Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 55


__ADS_3

Air mata terus menetes tatkala melihat putri kembarnya sedang tertidur,wajah-wajah mereka yang polos menjadi penyemangat hudupnya.


"Teruskanlah Azky,teruslah melangkah,karna bagaimanapun keadaannya hidup terus berjalan,sepedih apapun,kamu harus melewatinya.


Dan bersabar lah Azky.ni hanya ujian di dunia yang sifatnya hanya sementara,dengan bersabar kamu akan mendapatkan kemenangan yang kekal di akhirat nanti."


Kata itu yang selalu ia ingat di dasar hati dan pikirannya,hingga ia mampu melewati masa-masa sulit setelah lebih dari 5 tahun Zahfran meninggalkannya sendiri.


"Ya..ini aku,Azky kahirani. Aku mengubah nama panggilan ku menjadi Rani,aku tidak suka orang memanggilku Azky,karna itu mengingatkan ku kepada sosok pria yang sudah pergi jauh meninggalkan ku."


"Benar. Mereka adalah putri kembaru ku,buah cinta ku bersama Zahfran Malique,dia meninggalkan aku saat aku sedang mengandung anaknya,aku tidak menyalahkannya dalam hal ini,karna saat itu dia tidak tahu kalau aku sedang mengandung anaknya."


"Setelah 3 bulan kepergian Zahfran,aku baru mengetahui kalau aku sedang hamil,banyak orang yang mencaci maki,mereka berfikir bagaimana seorang janda bisa hamil? mereka tidak mau mendengarkan penjelasan ku,mereka mengusir ku seperti binatang,saat itu aku benar-benar hancur,aku benar-benar merasa terhina,kalau saat itu aku tidak memiliki iman,mungkin aku sudah bunuh diri,tapi satu yang aku ingat yaitu Allah s.w.t Berpegang iman kepadanya aku memiliki kekuatan untuk melanjutkan hidup.


Tapi masyaallah,atas izin Allah,atas kuasanya,entah bagaimana cara Allah menggerakan hati seseorang,saat aku di usir oleh masyarakat,mereka hadir di hadapan ku,mereka adalah Rafael,Dewi,dan Fatih.


Mereka yang merawat ku,mereka yang selalu ada untuk ku,Allah menyelamatkan ku melalui kebaikan mereka.hingga sampai saat ini aku bisa melangsungkan hidup bersama putri kembarku yang bernama Aisyah dan Asiah yang saat ini usia mereka genap 5 tahun,dan hari ini adalah hari kelahiran mereka di dunia.



Pagi hari.



"Umi mau mengantar kita ke sekolah?" Tanya Aisyah pada umi nya.



"Ya sayang." Saut Rani sambil menyendokan nasi goreng ke dalam mulut Asiah. "Tapi nanti yang jemput kak Nizma ya."



"Umi pulang malam lagi?" Kali ini Asiah yang bertanya.



"Tidak sayang,nanti umi usahakan pulang cepat ya." Jawabnya sambil mengusap lembut pipi kedua putrinya..



Mereka pun mengangguk bersama..



Setelah selesai sarapan,sebelum Rani berangkat kerja,ia mengantar kedua putri kembarnya terlebih dahulu ke sekalah.



Selang satu jam,barulah Rani berangkat kerja,namun sebelumnya ia mampir dulu ke rumah Dewi guna memberitahunya kalau 1 jam lagi si kembar pulang sekolah.



"Assalamulaikum." Ucap salam Rani di depan rumah Dewi.



"Waalaikumsalam." Saut dewi.

__ADS_1


"Ran? sudah mua berangkat?" Tanya Dewi setelah membukaan pintu.



"Ya mba,si kembar satu jam lagi pulang,maaf nanti bisa minta tolong di jemput?"



"Boleh Ran,nanti mba jemput mereka."



"Terimakasih ya mba."



"Ya Ran."



"Kalau gitu,aku berangkat kerja dulu ya,Assalamualikum."



"Waalaikumsalam."



Setelah itu,ia pun pergi berangkat kerja menggunakan angkutan umum.



"Ran,aku sudah ada di Surabaya,kamu jam berapa pulang kerja?" Tanya pria itu dalam pesan yang ia kirim untuk Rani.


