
PERINGATAN. BACA SEBELUM IMSAK,ATAU SESUDAH BUKA 😁😁😁🙏🙏🙏.
"Saya Kirania,Kirania rosalie."
"Saya Abiyu malique."
Mereka berjabat tangan dengan melempar senyum ramah,selesai berkenalan,Abiyu melanjutkan sesi tanya jawabnya.
"Kirian.. Aku panggil Kiran boleh?"
"Boleh pak."
Abiyu mulai melihat sangat teliti identitas gadis itu,ia bahkan membawa surat kelulusan,SKCK,kartu kuning,surat dokter bahkan daftar riwayat hidup. "Banyak banget kamu bawanya,emang mau ngelamar PT atau perusahaan?" Ucapanya dengan senyum ringan.
"Ada fotonya juga pak." Saut Kiran
"Foto? 4×6 pasti?"
Kiran mengangguk.
"Gak sekalian Ijazahnya?" Ledek Abiyu.
"Kalau ada pak."
"Emang kemana ijazahnya?"
"Masih di tahan di sekolah."
"Kenapa?" Penasaran.
"Belum bayar SPP 4 bulan."
"Oh..." Abiyu mengangguk. "Maaf ya."
"Gak apa-apa pak."
"Mudah-mudahan keputusan istriku tepat,sekaligus membantu perekonomiannya."
"Terusin pak baca biodata saya." Kata Kiran mengingakan.
"Nanti aja deh,sambil santai.saya percaya ko." Abiyu meletakan berkas biodata Kiran di atas meja,ia bersandar dengan menyilangkan kakinya. "Kalau gitu,mulai senin kamu langsung kerja ya."
"Saya di terima pak?" Tanya Kiran sangat antusias.
"Iya."
"Terimakasih banyak ya pak." Ia tersenyum manis,bahkan sangat manis.
"Oh iya,satu lagi."
"Kenapa pak?"
"Jangan panggil saya bapak,umur kita gak jauh ko,cuma selisih 5 tahun."
"Gak enak pak,kayaknya gak sopan."
"Gak apa-apa,panggil aja Kakak."
"Kakak?" Kiran menaikan kedua alisnya
Abiyu mengangguk. "Iya,gak apa-apa,anggap aja aku dan Kisya kakak mu."
"Emang boleh?"
"Boleh." Sambar Kisya yang baru saja hadir di antara obrolan ringan mereka. Ia mendudukan dirinya di samping sang suami.
"Kayla udah tidur Yank?" Tanya Abiyu.
"Udah,kalau kamu gak kagetin,pasti udah tidur dari tadi."
"Iya maaf."
__ADS_1
"Oh iya.." Bicara pada Kiran. "Kamu mulai kerja hari ini aja."
"Hari ini?"
"Iya,biar 2 hari ini,kamu bisa lebih akrab sama putri ku,jadi gak kaget pas aku tinggal."
"Bo..boleh.."
"Gak apa-apa kan?"
"Gak apa-apa bu,aku seneng malah."
"Jangan ibu dong,aku masih muda tau."
"Oh..i..iya kak."
"Ya Udah,aku ke kamar yank,kamu terusin aja ngobrolnya." Kata Abiyu bicara pada Kisya,ia bangun dari duduknya,lalu pergi ke kamar,sementara Kisya dan Kiran,masih di ruang tamu.
"Ayo.. aku ajak keliling,biar kamu tau kamar ku yang mana,kamar putri ku yang mana,kita sebelahan soalnya,takut ketuker."
"Iya bu."
"Lohh..ko ibu lagi?"
"Oh..iya..iya Kak."
"Ayo."
Kisya mulai berkeliling,mengenalkan semua ruangan pada sang Babysister muda itu,dan menunjukan di mana letak kamarnya,kamar putrinya,dan daerah terlarang yang tidak boleh sembarangan orang masuk. "Ruang kerja suami ku,kamar pribadi ku dan ruangan Vitnes."
"Iya kak."
"Jagan tanya kenapa ya?"
Kiran tersenyum. "Iya kak,aku juga faham ko"
Mereka kembali berjalan menyusuri setiap ruangan,lalu berhenti di balkon. "Apartemennya gede baget kak,aku baru sekali ini loh masuk ke apartemen."
"Mertua kakak baik ya?"
"Baik banget,mertuaku paling juara pokonya."
"Kakak beruntung,punya suami baik,mertua juga baik,banyak yang sayang sama kakak."
"Iya Ran,aku bersyukur punya mereka."
