Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 37


__ADS_3

Azky membawa Kayla dan putri kembarnya naik ke lantai atas ke kamar Kayla, ntuk memakai baju, Para lelaki masih duduk di atas balkon, karna keributan di sana belum selesai, salah satu dari mereka samar-samar mendengar tangis seseorang, seketika obrolan mereka pun terhenti. "Biar aku liat." Zahfran pun bangkit dari duduknya menemui arah sumber suara.


Zahfran melihat Shafiah masih memeluk Kiran di lantai, sedang Kisya masih berada dalam pelukan Abiyu dengan tangis terisak. "Dia akan merebut mu Abiyu.."


"Gak ada yang bisa merebut aku dari kamu Kisya, aku cuma milik kamu, cuma kamu istri ku." Abiyu menyeka air mata Kisya yang terus mengalir deras.


"Tapi dia mencintai mu Abiy.."


"Biarkan dia mencintai ku, yang penting aku tidak mencintainya."


"Ada apa ini..?" Zahfran melangkah masuk menghampiri sang istri, lalu Shafiah membawa Kiran untuk berdiri.


"Mas.." Shafiah berusaha menutupi dengan diam tidak menjawab pertanyaan Zahfran.


"Sayang.. ada apa? kenapa diam?"


"Ada apa dengan kalian?" Zahfran mengerutkan keningnya di buat heran dengan pemandangan di depan matanya.


Secepat kilat Kisya menjawab. "Kiran mencintai Abiyu, Ayah."


"Dia penghianat." Kisya menekankan kata penghianat.


"Yank..udah dong, jangan ceritain ini ke ayah."


"Kenapa?" Katanya menatap tajam.


"Itu kenyatannya Abiy."


"Itu akan melukai harga diri Kiran sayang."


"Harga diri? Harga diri yang mana? Dia sudah kehilangan harga diri sejak mencintai kamu, seharusnya dia pikirkan itu dari awal, jangan malah terlena dengan kebaikan kamu."


"Cukup Kisya, Cukup."


"kenapa kamu bentak aku?"


"Dia.." Jarinya menunju pada Kiran. "Harusnya kamu marah sama dia, bukan aku." Kiran terus meninggikan suaranya di depan suaminya.


"Tunggu, tunggu.." Kisya semakin mengerutkan keningnya. "Perasaan dari tadi kamu terus ngebela wanita itu?"


"Jangan-jangan.. Kamu juga suka sama dia?"


"Iya..?"


Abiyu mengusap wajahnya kasar. "Kisya tolong, tolong berhenti mengatakan hal yang tidak-tidak, tolong berfikir jernih."


"Aku tidak mencintainya, dan tidak akan pernah mencintainya. Ngerti kamu?" Sangat lantang Abiyu mengatakan itu.


"Kenapa sesakit ini? ucapan kak Abiyu lebih menyakitkan dari tamparan tadi, jauh lebih menyakitkan." Kiran memejamkan matanya, namun air mata itu terus mengalir.


"Berapa kali aku bilang, aku tidak mencintinya." Abiyu memegang kedua bahu sang istri.


"Aku harus berbuat apa lagi?"


"Pecat dia." Pintanya sangat cepat.


"Apa..?" Lagi dan lagi permintaan Kisya di luar kemampuannya, bukan karna tidak bisa mengabulkan permintaannya, tapi ini terlau kejam, dalam keadaan panas seperti ini, tidak mungkin ia lakukan walaupun ia mampu.


"Pecat dia, baru aku akan tenang."


"Sya.. Lebih baik kita selesaikan masalah ini dengan kepala dingin, Kalaupun kamu tetap memecatnya, seenggaknya perbaiki dulu masalahnya." Timpal Shafiah.

__ADS_1


"Apa yang di katakan bunda benar sayang, di rumah kita lagi banyak orang, semua lagi kumpul, gak lucu kan kalau semua orang tau kejadian ini." Kata Zahfran coba meredam amarah Kisya.


"Tadi aja, sebelum ayah ke sini, mereka bertanya-tanya denger kamu nangis, gak enak kan kalau mereka tau?"


"Jadi tolong lah, tolong sedikit kamu tahan emosi kamu, kita bicarakan ini baik-baik, senggaknya sampai mereka pulang. Ya..?"


Kisya mendongakan kepalanya menatap wajah Abiyu ketakutan, takut akan kehilangan dirinya, lalu memeluk Abiyu sangat erat. "Aku takut Abiy... Aku takut kamu berpaling." hikss..hikss..


"Itu gak akan pernah terjadi Yank."


"Aku gak akan pernah berpaling dari kamu."


"Hati aku cuma buat kamu."


"Tapi Kiran jahat Biy, dia mengkhianati kepercayaan ku." hikss..hikss..


"Udah yank, aku yakin Kiran juga pasti menyesalinya."


"Aku juga yakin itu cuma perasaan sesaat." Abiyu terus mengusap punggung dan rambutnya seraya menenangkan, walau tangis itu masih terdengar.


Cukup lama Abiyu memeluk Kisya, Perasaannya sedikit lebih tenang, tangisnya juga mulai mereda, Abiyu melonggarkan pelukannya cuma untuk mengusap sisa air mata di pipi Kisya. "Udah yah, jangan nangis lagi."


Anggukanlah sebagai jawabannya.


