
"Ibu..ibu..kak Nizma nakal..." Teriak anak-anak itu pada Dewi yang sedang memasak di dapur. Terpaksa Dewi harus menghentikan sejenak aktifitasnya karna teriakan anak-anak yang terus menerus memanggilnya.
"Kenapa nak?" Tanya Dewi sambil berjalan menuju ruang tengah menghampiri mereka.
Baru keluar dari dapur,Dewi langsung mendapat pelukan dari kedua gadis kecil itu. "Ibu...kak Nizma nakal..dia mencium pipi kami terus." Rengek salah satu anak kecil itu.
"Iya ibu,kami mau main sama kak Nizma,tapi kakak malah mencium kami terus. Lihat,pipi kita sampai basah seperti ini." Kata putri satunya lagi sambil menunjuk ke pipinya.
"Looh..katanya mau main sama kak Nizma,kakak bela-belain berhenti ngerjain tugasnya loh demi Aisyah sama Asiah." Ledek Nizma pada si kembar yang berlari menghindarinya.
Ya..mereka adalah gadis kembar bernama Aisyah dan Asiah berusia 5 tahun yang di titipkan ibunya kepada Dewi karna dia harus bekerja.
Kembali ke Aisyah dan Asiah.
"Tapi kakak gak berhenti menciumi kami ibu,kami mau main boneka." rengek Aisyah yang langsung mendapat anggukan dari adikya Asiah mereka mendongakan kepalanya menatap Dewi.
"Hhmm...pasti kalian mengganggu kak Nizma belajar ya?" Ucap Dewi dengan kenyipitkan sudut matanya menatap si kembar yang masih memeluknya.
"Tidak ibu,kami cuma mau bermain." kata Aisyah.
"Iya,kalian mau main sama kakak,tapi kan kakak lagi ngerjain tugas Sayang ku..." Ucap Nizma sambil mencubit pipi Aisyah dan Asiah secara bergantian karna gemas.
"Tuh..kata kak Nizma Aisyah dan Asiah ganggu kakak belajar.?" Kata Dewi pada si kembar sambil berjongkok di depan mereka.
"Tidak ibu,kami cuma mau bermain." Jawab Aisyah sambil mengerucutkan bibirnya dan menghentakan kakinya ke lantai.
"Udah...udah ya..gak usah cemberut gitu,mainnya sama ibu aja yuk di dapur.?"
"Di dapur? Aisyah dan Asiah saling menatap heran. "dapur itu bukan untuk bermaim ibu,tapi untuk memasak." Saut Aisyah pada Dewi.
"Gak apa-apa,sambil masak,sambil main,kan bisa." Ucap Dewi sambil menggandeng kedua tangan si kembar menuju dapur.
Dewi mendudukan mereka di atas kursi masing-masing bersama boneka yang mereka pegang. "Aisyah dan Asiah duduk di sini ya sambil main boneka,ibu mau selesaikan masakan dulu,sebentar lagi om Rafa pulang kerja."
"Baik ibu." Jawab mereka bersamaan.
Sementara Si kembar bermain boneka,Dewi kembali melanjutkan masaknya yang sempat tertunda tadi.
Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17.00,Dewi sudah memandikan si kembar,sudah memberi mereka makan,tinggal menunggu di jemput oleh ibu mereka.
"Ibu..umi belum datang?" Tanya Asiah pada Dewi sambil duduk di atas pangkuannya.
"Sebentar lagi ya nak,mungkin ibu kamu lagi di jalan."
Kembali si kembar menyandarkan kepalanya ke dalam pelukan Dewi.
"Kemana Rani ya?" Ucap Dewi Bergumam dalam hati sambil memeluk mereka.
Waktu sudah menunjukan pukul 19.00
Sambil menunggu Umi nya menjemput,mereka berdua bermain bersama Nizma di kamarnya. Karna kelelahan bermain,akhirnya si kembar pun tertidur di dalam kamar bersama Nizma.
