
Perkatakan Khadjah sangat menyakitkan,luka yang sudah lama mengering,kini harus kembali tergores. "Kenapa kamu lakukan ini Jia. Kamu menyakiti ku." Batin Shafiah bergumam sambil berjalan cepat menuju parkiran mobil.
Ia kembali menangis sesaat setelah berada di dalam mobil,bayangan masa lalu kembali berputar dalam pikirannya,katakan lah saat ini ia sedang lemah,ia mudah sekali untuk menangis,mungkin ini karna faktor hormon kehamilannya.
Tapi,tak bisa di pungkiri,kalau perkatan adik iparnya saat ini sangat melukai perasaannya,hingga ia harus kembali meneteskan air mata. "Astagfirullah,kenapa aku selemah ini? Sadarlah Shafiah,adik mu tidak bermaksud menyakiti hati mu,ia mengatakan itu karna kesal pada kakaknya." Ia berkata pada dirinya sendiri seraya menenangkan.
Tak lama setelah itu,tiba-tiba pintu mobil di sisi kemudi terbuka,Shafiah segera mengusap air matanya,berusaha menutupi rasa sakitnya dari sang suami yang baru saja masuk ke dalam mobil. "Mas.. Udah selesai?" Tanya Shafiah berusaha biasa saja.
Bukannya menjawab pertanyaan,Zahfran langsung membawa sang istri ke dalam pelukannya. "Mas.."
"Maafkan aku sayang,maafkan aku... Aku mohon jangan memikirkan apa yang Jia katakan tadi ya."
"Iya mas,kamu tenang aj,aku juga tau kalau Jia tidak bermaksud mengatakan itu."
"Terimakasi sayang." Zahfran melonggarkana pelukanya lalu menangkup pipi sang istri dengan kedua tangannya. "Tidak ada sedikitpun yang kurang dalam diri mu. Percayalah."
"Terimakasi mas." Saut Shafiah dengan senyum.
Tak lama setelah itu,seseorang mengetuk kaca mobil di sisi sebelah kiri,ia melihat Khadijah berdiri di dekat pintu sambil menangis,Shafiah segera membuka pintu lalu keluar menghampiri sang adik. "Jia."
Dalam hitungan persekian detik,khadijah langsung bersimpuh di depan Shafiah lalu memeluk pinggang sang kakak,dan menumpahkan rasa penyesalannya di sana. "Maafkan aku mba,aku tidak bermaksud menyakiti perasaan mu. Hikss..hikss..." Ucap Khadijah penuh penyesalan,ia memeluk sang kakak dengan tangis terisak-isak.
"Jia,aku mohon jangan seperti ini,bangunlah." Shafiah menggenggang bahu sang adik lalu membawanya untuk berdiri.
"Mba boleh menghukum ku,tampar aku bila perlu mba,aku memang pantas mendapatkannya." Hikss..hikss..
"Beneran nih boleh?" Ucap Shafiah menggoda.
Khadijah mengangguk sambil memejamkan matanya,bersiap-siap mendapatkan hukuman dari sang kakak.
Untuk beberapa sat ia menunggu,tapi sang kakak tak kunjung melakukan apapun,khadijah membuka matanya perlahan,dengan ujung matanya ia mengintip. "Ko diem kak?gak jadi tampar nya?"
"Aku gak mungkin nampar adik ku sendiri,dengan kamu menyesali kesalahan,itu sudah cukup buat aku." Ucap Shafiah sambil mengusap air mata Khadijah yang terus mengalir.
"Tapi mba memaafkan aku kan?'
"Hhmm..akan aku maafkan,tapi dengan satu syarat."
"Apa itu? Aku akan penuhi semua keinginan mu."
"Tolong,jangan sekali-kali lagi membahas masa lalu kami,jangan bahas masalah Azky,karna bukan hanya kami yang tersakiti,bagaimana kalau Azky,Fatih,atau Abiyu mendengarnya? Mereka semua juga akan ikut tersakiti. Kita sudah bahagia dengan pasangan masing-masing Jia,aku gak mau mengingat masa lalu itu lagi."
"Iya mba,aku janji,aku gak akan membasah itu lagi,sekali lagi maafkan aku."
"Baiklah aku maafkan." Ucap Shafiah dengan senyum.
"Terimakasi mba." Khadijah kembali memeluk sang kakak. Sedang Zahfran masih berada di dalam mobil,tangannya mengepal kuat memegang kendali stir,ia mengutuk dirinya atas semua perbuatan yang pernah ia lakukan.