"Ya udah, kita ke kamar aja, kamu istirahat, gak enak kalau semua orang liat kamu nangis."


"Iya.. aku juga muak ngeliat wajahnya."


"Kisya.." Abiyu terus mengatakannya selembut mungkin, lalu membawa Kisya naik ke lantai atas menuju kamar mereka, sedang Kiran masih dalam rangkulan Shafiah, Zahfran juga masih di sana, karna ingin mendengar penjelasan dari sang istri. Namun sebelum itu, ia membiarkan Shafiah menenangkan Kiran lebih dulu.


"Kamu gak apa-apa Ran?" Tanya Shafiah khawatir, karna jelas tadi menantunya menampar dia sangat kencang. dan jejaknya masih terlihat karna kulit kiran yang putih. "Sakit banget ya?"


Shafiah mengusap air mata Kiran dengan tangannya. "Kiran.. Maafin Kisya ya, di cuma lagi emosi aja."


"Tidak nyonya. wajar dia menampar saya, saya memang pantas di tampar."


"Dia cuma lagi emosi aja Ran."


"Aku malu nyonya, aku malu dengan perasaan ini." Hikss..hikss.. Kiran membenamkan wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Aku malu pada kalian, aku tidak tau diri, semua yang di katakan kak Kisya itu benar nyonya."


Kasihan, hanya merasa kasihan melihat Kiran seperti ini, Shafiah kembali memeluk Kiran, lalu mengusap punggungnya seraya menenangkan.


"Saya tidak pantas di perlakukan sebaik ini nyonya, Saya terlalu hina."


"Jangan katakan itu Kiran, Cinta gak pernah salah, dia datang tanpa kita mau, bahkan menolaknyapun tidak bisa, tugas kamu sekarang berusahalah untuk melupakan Abiyu, perlahan sayang, aku rasa kamu mampu kalau mau berusaha lebih keras lagi."


Shafiah melepaskan pelukannya, mengusap lembut bahunya. "Kamu tenangin dulu diri kamu, gak perlu jaga Kayla."


"Kalau saya gak kerja, apa kata yang lain nyonya?"


"Itu urusan aku nanti."


Kiran menggenggam erat tangan Shafiah. "Nyonya, anda sangat baik, bukan menghukum ku, marah atau apapun, anda malah bersikap baik."


"Kiran, saat ada yang khilaf, kewajiban kita untuk mengingatkannya, bukan menghukumnya."


"Terimakasih nyonya, terimaksih."


Shafiah tersenyum. "Ya udah, kamu beresin dulu lantainya, habis itu istirahat."

__ADS_1


"Baik nyonya."


"Ayo sayang." Zahfran menggandeng tangan Shafiah, membawanya keluar dari kamar Kiran, dan membirkan dia menenangkan diri.


"Mau cerita sekarang?" Tanya Zahfran setelah melangkah lebih jauh dari kamar Kiran.


"Nanti aja mas, mending kamu temenin mas Fatih sama Adlan dulu, kalau mereka nanya, bilang aja tadi ada sedikit kesalahan, dan Kisya marah."


"Udah gitu aja." Ujarnya.


Zahfran mengangguk pahan. "Tapi nanti cerita ya."


"Iya mas.."


"Aku mau lanjut masak lagi ya, udah siang nih.. Mas laper kan?"


"Iya lah, ini udah lewat jam sarapan ku tau."


"Iya maaf." Ucapnya sambil tersenyum. Lalu Shafiah pun pergi ke dapur, sedang Zahfran masih berdiri di depan tangga, melihat ke arah sang istri berjalan semakin jauh. "Hati kamu sangat mulia sayang, kamu gak pernah berubah, kamu selalu sabar menghadapi semua masalah."


"Aku bersyukur memiliki mu."


"Kakek.." Kayla memeluk Zahfran dari belakang. "Kakek ngapain?"


Zahfran memutar tubuhnya. "Kayla.. Ngagetin kakek aja." Lalu menggendongnya. "Dari mana?"


"Habis ganti baju sama Aunty kembar." Sautnya.


Di sana ada Azky dan si kembar yang baru turun bersama Kayla barusan. "Umi.. kita nonton TV aja ya." kata Asiyah.


"Ya udah sayang."


"Ayo kak." Ajaknya pada sang kakak, juga pada Kayla. Zahfran pun menurunkan Kayla dari gendongannya.


"Hati-hati ya, jangan berantem, nanti kita sarapan bareng."


"Iya ayah." Setelahnya mereka.pun pergi menuju ruang santai sambil menggandeng tangan Kayla, dan tinggalah Azky dan Zahfran di sana.


"Hhmm.. Mba Shafiah ke mana mas?"


"Shafiah di dapur. Katanya belum selesai masak."


"Iya, tadi sempet ke jeda sebentar sih."


"Ya udah deh, aku ke dapur dulu mas, bantu masak."


Zahfran mengangguk dengan senyum. "Baiklah." Setelahnya Azky pun ke dapur, sedang Zahfran kembali menemui mereka yang masih berkumpul di atas balkon.


"Jangan keluar dari kamar tanpa Aku. Abiy.."


"Iya Yank.."




Seneng deh banyak yang kasih jempol dan kolom komentarnya full.


Lagi dong lagi 🥰🥰🙏.


Author makin semangat nih nulisnya.🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2