Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 84


__ADS_3

"Bram..?" Shafiah berdiri dari duduknya menatap tak percaya.


"Nyonya..? Anda..?"


"Nyonya?" Khadijah nampak kebingungan saat Shafiah menyapa seorang pelayan pria dan pria itu memanggilnya dengan panggilan Nyonya.


"Aku gak nyangka Bram kita bisa bertemu lagi setelah lima tahun."


"Bukan lima tahun,tapi delapan tahun nyonya." Ucap Bram dengan tersenyum.


"Delapan tahun?" Mata Shafiah membulat sempurna. "Kamu benar Bram."


"Bagaimana kabar kamu?" Tanya Shafiah.


"Aku baik,kabar anda sendiri?"


"Alhamdulillah baik. Kamu kerja di sini?"


Bram mengangguk. "Iya nyonya."


"Bram..aku ini teman lama mu,berhenti memanggil ku nyonya,aku bukan majikan mu." Titah Shafiah.


Bram menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Iya juga ya,kebiasaan soalnya."


Mereka saling melempar senyum,rona kebahagiaan dari wajah Bram jelas terlihat,wajar saja,karna Shafiah adalah cinta pertamanya sejak di bangku kuliah.


Dia bahkan rela menjadi tangan kanannya Zahfran demi melindungi Shafiah dari kekejaman seorang Zahfran.


Bagaimana dengan keadaan pria di sana? Tangannya mengepal sangat kuat saat mendapati istri tercinta berbicara dengan pria lain,terlebih dia adalah pria masa lalu Shafiah.


Senyum Shafiah kepada Bram membuat amarah Zahfran semakin memuncak. "Kamu bahkan tersenyum manis pada Bram sayang,bagaimana kalau Bram masih mencintai mu?" Gumam Zahfran yang terus menatap tajam pada Bram.


Ya..dia adalah Zahfran,karna rasa khawatirnya,diam-diam ia mengikuti Shafiah ke Jakarta dan memantaunya dari kejauhan.


Lanjut Shafiah.


"Siapa mba?" Khadijah berdiri menatap aneh pria itu.


"Oh iya...kenalkan,Ini Bram teman lama mba,dan dia juga dulu pernah jadi bodyguard mas Zahfran loh." Ucap Shafiah.


"Oh.." Khadijah mengangguk.


"Saya Bram." Ucap Bram sambil mengulurkan tangannya.


Khadijah pun membalas uluran tangan Bram. "Saya.. Khadijah,adik ipar mba Shafiah." Ucap Khadijah seramah mungkin.


"Kamu ko bisa ada di sini lagi? Bukanya kamu ada di Sidney? Tanya Bram.


"Aku masih tinggal di Sidney,sekarang lagi ada kerjaan aja di Jakarta."


Bram mengangguk. "Oh.."


"Lalu bagaimana keadaan Tuan Zahfran?" Tanya Bram yang tak mengerti apa-apa.

__ADS_1


Shafiah melirik Khadijah sebelum menjawab pertanyaan dari Bram. "Mas Zahfran... tidak ada di sini,dia..."


Belum selesai bicara tiba-tiba seorang pelayan menjatuhkan gelas berisi minuman dan membuat keributan hingga Bram harus menghampiri temanya. "Shafiah,aku ke sana dulu ya."


"Oh..iya..Nanti kita bicara lagi Bram."


"Iya,nanti kita bertemu lagi.. aku permisi dulu." Bram pun berpamitan lalu menghampiri temannya.


"Mba,itu teman kuliah mba dulu?" Tanya Khadijah setelah mereka kembali duduk.


"Iya Jia,Dia bahkan seperti bodyguard mba saat kuliah."


"Ko bisa mba?" Khadijah mendekatkan wajahnya pada Shafia karna penasaran.


"Iya.. Habis dulu kalau ada cowok yang deketin mba,dia pasti yang pertama maju."


"Dia suka sama mba?"


"Mmm..ntah lah,dia gak pernah bilang suka sih."


"Tapi dari sikapnya,kayaknya dia suka deh sama mba."


"Tidak Jia,dari dulu dia hanya menganggap aku sebagai adiknya."


Khadijah terdiam sebelum kembali bertanya. "Kalau begitu,bagaimana mas Bram bisa kecolongan mba menikah sama mas Zahfran?"


"Ceritanya panjang,nanti lagi aja ya."


"Nanti cerita ya mba." Ucap Khadijah antusias.