"Maaf... Hanya itu yang bisa aku katakan sayang,maafkan aku."
Kediaman Fatih.
Setelah melerai perkelahian Abiyu dan Kisya di pinggir jalan,akhirnya Azky membawa mereka ke rumahnya untuk menyelesaikan masalah dan mencari jalan keluar yang baik untuk mereka.
Begitu tiba di rumah,Abiyu langsung mendapatkan sambutan hangat dari adiknya Asiyah,ia berlari menghampiri sang kakak dan langsung memeluknya. "Kakak kemana aja? Kenapa gak pernah di ajak aku main lagi?" Kata Asiyah sambil mendongakan kepalanya ke atas.
"Maaf... Akhir-akhir ini kakak sibuk sekolah." Saut Abiyu sambil mengusap lembut puncak rambut sang adik.
"***Cih..kamu itu angkuh Abi,kamu dingin,kamu jahat,bisa-bisanya kamu pura-pura bersikap lembut pada anak kecil***." Batin Kisya bergumam yang masih berdiri di belakang Abiyu.
"Ayo masuk,ajak Azky pada mereka yang masih berdiri di ambang pintu.
__ADS_1
"Iya tante." Saut mereka bersamaan.
Abiyu melepaskan sepatunya lalu masuk ke dalam sambil menggendong sang adik. "Di mana kak Aisyah?" Tanya Abiyu sambil berjalan masuk menuju ruang tamu di ikuti Kisya dari belakang.
"Kak Aisyah lagi marah." Saut Asiyah dengan suara lirihnya
"Marah kenapa?" Abiyu kembali bertanya.
"Boneka kakak rusak."
"Ko bisa?"
"Aku gak sengaja kak,tangannya putus waktu aku tarik,habis aku mau pinjam tapi kakak pelit." Ia mengerucutkan bibirnya terlihat sangat lucu.
"Oh..lain kali jangan rebutan ya,nanti kakak belikan kalian boneka baru.ok."
"Benarkah?" Mata Asiyah berbinar.
Abiyu pun mengangguk sambil mencium pipi sang adik karna gemas.
Selang beberapa waktu,Azky dan Fatih kembali sambil menggendong Aisyah. "Adek..ikut Abi ke taman yuk." Ajak Fatih pada Asiyah.
"Gak mau,aku mau sama kak Abi."
"Kak Abinya mau istirahat dulu nak." Timpal Azky sambil membawa sang buah hati ke atas pangkuannya.
"Tapi aku mau main sama kak Abi, umi.." Ucap Asiyah sambil menatap wajah uminya.
"Nanti malam aja ya,kak Abi kan mau nginep."
"Benar kak?" Bertanya pada sang kakak.
"Iya sayang." Saut Abiyu dengan senyum.
"Tuh,iya kan. Sekarang Aisyah ikut main sama Abi ya di taman."
__ADS_1
"Iya umi."
Fatih menggendong kedua putri kembarnya membawa mereka bermain di taman,sementara Azky mengobrol dengan Abiyu dan Kisya.
Semua terdiam tak ada yang berani membuka suara,bahkan setelah Fatih pergi pun mereka diam bergelut dengan pikiran masing-masing.
"Mau sampai kapan kalian diam seperti ini?" Tanya Azky setelah duduk bersama mereka di atas sofa,ia duduk sejajar dengan Kisya,sedangkan Abiyu duduk di single sofa.
"Aku mau Abiyu bertanggung jawab tante."
"Enak aja,memangnya itu kemauan ku?" Tukas Abiyu dengan malas.
"Terus kamu fikir itu kemauan ku?" Saut Kisya.
"Kenapa cuma aku yang harus bertanggung jawab?"
"Lalu aku harus minta pertanggung jawaban siapa lagi? Bagaimana kalau aku hamil?"
"Cih..kamu fikir semudah itu hamil."
"Enak ya kamu bilang kayak gitu,bagaimana kalau itu benar-benar terjadi,kalau pun tidak, bagaimana dengan keperawanan ku?" Ucap Kisya dengan berapi-api.
Azky masih diam mendengar apa yang mereka inginkan,dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa Zahfran dan Shafiah selaku orangtua kandung Abiyu.
"Pokoknya aku gak mau nikahin kamu."
"Kamu harus nikahin aku Abiyu malique."
Stay terus.
Kalau responnya masih banyak,akan Author UP lagi nanti.
Jadi tau dong mesti apa?
Iya..
LIKE
KOMEN
VOTE
Gratis ko,gak perlu beli koin pula.🤗😘🙏.
__ADS_1
Lanjut?