Tak lama setelah itu terdengar ucap salam seseorang di depan kediaman Dewi . "Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Saut dewi sambil turun dari kursi hendak membukakan pintu.
__ADS_1
"Jglek..Ran..? Tumben telat pulangnya?" Tanya Dewi setelah membukaan pintu untuk Rani.
"Ya mba,tadi metting dulu sebentar sama atasan,maaf ya mba aku telat jemput si kembar"
"Ga apa-apa,mba khawatir aja takut ada apa-apa. Ayo masuk." Ajak Dewi pada Rani.
"Aisyah dan Asiah ke mana mba? biasanya mereka yang membukakan pintu." Tanya Rani sambil berjalan masuk ke dalam bersama Dewi,lalu mereka duduk di sofa ruang tamu.
"Aisyah dan Asiah tidur di kamar Nizma."
"Tidur? ya Allah mba,maaf ya,aku udah ngerepotin mba,gara-gara aku pulang terlambat."
"Ga apa-apa Ran,kamu kayak sama siapa aja." Ucap Dewi sambil tersenyum.
"Terimakasih ya mba." saut Rani sambil memegang tangan Dewi.
"Ya udah,mba bangunin dulu si kembar ya." Dewi bangkit dari duduknya berjalan menuju kamar Nizma guna membangunkan Aisyah dan Asiah.
Sementara Dewi membangunkan si kembar,Rani yang masih duduk di sofa coba mengecek ponselnya untuk membalas pesan yang belum sempat ia balas tadi.
Kembali ia membaca isi pesan yang pria itu kirim untuknya. "Besok aku ada kerjaan di Surabaya,insyaallah nanti aku mampir jenguk Aisyah dan Asiah." Itulah isi pesan yang pria itu kirim untuk Rani.
"Maaf mas,aku baru balas pesan mu.datang lah kalau mau menjenguk si kembar,tapi mas harus janji,tidak akan meninggalkan apapun untuk mereka." Balas Rani.
"Baiklah,hanya menjenguk." Balas pria itu.
Tak lama Dewi datang bersama si kembar Aisyah dan Asiah. "Umii..." panggil mereka secara beramaan pada Rani sambil berlari menghampirinya.
Mendengar suara putri kembarnya,Rani menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas lalu merentangkan tangannya untuk menyambut uluran tangan mereka.
"Umi ayo kita pulang,Aisyah ngantuk mau tidur."
__ADS_1
"Ya umi,Asiah juga mau tidur." mereka bersandar di bahu sang ibu.
"Ya sayang,kita pulang sekarang ya."
Rani melepaskan pelukan putrinya,lalu berpamitan pada Dewi. "Kita pulang ya mba,terimakasih udah jagain si kembar." Kata Rani
"ya Ran,mba juga seneng ko bisa bantu kamu urusin si kembar,anak-anak kamu luar biasa pinternya.kayak kamu."
"Mba bisa aja." Saut Rani sambil tersenyum. "Ayo sayang,salim dulu sama ibu." Titah Rani pada kedua putri kembarnya.
Satu persatu dari mereka mencium punggung tangan Dewi.
"Jangan nakal ya di rumah,kasian Umi nya baru pulang kerja,nanti langsung tidur ya." Kata Dewi pada si kembar Aisyah dan Asiah sambil membungkuk menatap wajah mereka dari dekat mengusap kedua pipi mereka.
"Ya bu." Jawab mereka bersamaan.
"Kita pulang ya mba. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Saut Dewi.
Setelahnya mereka pun meninggalkan kediaman Dewi menuju kontrakannya. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan.
"Mas OTW ke rumah ya Ran,mau bertemu di rumah mu,atau di rumah Dewi?"
Pesan yang di kirim dari seorang pria kepada Rani sebelum mereka bertemu.
Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍
Dan komentar sebanyak-.banyaknya.
Author selalu menerima masukan dari para Reader.
Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.
Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.
Semoga Allah mebalas kebaikan reader semua.😘🙏,
__ADS_1