Tak lama seseorang menyapa Shafiah dari belakang. "Selamat siang.. Nyonya Shafiah?"


Shafiah dan Khadijah pun menoleh ke arahnya. "Maaf anda siapa ya?" Tanya Shafiah terheran.


"Dia ini putranya tuan Willy mba." Ucap Khadijah setengah berbisik.


"Perkenalkan,saya putra tunggal keluarga Pratama,nama saya Aditya yudha pratama." Ucapnya sambil mengulurkan tangan pada Shafiah.


"Maaf.." Shafiah menolak untuk berjabat tangan,dia hanya melipat kedua tangannya di atas dada.


Pria itu tersenyum senis saat Shafiah menolak berjabat tangan dengannya,ia kembali memasukan tangannya ke dalam saku celananya dengan perasaan kecewa.


"Silahkan duduk tuan." Ucap Khadijah seramah mungkin,lalu ia pun duduk berhadapan langsung dengan Shafiah.


"Kenapa tuan Willy tidak bisa hadir tuan" kembali Khadijah bertanya.


"Ada keperluan mendadak" jawab Aditya tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Shafiah. "Kita langsung ke intinya saja,saya mau lihat koleksi desain anda nyonya Shafiah."


Khadijah membuka Laptoopnya dan menunjukan beberapa Desain dan mulai menjelaskan satu persatunya.


Saat Khadijah memberikan penjelasan pada Aditya,Sesekali pandangannya tertuju pada kecantikan Shafiah yang duduk tepat di hadapannya.


Shafiah merasa tidak nyaman dengan tatapan Aditya yang terus menerus menatapnya,ia berusaha biasa saja sambil memalingkan pandangannya ke lain arah.

__ADS_1


Aditya yang terpesona dengan kecantikan Shafiah,semakin di buat penasaran dengan statusnya saat ini,untuk menghilangkan rasa penasarannya Aditya menanyakan status Shafiah. "Anda sudah punya suami?" Tanya Aditya sangat lugas tanpa malu sedikitpun.


Seketika Khadijah berhenti berbicara lalu menatap wajah pria itu yang pandangannya terus tertuju pada Shafiah.


"Maksud anda?" Shafiah mengernyitkan dahinya.


"Anda sudah menikah nyonya Shafiah?"


"Pertanyaan macam apa ini?" Batin Shafiah menatap tajam pada Aditya. "Maaf,saya tidak akan menjawab,karna itu bukan urusan anda tuan."


Aditya tersenyum sinis menatap Shafiah. "Sombong sekali,saya hanya bertanya,anda sudah menikah atau belum? hanya itu."


Tiba-tiba "Bugh... Seseorang melayangkan satu pukulan tepat di wajahnya hingga ia tersungkur di lantai. "Wanita ini sudah menikah,dan saya suaminya." Ucap Zahfran sangat lantang.


"Mas Zahfran?"


"Shafiah,kamu lihat kan,ini lah akibatnya kalau kamu keluar tanpa aku sayang."


Saat Zahfran berbicara dengan Shafiah,Aditya memanfaatkan keadaan untuk membalas pukulan Zahfran,namun sayangnya Bram yang sedari tadi memperhatikan mereka berhasil menghadang Aditya yang akan membalas pukulan Zahfran. "Brugh...pria itu kembali tersungkur ke lantai.


Ia bangkit sambil berteriak. "Aaaggg...nyonya Shafiah,saya membatalkan semua perjanjian kita."


"Batalkan saja,saya tidak perduli,itu lebih baik." Tegas Zhfran.


Aditya pun akhirnya pergi dari sana dengan membawa kekecewaan.


"Sayang,kamu gak apa-apa kan?" Ucap Zahfran sangat khawatir.


"Aku gak apa-apa."


Zahfran langsung memeluknya. "Jangan pernah pergi sendiri lagi sayang,biarkan aku selalu berada di samping mu."


Shafiah masih diam tanpa membalas pelukan suaminya.


Bagaimana dengan Bram yang melihat kemesraan itu di depannya,ia berusaha biasa saja walau sedikit canggung.


Zahfran langsung memutar tubuhnya menghadap Bram. "Bram..urusan kita belum selesai."


"Urusan?" Bram mengernyitkan dahinya. "Urusan apa tuan?"


"Urusan karna kamu berani tersenyum dengan istri ku."


"Astahfirullah tuan..?" "Dia memang tidak pernah berubah." Batin Bram.




Author minta tanda cinta kalian dong...


Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘


__ADS_1


Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏


__ADS_2