
Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan,akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai di depan rumah Azky yang terbilang sederhana itu.
Karna rumah Azky tidak memiliki garasi mobil,akhirnya Fatih memilih menepikan mobilnya bahu jalan depan rumahnya dan mereka pun turun dari mobil namun tidak dengan Fatih,dia masih duduk di jok kemudi.
"Looh..kamu gak turun Fatih?" Tanya Zahfran yang sudah keluar dari mobil sambil membungkukan badannya di depan pintu mobil yang masih terbuka.
"Gak deh,besok aku ada metting di kantor,kalau berangkat dari sini takutnya kesiangan." Jawab Fatih.
Zahfran pun mengangguk. "Oh..ya sudah,makasi ya udah antar kita."
"Sama-sama."
"Sha,,aku pulang dulu ya. Maaf aku gak bisa mampir,lain kali deh aku mampir ke sini."
"Ya mas,gak apa-apa. Terimakasi ya mas." Kata Shafiah dengan senyum ramahnya.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab mereka bersamaan.
Setelah Fatih pergi mereka pun masuk ke dalam rumah Azky. "Maaf ya mba,rumah ku seperti ini keadaannya." Kata Azky sambil membuka kunci tumahnya.
"Cklek..." Pintu pun terbuka. "Ayo mas,mba,masuk."
Saat akan masuk ke dalam,ponsel Shafiah berdering,hingga ia membiarkan suminya dan Azky masuk lebih dulu. "Mas,ada yang telfon,aku angkat dulu ya,kamu masuk aja duluan."
"Ya sudah,jangan lama-lama ya,ini udah malem,di luat dingin." Kata Zahfran sambil mengelus pipi Shafiah.
"Ya mas,gak lama ko." Jawabnya dengan senyum.
Akhirnya Zahfran meninggalakn Shafiah sendiri di luar untuk menjawab telfon masuk pada ponselnya.
"Assalamualaikum." Ucap salam Shafiah setelah menggeser icone hijau pada layar ponselnya.
"Waalaikumsalam mba. Mba,mba kmna aja sih aku tlp dari tadi baru di angkat sekarang." Tanya Shifa sangat khawatir.
"Maaf Shifa,tadi HPnya aku silent.aku baru nyampe rumah nih."
"Rumah.siapa mba?" Tanya Shifa terheran.
"Rumah Azky."
"Azky? maksud mba,istri ke dua mas Zahfran?" Shifa membelalakan matanya menatap ke depan.
"Ya." Jawabnya singkat.
"Mba sudah bertemu sama mas Zahfran?" Shifa merubah posisinya yang tadinya rebahan menjadi duduk di atas tempat tidur sambil menyilangkan kakinya.
"Sudah."
"Dan sekarang kalian bertiga dalam satu rumah?"
"Shifa..bahasnya nanti aja ya,sekarang aku lelah,aku mau istirahat dulu,besok kita ketemu di Butik ya."
__ADS_1
"Tapi mba?"
"Shifa..udah ya,aku mau masuk dulu ke dalam? suami ku sudah di dalam."
"Ya udah deh mba. Semoga malam ini mba bisa tidur dengan nyenyak."
"Ya Shifa,terimakasi. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam." Telfon pun terputus.
"Mba Shafiah bisa-bisanya tinggal satu rumah dengan madunya.astagfirullah...mengerikan." Shifa menggeleng tak percaya. Tak ingin membayangkan kejadian mengerikan itu,Shifa pun memilih untuk tidur tenang setelah mendapat kabar dari Shafiah.
Setelah menutup telfone,Shafiah menyimpan ponselnya ke dalam tas kecilnya lalu ia masuk ke dalam rumah.
Nampak Zahfran sedang duduk bersandar di atas sofa,dan Shafiah pun duduk di sebelahnya .
"Sudah telfonnya?" Tanya Zahfran sambil menggenggam tangan Shafiah yang seolah tak ingin terlepas lagi.
"Sudah mas."
"Dari siapa?" Tanyanya penasaran.
"Asisten ku di butik."
"Kamu punya butik?"
"Ya,aku baru mendapatkan investor dari Sidney,dan aku sengaja buka cabangnya di sini,mangkannya aku bisa pulang ke indo dan mencari mu."
"Kamu hebat sayang,aku bangga sama kamu." Zahfran mencium tangan Shafiah
"Azky sedang membuatkan teh hangat." Zahfran mengusap lembut bahu Shafiah.