Hari berganti,dua hari sudah Kiran bekerja dengan Kisya,dan Kayla mulai akrab dengan Kiran,bukan hanya itu,selama dua hari ini Abiyu dan Kisya bekerja sama betul-betul mengawasi Kiran. Gerak-geriknya,sikapnya,sifatnya,kejujurannya,dan bagaimana cara dia meperlakukan putrinya,semua mereka awasi dengan sangat teliti.
"Gimana menurut kamu?" Tanya Kisya pada sang suami yang saat ini sedang berdiskusi di dalam ruang kerja,Kisya menyandarkan tubuhnya pada dada Abiyu.
"Kayaknya semua baik-baik aja Yank,putri kita juga kayaknya seneng main sama Kiran." Saut Abiyu sambil mengusap bahu sang istri.
Kisya mengangguk. "Aku fikir juga gitu."
"Dia cuma mengasuh putri kita kan? gak ada yang lain?"
"Gak ada Biy,cuma Babysister."
"Masak tetep kamu kan?"
"Iya,suami ku sayang." Ia mencubit hudung mancung suaminya.
"Soalnya aku gak mau masakan orang lain selain masakan kamu sama bunda."
"Aku tau,pokoknya kamu tenang aja,masak tetep aku."
"Aku bakal marah banget kalau sampai Kiran yang masak." Kata Abiyu memberikan peringatan.
"Iya.."
"Sekarang naik."
__ADS_1
"Naik ke mana?" Kisya mengernyitkan dahinya.
"Ke sini." Ia menepuk pahanya,meminta sang istri naik ke atas pangkuannya.
"Mau ngapain?"
Abiyu,mendekatkan wajahnya pada telinga sang istri. "Mau minta jatah." menghisap tengkuk leher sang istri,hingga meninggalkan beberapa jejak stempel kepemilikan di sana.
"Jatah?"
"Tadi pagi kamu nolak aku loh,sekarang aku minta." Bukan hanya memberikan stempel merah,ia bahkan mulai menurunkan sleting dres yang di kenakan sang istri.
"Abiiyyy Sayang,suami ku.. gak bisa nanti aja di kamar?"
"Nggak,mau di sini. Salah sendiri tadi nolak."
"Jelas nolak lah,orang kamu mintanya di dapur,yang bener aja,kalau anak kita bangun gimana?"
"Anak kita gak pernah bangun jam segitu sayang."
"Kamu lupa,di rumah kita ada penghuni baru? kalau tiba-tiba Kiran bangun? liat kita lagi tempur,gimana coba?"
Abiyu tidak perduli dengan ocehan Kisya,ia terus menurunkan dres yang di kenakan Kisya.
"Abiy...." Suara Kisya kini terdengar sangat lirih,ia menggigit bibir bawahnya,menahan agar tidak mengeluarkan suara desahan,yang akan membawanya pada pertempuran yang sebenarnya.
"Kenapa sayang? kamu gak akan bisa menahanya." Ia terus menyusuri lekuk tubuh sang istri, saat semua baju yang ia kenakan terlepas,dan hanya meninggalkan kain renda yang menutupi bagian dadanya.
"Aby...."
"Suuttt.. Nanti ada yang denger." Abiyu membawa tubuh Kisya naik ke atas pangkuannya.
Kisya hanya bisa pasrah,dengan membiarkan sang suami puas dengan me**ecup seluruh tubuh mulusnya. "Jangan di leher." Selalu mengingatkan sang suami akan hal itu.
"Gak Yank,aku tau ko." Saut Abiyu,tanpa menghentikan aktifitasnya yang saat ini sibuk memberi cap kepemilikan di bawah leher,di atas pusar.
Berlama-lama di sana,sementara Kisya terus menggigi bibir bawahnya. "Biy...aahh.."
Desahan Kisya,membuat Abiyu semakin menggila,ia segera meminta sang istri untuk mulai memimpin pertempuran. "Ayo Yank,sebelum anak kita ke sini."
Kisya memulai pertempuran,dan Abiyu sangat menikmati pergerakan sang istri. "Luar biasa sayang."
Belum selesai bertempur,tiba-tiba terdengar suara Kayla berteriak memanggil bundanya. "Bunda...."
Ia lagsung berhenti pada hentakan ke tiga. "Aby.. Kayla?"
"Kayla...?"
"Iya Biy.."
"Bundaaaa..." Kembali Kayla berteriak,bahkan kali ini suaranya terdengar lebih dekat.
Saat itu juga Kisya langsung turun dari pangkuan sang suami,lalu memungutui satu persatu baju yang yang berserakan di bawah. "Cepet Biy..."
Tiba-tiba. "Jglek.."
"Trun Off lagi deh." Batin Abiyu bergumam.
Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗
LIKE
KOMEN
😁😁
💋🙏🙏
__ADS_1