
"Kita mau ke mana kak?" Tanya Kiran yang duduk di jok penumpang,sedang Kayla duduk di jok samping kemudi.
"Kita ke rumah bunda, Ran." Ia melirik ke belakang melalui kaca spion kecil yang menggantung.
"Nyonya Shafiah?"
Abiyu mengangguk. "Iya."
"Jadi..selama ini kakak tinggal di sana?"
"Nggak,aku tinggal di kontrakan,tapi mulau sekarang kita akan tinggal di sana."
Kayla yang kegirangan,terus mengayunkan kakinya yang tak menapaki lantai mobil seraya bertanya dengan wajah bahagianya. "Ayah,kita mau ke rumah Nekda?"
"Iya sayang." Abiyu mengusap puncak rambut Kayla dengan tangan kirinya.
"Sama kak Kiran juga?"
"Iya dong.." Ucapnya dengan senyum.
"Ye.. Aku gak bakal kesepian lagi ya kan ayah?" Ia menatap sang ayah,sedikit memiringkan wajahnya lucu.
"Iya sayang."
"Ada siapa aja di rumah Nekda?"
"Banyak..."
Kayla mulai menghitung dengan jarinya,ia melipat jari jempolnya. "Ada aunty Audy?" Kembali ia menatap sang ayah.
"Ada."
"Ada aunty kembar?" Ia melipat jari telunjuknya.
"Ada,semua ada di rumah Nekda."
"Yeee....." Baru membayangkannya saja ia begitu bahagia,sepanjang perjalanan celoteh Kayla menghangatkan suasana di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang menuju kediaman Shafiah.
__ADS_1
"Ting tong... Beberapa kali Abiyu menekan bel di depan pintu. Masih berdiri di sana,ada beberapa orang yang melintas mengenal Abiyu menyapanya dengan senyum,ada juga yang betanya padanya.
"Eeh..nak Abiy.. Kemana aja baru keliatan?" Sapa ibu itu ramah.walaupun ramahnya terasa aneh.
"Ada aja bu."
"Jarang ke sini ya?"
"Iya.." Abiyu tersenyum.
"Iya,nak Abiy jarang banget ke sini,kirain tinggal di Sidney,sekalinya ke sini,gandeng istri baru."
Ucapan ibu itu sontak membuat Abiyu buru-buru meluruskan. "Bukan bu,ini bukan istri ku,ini pengasuh putri ku,Kayla."
"Oh.." Mulut ibu itu membentuk huruf O,sambil mendelik ke arah Kiran. "aku fikir istri nak Abiyu yang baru,cantik ya pengasuhnya."
Sementara Abiyu meladeni pertanyaan ibu-ibu itu,pertanyaan lebih mengarah mengintrogasi,Kiran terus menekan bel berharap cepat-cepat di buka oleh pemilik rumah. "Kalau gak,ibu itu gak akan berhenti bertanya."
Tak lama pintu pun terbuka. "Abiy,Kiran,Kayla? Kalian..?" Kata Shafiah cukup terkejut dengan kedatangan mereka bertiga,namun bukan bertiga dengan menantunya.
"Bunda..." Abiyu langsung mencium punggung tangan sang Bunda,begitupun degan Kiran,dan juga Kayla.
Abiyu melangkah masuk lebih dulu,di ikuti Kiran dan Kayla dari belakang sambil menggandeng tangannya. "Hai cantik..." Menyapa Kayla sambil mencium pipinya.
"Nekda,aunty Nindy di mana?" Ia mendongakan kepalnya ke atas.
"Aunty Nindy ada di kamarnya pinter,lagi maen Barby tuh.."
"Boleh Kayla ikutan?"
"Boleh dong."
"Ayah..aku mau ke kamar Aunty Audy." Pintanya.
"Boleh,tapi janga nakal ya." Kayla pun langsung berlari kegirangan menuju kamar Audy,sementara Abiyu dan Kiran duduk di sofa ruang keluarga. Abiyu bersandar sambil memijat pangkal hidungnya yang terasa pening. "Aah melelahkan."
"Bunda buatin minum ya...?"
__ADS_1
Merasa tak enak hati,Kiran menawarkan diri membuatkan mereka minuman "Boleh kan nyonya?"
"Boleh,tapi.."
"Gak apa-apa nyonya,aku lebih nyaman bisa melakukan sesuatu,daripada di layani,gak enak."
"Ya udah,kalau kamu mau. Dapurnya di sana ya." Menunjuk ke sebelah kanan dekat lemari besar yang berisi bayak hiasan pajangan sebagai penyekat ruangan. Kayla pun bergegas ke dapur,membuatkan minuman untuk Abiyu.
"Kenapa?" Langsung bertanya,karna sudah di pastikan kedatangannya bukan sekedar berkunjung,apa lagi dengan dua koper yang masih berdiri tegak di samping sofa.
"Aku bawa Kayla tinggal di sini bun. Boleh kan?"
"Ya boleh dong,cuma ko tiba-tiba. Jangan bilang kamu belum baikan sama istri mu."
"Belum,dia tetap keraskepala gak mau mengakui kesalahannya."
Abiyu bangkit dari duduknya. "Aku istirahat dulu deh,nanti kita ngobrol lagi."
"Teh nya?"
"Suruh Kiran bawa ke kamar aja bun,aku cape banget." Ia pun berlalu pergi menuju kamar yang dulu pernah ia tempati.
Jangan lupa untuk selalu mendukung ya.
LIKE
KOMEN
VOTE
BUNGA
__ADS_1
LOVE U 💋💋😍