Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 59


__ADS_3

"Mas,papah bilang kamu menolak permintaan investor untuk membangun pabrik di indonesia?" Tanya Shafiah sambil merapihkan tempat tidur.


"Papah ngadu lagi sama kamu?" Tanya Zahfran sambil mengancingkan satu persatu kancing bajunya.


"Gak ngadu sih mas,cuma papah bilang,papah akan mengalami kerugian yang sangat besar kalau para investor menarik semua dana yang sudah mereka inveskan."


"Papah sudah tau kalau aku sudah tidak mau datang ke tanah air lagi,tapi tetap dia memaksa ku untuk menerima proyek itu,entah apa yang ada di pikiran dia,aku gak paham." Ucap Zahfran sambil merapihkan bajunya.


"Papah berusaha profesional mas. Lagian,kenapa mas gak mau pulang ke tanah air? Mas masih suka sama Azky?" Tanya Shafiah sambil menatap punggung Zahfran dari belakang.


Deg...pertanyaan Shafiah membuat Zahfran menghentikan sejenak aktifitasnya. "Maksud kamu apa?" Zahfran menatap Shafiah dari pantulan cermin rias.


"Maaf mas,apa kamu masih mencintai Azky?" Kembali bertanya dengan menatap serius.


"Bukan cinta,lebih tepatnya merasa bersalah." Jawabnya singakat.


"Kamu menyesal menceraikan Azky?"


Zahfran berbalik menatap wajah Shafiah secara langsung,perlahan ia menghampiri sang istri lalu berdiri tepat di hadapannya. "Kamu masih meragukan ku?"


"Bukan begitu mas,kamu sangat menolak apapun itu yang berkaitan dengan yang ada di indonesia,kamu bahkan sangat menolak jenis bisnis apapun dari sana."


"Aku takut bertemu Azky,aku takut melihat hidup dia menderita karna aku,aku terlalu takut Shafiah,kalau aku melihat dia menderita,rasa bersalah akan sangat mencambuk diri ku."


"Berarti kamu lari dari kenyataan mas,kamu terlalu takut menghadapi kenyataan. Kalau kamu ingin mengakhiri semuanya,kamu harus menghadapainya mas,bukan menghindarinya."


"Lalu apa yang kamu inginkan sayang?" Tanya Zahfran.


"Terima proyek itu mas,Azky itu berada di jakarta,dan proyek kamu itu berada di surabaya,sangat jauh dari sana. Aku juga sangat merindukan keluarga ku mas."


"Sayang."


"Sudah lama sekali mas aku tidak bertemu kak Rafa,aku rindu mas sama kakak ku." Shafiah meneteskan air matanya di hadapan Zahfran karna sudah terlalu lama menyimpan rindu dengan kakaknya.


"Kamu tau kan sayang,bukannya aku melarang kamu bertemu mas Rafa,tapi.."


"Kamu melarang aku pergi sendiri,tapi kamu juga gak mau mengantar ku ke sana?lalu kapan aku bertemu kakak ku mas? Hikss..hikss.." Shafiah menundukan pandangannya ke bawah.


"Kamu mau bertemu mas Rafa?" Tanya Zahfran sambil memegang bahu Shafiah.


Shafiah mendongakan kepalanya menatap Zahfran. "Ya mas,aku rindu sama kak Rafa,mba Dewi,Nizma,aku sangat merindukan mereka mas."


"Baiklah,aku akan antar kamu untuk bertemu kakak mu." Ucap Zahfran sambil menyeka air mata Shafiah.


"Benarkah?" Ucap Shafiah sangat antusias,lalu memeluk Zahfran. "Terimakasi ya mas,terimakasih"


"Ya sayang,apa pun akan aku lakukan untuk mu." Zahfran mencium puncak rambut Shafiah beberapa kali.



"Kriing..kriing..ponsel Rani berdering. Ia membuka lacinya,mengambil benda pipih berwarna putih itu di dalam laci.



Tertera nama Fatih di sana,Rani tidak langsung mengangkat panggilan dari Fatih.ia kembali memyimpan ponsel itu ke dalam laci.



Dering itu berhenti,namun tak lama Fatih kembali menelfon sampai beberapa kali,Rani mengambil kembali ponselnya yang ia simpan di dalam laci,lalu menekan icon hijau di layar ponsel ya. "Assalamualaikum mas."



"Waalaikumsalam Ran. Kamu lagi apa?"



"Aku lagi siapin buku anak-anak untuk sekolah besok."



"Ganggu?"



"Gak sih,memangnya ada apa mas?"



"Papah ku menanyakan diri mu."



"Kenapa memangnya mas?" Tanya Rani terheran.



"Papah akan menjodohkan ku dengan putri rekan bisnisnya."



Rani terdiam tanpa bersuara.



