Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 26


__ADS_3

3 hari sudah berlalu Shafiah meninggalkan rumah,.Pukul 02.00 Seperti biasa Rafael selalu pulang larut malam karna akhir-akhir ini dia banyak lembur di tempat kerjanya.


Saat ia menyimpan sepatunya di atas rak,ia mendengar tangis wanita yang terisak-isak,tangisan itu terdengar dari balik kamar Shafiah.perlahan ia berjalan menuju kamar itu.sebelum mengetuk,Rafael berdiri sejenak bersandar pada dinding kamar. "Masalah apa yang menimpa diri mu Shafiah. Malam ini kamu harus menceritakannya pada ku." Ucap Rafa penuh kehawatiran.


Rafael mengetuk pintu kamar Shafiah. "tok..tok tok.. Sha..boleh kakak buka pintunya.?"


Shafiah terdiam, "Kak Rafa pasti denger kalau aku nangis" kata Shafiah


"Shafiah,kakak tau kamu denger kakak kan?ayo buka pintunya Sha."


Shafiah menyeka air matanya, ia melipat mukena dan sejadahnya dan menyimpannya di atas meja bersama Alquran,baru lah ia membukakan pintu untu Rafael.


"Ayo kita bicara." Ucap Rafael pada Shfiah.


"Nanti aja kak." tolak Shafiah.


"Mau sampai kapan kamu menyembunyikannya dari kakak? Entah sudah berapa kali kakak selalu mendengar kamu menangis. Ayo lah,bicara sama kakak."


Nampak berfikir sejenak sebelum mengiyakan. "Baiklah kak,kakak tunggu aku di luar."


Rafael menutup pintu kamar Shafiah dan menunggunya di ruang keluarga. Tak lama Shafiah keluar dari kamarnya,lalu menghampiri sang kakak dan duduk di sebelahnya.


"Katakan,apa yang mengganggu pikiran mu? Apa yang terjadi sampai kamu meninggalkan rumah,meninggalkan suami mu?" Tanya Rafael sambil menatap Shafiah lekat-lekat.


Shafiah sudah tidak bisa lagi membendung air mata yang memaksanya untuk terjun bebas,ia memeluk Rafael sangat erat sambil menangis terisak-isak. "Menangis lah,kalau dengan menangis kamu bisa mengurangi beban di hati mu." Rafael.


"Hiksss...hikss...Aku tidak memiliki kemampuan untuk memberitahu mu kak,ini terlalu menyakitkan." Shafiah terus menangis dalam pelukan Rafael. "Aku tidak tau harus memulainya dari mana."


"Istigfar Sha,tarik nafas dalam-dalam,tenangkan diri mu."


Shafiah melepaskan pelukannya,ia menundukan wajahnya di depan Rafael.


"Kamu sudah tenang?" Rafael menggenggam bahu Shafiah dengan kedua tangannya.


Shafiah mengangguk,ia menarik nafas panjang sebelum memberi tahu masalah yang sebenarnya. "Mas Zahfran memiliki istri lagi kak."


"Apa?dia menghianati mu?" Rafael mengernyitkan dahinya.


"Tidak,aku yang meminta dia untuk menikah lagi."


"Kenpa?" ucapnya terheran.


"Perempuan itu di jadikan sebagai penebus hutang keluarganya."


"Dia di jual oleh keluarganya pada suami mu?"


Shafiah mengangguk. "Yak kak."


"Lalu kenapa kamu memintanya untuk menikah dengan suami mu?"


"Awalnya mas Zahfran ingin mempermainkan wanita itu,dia hanya ingin tidur dengan wanita itu tanpa ikatan pernikahan,dan aku tidak mau suami ku berbuat zina kak,jadi aku memintanya untuk menikahi gadis itu."


"Kamu sudah melakukan hal yang benar,kamu sudah mencegah suami mu agar tidak berbuat dosa,lalu kenapa kamu sampai kabur dari rumah?" Kembali bertanya berusaha meluruskan.


"Dia meninggalkan ku saat kita akan melakukan hubungan suami istri kak,kita bahkan sudah berada dalam satu selimut tanpa busana. Tapi karna ia di butakan oleh hawa nafsunya,ia pergi meninggalkan ku dalam keadaan menyedihkan.Aku merasa terhina kak." Shafiah mengatakan dengan tangis terisak.


Mendengar penjelasan dari adiknya,mampu membangunkan amarah seorang Rafael,namun ia berusaha menahannya.


"Kakak tau ini sangat menyakitkan,tapi kamu salah Sha,seorang istri yang keluar dari rumahnya dalam keadaan marah,itu tidak di benarkan,bisa jadi saat kamu pergi,suami mu menyesali perbuatannya,dan ingin meminta maaf pada mu dan kamu tidak ada di rumah,seharusnya masalh ini selesai dalam satu hari,tapi karna kamu pergi dari rumah,masalah ini jadi berlarut-larut,malah akan semakin rumit."


Shafiah terus menangis kebingungan.


