Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 40


__ADS_3

"Aku.. siap pergi sekarang." Kiran berjalan melewati Abiyu dan Kisya yang masih berdiri di sana, Abiyu masih belum percaya dengan apa yang dia lakukan tadi.


Sedang Kisya terus memalingkan wajahnya tak ingin melihat wajah Kiran yang bisa menyulut emosinya kembali. Tapi tidak kali ini, Kisya memalingkan wajahnya karna ingin menyembunyikan air mata yang menetes, tak bisa di pungkiri kalau ia juga merasa sedih melihat Kiran akan pergi.


"Seandainya kamu gak ngecewain aku, seandainya kamu gak khianatin aku, aku mau kamu tetap kerja di sini, karna aku juga menyayangi mu, aku anggap kamu sebagai adik ku. Kenapa harus mencintai suami ku? Kenapa?" Batinnya menangis.


Tak ingin melihat kepergian Kiran, Abiyu memilih masuk ke dalam kamar, sedang Kisya mesuk ke dalam kamar putrinya, untuk menggantikan posisi Kiran yang tadi memeluknya.


"Nyonya.." Air mata Kiran tak bisa di bendung lagi, ia menumpahkan seluruh tangisnya dalam dekapan Shafiah. "Maafkan aku nyonya, aku sudah merepotkan kalian, aku sudah membuat kacau keadaan." Terus ia menangis sambil berucap.


Shafiah pun meneteskan air mata, tak ada yang bisa ia lakukan, melarangnya pergi juga tidak mungkin, ia mengusap punggung Kiran seraya menenangkan. "Semoga kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik."


Shafiah melonggarkan pelukannya, menyeka air mata Kiran yang mengalir deras. "Maafkan kita juga ya Ran, maafkan Abiyu dan Kisya, kalau selama kamu kerja, mereka menyakiti perasaa kamu, atau memperlakukan kamu kurang baik."


"Tidak nyonya."


"Mereka baik, aku yang jahat, aku yang sudah menyakiti mereka."


Kali ini Kiran melepaskan pelukan Shafiah, lalu menyeka air matanya sendiri, menghela nafas dalam untuk lebih tenang. Ia berusaha untuk tersenyum.


"Nyonya, Tuan, aku... harus pergi sekarang, ibu menunggu ku di rumah majikannya."


Shafiah mengangguk. "Baiklah, hati-hati ya Ran."

__ADS_1


"Iya Nyonya, sekali lagi terimakasih. Tuan."


Zahfran memberikan senyum. "Jaga diri baik-baik ya Ran?"


"Iya, Tuan."


"Assalamualikum."


"Waalaikumsalam."


Tanpa ragu, bahkan tanpa menoleh lagi ke belakang, Kiran meninggalkan semua kenangan bersama mereka, kenangan yang mustahil bisa terulang, "Itu akibat kebodohan ku."


"Kay.. maafkan kakak, kakak gak sempet pamitan sama kamu."


Saat akan masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ponselnya berdering. Ia merogoh saku celananya megeluarkan benda pipih berukuran empat inci itu, lalu membaca pesan yang masuk.


Matanya membulat sempurna saat melihat nama kakak Abiyu dalam layar ponselnya. Saat itu juga ia mengusap air mata, agar bisa dengan jelas membaca isi pesan yang ia terima.


"Maaf, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengatakan maaf, dan terimakasih sudah mau menjaga putri ku dengan sepenuh hati."


"Maaf atas sikap istri ku terhadap mu Kiran. Dia hanya seorang istri yang berusaha mempertahankan apa yang menjadi miliknya."


"Maaf, diam ku bukan karna aku benci, ada hati yang harus aku jaga. Istri ku, segalanya bagi ku, dengan berinteraksi dengan mu, hanya akan membuat istri ku semakin marah, dan aku juga tidak mau kamu semakin tersiksa dengan perasaan yang kamu miliki."

__ADS_1


"Maaf, karna aku tidak bisa membalas cinta mu."


"Dan maaf, atas kejadian tadi di kamar Kayla. Sungguh, aku tidak tau kalau itu kamu, kalau kamu mau memaki ku, lakukanlah."


"Sekali lagi, maafkan aku Kiran."


Kiran kembali meneteskan air mata, ia memeluk ponselnya seolah sedang memeluk Abiyu di sana. "Aku mencintai mu kak, aku sangat mencintai mu." hikss..hikss...




Ayo doooongg.... jejaknya...


LIKE


KOMEN


VOTE


BUNGA nya juga.


Hayooo aku udah jauhkan Kiran nih..mana dong jejaknya..banyakin lagiii 😂😂🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2