Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 69


__ADS_3

"Azky,aku mendengar suara Zahfran,apa Zahfran ada di sana?di dalam kamar mu?"


"Mas..aku.." Kegugupan Azky cukup mejadi jawaban bagi Fatih.


Terdengar samar senyum sinis Fatih di telinga Azky,Fatih terdiam untuk beberapa saat. Tak lama kembali ia membuka suara. "Kamu berhutang penjelasan pada ku. Assalamualikum." Fatih menutup telfonnya dengan tiba-tiba.


"Mas..mas Fatih Hallo." Azky semakin panik saat Fatih menutup telfonnya.


Fatih menyandarkan diri di atas kursi kebesarannya meraskan sesak yang teramat saat ia mendengar suara Zahfran berada di dalam kamar Azky. "Apa yang kalian lakukan?" Ucap Fatih sambil memijat pangkal hidungnya.



Setelah Asiah berhenti mengigau,Zahfran turun dari ranjang lalu menghampiri Azky yang masih berdiri mematung karna perasaan tidak enaknya kepada Fatih.



"Azky." Zahfran melangkah maju.



"Jangan mendekat" Azky coba menghentikan langkah Zahfran untuk tidak mendekatinya,Zahfran yang keras kepala itu terus melangkahkan kakinya menghampiri Azky. "Berhenti aku bilang." Azky memejamkan matanya saat wajah Zahfran berada dekat dengan wajahnya.



"Jagan menerima lamaran Fatih kalau kamu tidak mencintainya." Ucap Zahfran sambil menatap mata Azky yang terpejam.



"Aku akan berusaha mencintainya." Tegas Azky,ia memberanikan diri menatap mata Zahfran dari jarak yang sangat dekat.



"Kalau kamu menerimanya karna rasa kasiah,atau sebatas rasa terimakasi,itu hanya akan lebih menyakiti perasaannya, Azky."



Azky terdiam tak mampu berkata dengan deru nafas yang memburu.



Zahfran mejauhkan wajahnya dari wajah Azky,ia pun melangkah mundur. "Pikirkan apa yang aku katakan." Setelah itu ia mengambil kunci mobilnya di atas meja lalu pergi.



Tubuh Azky merosot ke lantai,ia mencoba mencerna perkataan Zahfran,ia membenamkan wajahnya pada kedua tepalak tangannya sambil meneteskan air mata. "Maafkan aku mas Fatih."



Sedang Zahfran,cukup lama ia diam di dalam mobil yang masih terparkir di halaman rumah azky,setelelah beberapa saat barulah ia benar-benar pergi.



Zahfran tidak menyadari ia melewati rumah Dewi,bahkan ia sampai tidak menyadari telah melewati Dewi dan Rafa sedang mengobrol di halaman depan rumah mereka. "Wi..wi..itu mobil Zahfran kan?" Tanya Rafa pada Dewi sambil menajamkan penglihatannya.



"Kayaknya sih mas,tapi dia ko gak berhenti ya." Ucap Dewi sedikit aneh. "Coba aku tlp Shafiah deh."



Dewi mulai mencari nama Shafiah di kontak ponselnya. "Nah...ini dia." dan langsung menghubunginya.



"Tuut..tuut..beberapa kali ia mencoba menghubungi Shafiah tapi tak kunjung mendapat jawaban. "Ko gak di angkat sih?jelas-jelas mobil dia barusan lewat." Dewi tak henti-hentinya menghubungi Shafiah sampai akhirnya panggilan pun terhubung. "Assalamulaikum Sha."


__ADS_1


"Waalaikumsalam mba." Suara Shafiah terdengar sangat lirih menahan rasa sakit yang belum juga mereda.



"Sha,kamu antar Si kembar ko gak mampir dulu ke rumah mba?"



"Aku gak ikut antar si kebar mba." Jawab Shafiah sambil meringkuk di atas tempat tidur.



"Gak ikut?"



"Mas Zahfran sendiri yang antar si kembar mba,aku lagi gak enak badan,lah..memangnya mobilnya gak parkir di depan rumah mba?" Tanya Shafiah.



"Tidak."



"Maa Zahfran gak turun di rumah mba?" Shafiah sedikit mengerutkan dahinya.



"Ngga Sha." "***Aduuh..aku salah ngomong nih jangan-jangan***." Dewi memukul mulutnya berkali-kali.



"Wi,kamu kenapa?" Tanya Rafa terheran melihat Dewi memukul bibirnya.



"Suuitt.." Dewi memberikan isyarat pada Rafa untuk diam dulu.




"Oh..ya Sha. ngomong-ngomong kamu sakit apa?"



"Biasa mba,datang bulan,perut aku sakit banget kayak di peret."



"Tapi udah minum obat?"



"Udah mba,sekarang udah agak mendingan sih dikit"



"Syukurlah,ya udah...kamu istirahat aja ya. Assalamualikum."



"Waalaikumsalam."



Setelah panggilan terputus,ia meyimpan kembali ponselnya di atas nakas.

__ADS_1



Cukup lama Shafiah menunggu kepulangan Suaminya,ini bahkan sudah lebih dari 3 jam namun Zahfran belum juga sampai di rumah.



Shafiah mulai khawatir,ia turun dari tempat tidur hendak keluar mengambil air minum di dapur,sangat kebetulan,saat Shafiah membuka pintu kamarnya,Zahfra berdiri tepat di depan pintu. "Mas Zahfran?" Shafiah lngsung memeluknya erat.



"Sayang,kamu kenapa?"



"Mas lama banget sih?aku kan kahawatir kamu gak nyampe-nyampe dari tadi,ponsel kamu juga gak aktif lagi."



"Tadi mobil mas mogok,jadi ke begkel dulu deh,mangkannya lama." Ucap Zahfran berbohong,sambil membalas pelukan dari sang istri.



"Benarkah?"



"Ya sayang."



Shafiah melonggarkan pelukannya. "Mas gak bohong?"



"Gak sayang." Berkali-kali Zahfran mencium puncak rambut Shafiah lalu membawanya kembali ke dalam pelukannya.



Tanpa Zahfran sadari,Shafiah menetesakan air mata,ntah itu air mata apa? menahan sakit di perutnya,atau menahan sakit di hatinya?



Hanya dia lah yang tau.



Fatih : Di mana Zahfran?


Shafiah : Pergi ke rumah Azky,mengantarkan si kembar.


Fatih : Shafiah.....




Lanjut gak perbincagan Fatih dan Shafiah dalam sambungan telfon? 🤭



Tahan dulu ya,jangan tinggalkan kisah mereka,baru setengahnya,sebisa mungkin Author buat kisah ini tidak lebih dari 100 Bab ko 🤭.



Like dulu


komen dulu

__ADS_1


Vote dulu


🤭🙏🙏😘


__ADS_2