Tak lama setelah itu ponsel Shafiah pun berdering.Derrt...derrt...Shafiah menyeka air matanya,ia meraih ponsel di dalam saku gamisnya. "Dari siapa?" Tanya Rafa.

__ADS_1


"dari asisten rumah tangga di rumah kak,"


"Asisten rumah tangga? dia tau kalau kamu pergi dari rumah?"


"Ya,aku suruh dia kasih info takut mamah mertuaku datang,soalnya mereka sedang di indo."


"Sekarang kamu kabur seperti ini?"


"Mamah sama papah lagi nginep di rumah adiknya mas Zahfran,mangkannya aku bisa pergi dari rumah."


"Lalu itu apa isi pesannya?" Dia kasih tau kalau mamah sama papah terbang ke Bali malam ini."


"Zahftan tidak menghubungi mu?"


"Aku gak tau kak,ponselnya aku matikan,aku pake ponsel yang lain sengaja aku beli di konter waktu perjalanan ke sini."


"Tuh kan,Bagaimana suami mu bisa menghubungi mu kalau ponsel kamu aja kamu nonaktifkan."


"Shafiah,kamu betul-betul membahayakan diri kamu sendiri.kalau mertua kamu tau kamu kabur dari rumah,kamu bisa bayangkan bagaimana reaksi mereka?"


"Aku tau kak,dia akan sangat marah sama aku dan mas Zahfran. Lalu apa yang harus aku lakukan kak?"


"Pulang lah Sha,masalah itu di hadapi bukan di hindari."


"Aku belum siap kak."


"Kamu harus siap."


Shafiah terdiam. "Aku fikir-fikir dulu kak."


"Ya,kakak harap kamu bisa dewasa dalam mengambil keputusan."


Shafiah mengangguk faham.





Zahfran bersandar di atas sofa,matanya menatap langit-langit sambil memijit keningnya. "Aku habis dari rumah."



"***Dia pasti menunggu mba Shafiah lagi***." Batin Azky.



"Aku buat teh hangat ya mas"



"Hhmm..jangan pakai gula,pakai madu,Shafiah selalu membutkan ku teh madu"



"Ya mas." "***Banyak hal yang kamu minta dari aku,semuanya harus sama persisi seperti yang mba Shafiah lakukan***." Gumamnya sambil berjalan ke dapur.



Malam pun tiba,setelah kejadian saat di dalam kamar mandi,Azky tak pernah melarang Zahfran tidur satu ranjang dengannya.bahkan terkadang mereka tidur saling berpelukan,tapi untuk melakukan hubungan suami istri,Zahfran belum memintanya lagi dari Azky padahal akhir-akhir ini Zahfran mulai melaksanakan shalat 5 waktu.


__ADS_1


Bukannya Azky menolak,tapi setelah kejadian itu,Jangankan untuk berhubungan suami istri,sekedar berciu\*an saja,tidak pernah mereka lakukan karna yang ada di fikirannya saat ini hanya Shafiah dan putranya Abiyu.



Tengah malam pukul 01.00 seperti biasa Azky selalu melaksanakan shalat tahajud 4 rakaat.setelah selesai shalat dan berdzikir ia melipat mukena dan sajadahnya lalu menyimpannya ke dalam laci.



Azky berbaring di sebelah suaminya.ia menatap wajah Zahfran sangat lekat,ia mengagumi wajah yang sangat tampan itu,bahkan di usianya yang sudah berkepala empat.



Azky menyentuh bibir Zahfran dengan jarinya,tak bisa ia pungkiri kalau dia juga merindukan bibir itu. Saat Azky menyentuh pipi Zahfran dan ingin menciumnya diam-diam,ia baru mengetahui kalau suaminya itu sedang demam. "Ko wajahnya kayak panas?" Azky menyentuh kening Zahfran dengan punggung tangannya. "Ya benar,dia demam"



Azky langsung beranjak dari tempat tidur mengambil air hangat dan handuk untuk mengompres kening suaminya


.



Zahfran mengingau memanggil nama Shafiah dan Abiyu,saat Azky menempelkan handuk hangat di keningnya. "***Dia pasti sangat merindukan mba Shafiah dan Abiyu. kamu ke mana mba,mas Zahfran membutuhkan mu***." Ucapnya sambil menggenggam tangan Zahfran.



~


~


~


~


" mau ke mana mas?" Tanya Shafiah dan Azky bersamaan saat Zahfran beranjak dari kursinya.



"Tidur." Jawab Zahfran singkat.



Shafiah dan Azky saling melirik. "malam ini kamu akan tidur di mana mas?"



Seketika tubuh Zahfran menjadi kaku saat mendengar pertanyaan dari istrinya. dalam waktu bersamaan kedua istrinya menatap wajah Zahfran.



~


~


~


~


Lanjut gak niih?


Kira-kita Zahfran akan memilih tidur di kamar siapa?


__ADS_1


Berikan komentar terbaik kalian ya reader ku tercinta 😘


Jangan lupa jempolnya.🤗😘


__ADS_2