Tak lama Azky datang dengan membawa 3 gelas teh hangat untuk Zahfran dan Shafiah dan dirinya.ia meletakan gelas itu di atas meja,dan Azky pun duduk di single sofa sambil memeluk nampang yang ia bawa tadi.
"Silahkan di minum mba,mas?" Kata Azky.
"Hhmm..wanginya enak,aku minum ya." Shafiah dan Zahfran mulai menyeruput teh yang Azky bawa.
"Waah..kamu hebat Azky,teh nya enak banget." Kata Shafiah.
"Makasi mba." senyum simpul nampak jelas di wajah Azky.
"Oh iya,aku siapin air hangat buat kalian ya?"
"Jangan,aku mau mandi air dingin aja,kalau air hangat ga seger." Kata Shafiah.
"Gak sayang,ini udah malem,kamu mandi air hangat aj,biar aku yang mandi air dingin." tukas Zahfran.
"Ya udah,kalau gitu aku rebus airnya dulu ya mba." kata Azky yang sudah siap untuk berdiri dari duduknya.
Namun sebelum Azky berdiri,Shafiah menahannya. "Jangan Azky." Shafiah memegang lengannya. "Biar aku rebus sendiri airnya kamu temenin mas Zahfran aja di sini." Kata Shafiah sambil berdiri.ia pun pergi ke dapur meninggalkan Azky dan Zahfran berduaan ti ruang tamu.
"Aduuh..mba Shafiah malah ninggalin kita berdua lagi,aku kan jadi gak enak,aku gak tau harus ngapain." Batin Azky begumam.
__ADS_1
Tiba-tiba Zahfran membuka suara memecah keheningan. "Bagaimana kuliah mu?" Tanya Zahfran sambil menatap wajah Azky.
"Kuliah?masih jalan mas." Jawabnya tanpa menatap wajah Zahfran.pandangannya terus menatap gelas di ataa meja.
"Syukur lah,maaf.aku tidak bisa memberikan kamu pendidikan yang lebih tinggi lagi,"
"Gak apa-apa mas,aku juga sangat berterimakasi mas sudah membiayai kuliah ku,sebentar lagi kuliah ku selesai."
"Itu sudah kewajiban ku Azky."
"Oh iya..mengenai tempat tinggal,aku akan mencari rumah baru untuk Shafiah."
"Loh..kenpa gak tinggal di sini mas? aku gak keberatan ko." Kali ini Azky memberanikan diri menatap Zahfran dengan mengernyitkan dahinya.
"Aku tau,tapi untuk tinggal satu atap itu gak mungkin Azky.bagaimana pun itu tidak bisa."
"Ya sudah,Kalau memurut mu itu yang terbaik."
"Ya,besok aku akan mulai mencari rumah untuk Shafiah tempati."
"Oh iya..Dimana kamar ku?" Tanya Zahfran pada Azky.
"Kamar mu..?" Nampak Azky kebingungan,karna ia hanya memiliki 2 kamar saja. Tapi Azky tau apa yang harus ia lakukan. "Ini kamar mba Shafiah." Azky menunjukan kamar sebelah kanan yang akan di tiduri oleh Shafiah.
"Aku istirahat dulu ya.nanti aku mandi setelah Shafiah selesai."
"Ya mas." Jawab Azky sambil tersenyum.
"Terimakasi Azky." Ucap Zahfran sambil mengusap lembut pipi Azky dengan satu tangangannya.
"Ya mas." Sambil tersenyum Azky mndongakan kepalanya menatap Zahfran yang sudah berdiri hendak masuk ke dalam kamar Shafiah.
~
~
~
Berhubunga banyak para reader yang protes dengan kehidupan poligami mereka,sedikit bocoran dari Author ya 🤗.
Team Author sedang merevisi ulang kisah Zahfran dan Shafiah ini karna banyaknya yang sudah tidak sabar dengan kebahagiaan Shafiah dan Azky dengan pasanganya masing-masing.
Tapi mohon untuk bersabar ya hanya beberapa ban ko menuju kebahagiaan mereka.🤗🤗😊
Stay terus ya.love you Reader ku 😘😘
Seperti biasa,setelah baca,jangan lupa jempolnya di tekan 👍👍
Dan komentar sebanyak-banyaknya.
Author selalu menerima masukan dari para Reader tercinta.
Terimakasi banyak yang sudah memberikan Vote untuk karya author yang sederhana ini.
__ADS_1
Vote dari yang lainnya Author tunggu ya.
Semoga Allah mebalas kebaikan semua Reader 😘🙏