"Ran.."



Masih diam

__ADS_1



"Rani..?" kembali Fatih memanggilnya.



"Oh..ya mas."



"Kamu dengar aku kan?"



"Ya,aku dengar mas."



"Bagaimana menurut mu?"



"Kalau itu sudah keputusan papah mu,terima aja mas,orang tua kamu pasti memilih calon istri yang baik buat kamu."



"Bukan begitu Ran,papah ingin mendengar keputusan mu lebih dulu,kalau kamu menolak lamaran ku,papah akan menjodohkan ku dengan putri teman bisnisnya.tapi kalau kamu menerima lamaran ku,secepatnya papah akan datang ke rumah mu untuk meminang mu."



Rani kembali terdiam.



"Ran.."



"Ya mas."



"Bagaimana?"



"Apa orang tua mas betul-betul akan menerima ku?"



"Kamu masih ragu dengan kebaikan orangtua ku?"




"Ran..yang aku tau kamu itu wanita hebat,baik,solehah,itu sudah cukup bagi ku,dan orangtua ku sudah tau semua cerita tentang diri mu,dan mereka ga ada masalah."



"Aku..aku belum tau mas,beri aku waktu ya mas."



"Kamu butuh waktu berapa lama?"



"Satu minggu."



"Satu minggu?"



"Ya."



"Ok..mas tunggu jawaban kamu ya Ran."



"Tapi...kalau aku menolak mu,kamu gak apa-apa kan?"



"Aku akan siap menerima apapun keputusan mu."



"Baiklah."



"Terimakasi ya Ran,kamu mau mempertimbangkan niat baik ku."


__ADS_1


"Sama-sama mas,udah dulu ya mas,aku mau lanjutin beresin buku anak-anak."



"Ya Ran. Assalamualikum."



"Waalaikumsalam."



Rani memutus sambungan telfonnya.lalu kembali menyimpan ponselnya ke dalam laci.



"Ya Allah,apa yang harus aku lakuakan? aku takut untuk melangkah,tapi mas Fatih betul-betul pria baik."



"Beri hamba petunjuk ya Allah,apa menikah dengan mas Fatih itu keputusan yang tepat?"



Tiba malam hari,seperti biasa setiap malam Rani selalu melaksanakan Shalat tahajud.



Selesai shalat tahajud,karna terlalu mengantuk akhirnya Rani tertidur di atas sajadah dan masih mengenakan mukenanya.



"Azky.Bangunlah sayang,ayah ada si sini nak,ayah selalu ada buat kamu.Raih tangan ayah nak,ayah akan membawa mu menuju kebahagiaan."



Dalam mimpi Azky terbangun,ia melihat ke sekeliling guna memastikan keberadaanya saat ini,namun entah ia sedang berada di mana,ia melihat sosok ayah di dalam mimpinya. "Ayah,lebih dekat lagi ayah,Azky sulit meraih tangan ayah,Azky mau ikut dengan ayah.Hikss...hikss.."



"Ayah di sini nak,ini tangan ayah,ikutlah bersama ayah."



Azky mendongakan kepalanya menatap wajah sang Ayah yang sangat ia rindukan selama ini. "ayah." Azky meraih tangan itu lalu berdir.



Namun saat ia sudah berdiri,bukan lagi sosok ayahnya yang ada di depannya,tapi pria lain lah yang sekarang ada di hadapannya. "Mas..?" Azky membelalakan matanya saat melihat sosok pria yanga ada di hadapannya.



"Ya,ini aku,aku mencintai mu sayang."



"Ayah?"



"Aku bukan ayah mu,aku adalah masa depan mu." Ucap pria itu di dalam mimpi.



"Mas..?"



"Ya.ini aku."



"Aku ingin ayah ku. Ayaaaah...."



Tiba-tiba Asiah membangunkan Rani dari tidurnya. "Umi...hikss..hikss...umi.." Asiah menangis sambil menggoyangkan tubuh Rani.



Seketika Rani terbangun dari mimpinya dengan nafas terengah-engah,ia melihat Asiah sudah berada di hadapannya sambil menangis. "Umi kenapa? hikss...hikss..Asiah terus menangis sambil memeluk Rani karna ketakutan



"Umi gak apa-apa nak." Rani mencoba menghilangkan rasa takut putrinya.perlahan tangisnya pun mulai mereda dalam pelukan Rani.



Mengingat kembali sosok pria yang hadir di dalam mimpinya,seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat tadi,ia membenamkan wajahnya sambil memeluk Asiah.



Sabar ya Reader,semua akan indah pada waktunya ko.😘


Nikmati dulu alurnya ya.🤗


Tapi Author sedih..like komen dan Votenya makin sedikit 😭.


Boleh gak sih Author minta lagi 🤗🙏.

__ADS_1


__ADS_2