meminta perlindungan.


"Ayah sudah tau semuanya. Kamu harus bertanggungjawab nak." Dengan susah payah ia menahan emosinya.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan ayah?"


"Kamu harus menikahinya." Tegas Zahfran.


"Tidak..aku masih mau sekolah."


"Kamu harus menikahinya." Kali ini ia mengatakannya dengan berteriak.


"Zahfran tenang lah."


"Aku tidak mau ayah..aku tidak mencintainya,,aku mau sekolah."


"Kamu tetap sekolah nak,kamu juga tetap kuliah."


"Tapi aku tidak mau menikahinya" Abiyu berteriak.


"Katakan di mana dia tinggal."


"Aku tidak akan mengatakannya."


"Abiyu.."


"Aku tidak mau ayah."


"Menikah dengannya,atau kamu akan kehilangan aku dan bunda mu?"


"Zahfran..!" Kali ini Fatih yang membuka suara. "Jangan berkata seperti itu,Abiyu cepat katakan di mana rumah gadis itu?" Tanya Fatih pada keponakannya.


"Di sebuah perkampungan XX."


"Ayah akan mempersiapkan pernikahan kalian."


"Tapi ayah.."


"Kamu harus bertanggungjawab."



Ramaikan cerita baru ku yuk,berjudul : \*Scandal cinta om Arga\*



Hari ini UP bab yang ke 5 ( Bergetar )



Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya kak. Rencananya Scandal cinta om Arga mau ikutan lomba,siapa tau kan ada rejekinya 😁🙏.



Boleh dong tanda cintanya.


LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Biar Author tambah semangat.💝🙏


__ADS_2