Tak langsung membalasnya,ia menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas,setelah satu jam,ponsel Rani kembali berdering,masih dari pria yang sama


"Ran,mas hanya ingin menjenguk si kembar,hari ini mereka ulangtahun kan? mas hanya ingin memberikan Hadiah ulang tahun untuk mereka."


"Kamu selalu ada buat aku mas,bahkan di saat aku benar-benar hancur,kamu lah yang selalu memberikan aku semangat. di saat semua orang menyalahkan ku,kamu lah satu-satunya orang yang mendukung ku,bahkan saat aku melahirkan,kamu lah yang mendampingi ku.Tapi kenapa? kenapa sulit sekali aku menerima mu mas." Batin Rani bergumam kembali ia teringat masa lalu,di mana saat dia berada dalam keadaan yang sangat menyedihkan,hanya pria itu lah yang selalu ada di sampingnya,apapun yang terjadi.


Tak terasa air mata mengalir begitu saja tanpa permisi.


Lama tak mendapat balasan,pria itu kembali menghubungi Rani lewat telfon.


"Kriing..kriing...Rani menyeka air matanya sebelum mengangkat telfon dari pria itu.


"Assalamualikum." Ucap salam Rani setelah mengangkat telfon itu.


"Waalaikumsalam." Saut pria itu. "Ran,gak boleh ya mas menemui mu dan anak-anak?" Tanya pria itu.


"Maaf mas,bukannya gak boleh,aku cuma gak mau di anggap memberikan harapan palsu sama kamu mas."


"Ran,aku tidak pernah memaksakan perasaan mu,aku hanya ingin membantu mu,aku ridho kalau kamu tidak bisa menerima ku,aku cuma mau menemui anak-anak dan memberika mereka hadiah,hari ini mereka sedang ulangtahun kan?" Tanya pria itu sedikit menekankan.


Rani terdiam sejenak,ia memijat pangkal hidungnya coba mencerna perkataan pria itu.


"Baiklah mas,aku pulang siang hari ini,kamu bisa menemui anak-anak di rumah mba Dewi."

__ADS_1


"Terimakasi Ran,mas janji,hanya memberikan mereka hadiah,kalau kamu tidak mau menemui mas,mas gak masalah."


"Ya mas,terimakasi atas pengertiannya. Aku lanjutin kerja lagi ya."


"Baiklah. Assalamualikum."


"Waalikumsalam." Rani menutup telfonnya,lalu menyimpan kembali ke dalam tas.dan ia pun kembali bekerja.



Waktu sudah menunjukan pukul 14.00. Karna hari ini putri kembarnya sedang berulangtahun,Rani memilih pulang lebih awal untuk mengajak mereka bermain ke sebuah Mall.



Rani berfikir,pria itu pasti sudah sudah pulang,namun sebelum ia sampai di rumah Dewi,dari kejauhan Rani melihat putri kembarnya sedang bermain dengan pria itu dengan riangnya di depan rumah Dewi.



Sejenak ia menghentikan langkahnya menatap keakraban putri kembarnya bersama pria itu.



Senyum simpul nampak di bibir Rani,melihat kebahagiaan putri kembarnya membuat hati Rani sedikit luluh,karna keinginanya hanya ingin melihat kebahagiaan putrinya.



Aisyah yang melihat kehadiran uminya dari kejauhan,ia langsung memanggillnya. "Umi..."



Saat itu juga pria itu menoleh ke arah Rani dan memberika senyum manis di bibirnya.



Perlahan ia berjalan mengahampiri putri kembarnya yang sedang bermain,sambil berjalan,ia berusaha menghilangkan sisi keegoisannya,akhirnya ia pun bertegur sapa dengan pria itu.



"Mas Fatih, sudah lama menunggu?"



"Belum lama Ran,bermain bersama putri-putri mu,5 jam pun terasa 5 menit." Saut Fatih dengan senyum.



Begitu pun dengan Rani,ia menunjukan senyum manis itu di depan Fatih. "Terimakasi mas Fatih."



Aku sertakan Fatih untuk kebahagiaan Azky ya? pada setuju gak niih?🤭


Gimana perasaan Reader semua? seneng gak? 🤭.


Tapi Author sedih,yang kasih komentar like dan Votenya semakin sedikit.😭.


Boleh ya Author minta lagi 🤗🙏👍

__ADS_1


__ADS_2