
dua hari kemudian.
Sudah dua hari Shafiah mencari keberadaan rumah Azky,namun sampai saat ini,tak sedikitpun ia menemukan petunjuk tentang keberadaan Azky.
"Assalamualaikum.." Ucap salam Fatih saat masul ke dalam butik.
"Waalaikumsalam." Jawab Shifa yang sedang berbenah..
"Di mana Shafiah?" Tanya Fatih sambil berjalan masuk.
"Mba Shafiah di ruangannya mas,mau aku panggil.?"
"Gak usah,saya ke ruangannya aja langsung."
"Tok..tok..tok.."Assalamualaikum..." ucap salam Fatih sebelum masuk ke dalam ruang kerja Shafiah.
Mendengar suara Fatih,buru-buru Shafiah menyeka air matanya tak ingin ketahuan oleh Fatih kalau dia sedang menangis. "Waalaikumsalam." Jawab Shafiah setenang mungkin.
Lalu Fatih pun masuk. saat akan menutup kembali pintu itu,Shafiah melarangnya. "Jangan di tutup mas,biar terbuka."
"Baiklah." Kata Fatih,lalu ia masuk ke dalam dan duduk di sofa,sedang Shafiah duduk di kursi kebesaraannya.
"Ada apa mas?"
"Aku mau kasih kabar baik buat kamu."
"Kabar baik apa?" Tanya Shafiah mulai penasaran.
"Aku sudah menemukan rumah Azky."
Mendengar itu Shafiah langsung berdiri dari duduknya lalu menghampiri Fatih yang sedang duduk di sofa. "Stop..stop..kita bukan muhrim." Ledek Fatih saat Shafiah hendak duduk di sebelah Fatih.
"Astagfutullah.." segera ia menyadarkan dirinya. "Maaf." Shafiah melangkah mundur lalu duduk di sofa yang ada di depannya.
"Dia tinggal di mana?"
"Dia tinggal di sebuah rumah sederhana,dan ternyata dia masih kuliah,kuliah sambil kerja."
"Apa tidak ada mas Zahfran bersama Azky?"
"Aku tidak melihat siapa pun di sana,sepertinya Azky tinggal sendiri di rumah itu."
"Kalau dia sendiri,kemana mas Zahfran?" Tanya Shafiah semakin penasaran.
"Kita tanyakan itu pada Azky,sepertinya hanya dia yang tau tentang keberadaan Zahfran."
"Kamu benar mas,ayo mas,antar aku ke sana."
"Gak salah nih ngajakin aku?" ledek Fatih sambil tersenyum menatap wajah Shafiah yang berubah merah."
"Ok..ok.aku minta maaf,aku selalu jutekin kamu,padahal kamu banyak membantuku. Maaf ya mas,dan terimakasi." Ucap Shafiah sangat tulus.
"Ok..kita berangkat sekarang?"
"Ayo mas." Shafiah bangkit dari duduknya sambil menautkan tas kecil di bahunya.
"Semangat banget sih." kata Fatih sambil berdiri.
"Isshh...nyebelin lagi deh,ledekin terus."
Emng senegnya godain terus.Fatih jalan lebih dulu keluar dari dalam ruangan,di ikuti Shafiah dari belakang.
"Shifa,aku titip butik dulu ya,aku mau pergi sama mas Fatih."
"Mau ke mana mba?" Tanya Shifa.
"Mas Fatih sudah menemukan rumah Azky,aku mau ke sana."
__ADS_1
"Waah...benarkah?" Mata Shifa membulat sempurna seakan tak peecaya.
"Ya,doakan aku." Kata Shafiah.
"Pasti mba?semoga Allah melancarkan semua urusan mba."
"Aamiin..terimakasi. Aku berangkat dulu ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Akhirnya mereka pun pergi menuju kediaman Azky,sepanjang perjalanan Shafiah terus berdoa agar Allah memberikan jalan yang terbaik untuknya.
Tak lama setelah menempuh jarak selama 20 menit,akhirnya mereka sampai di depan rumah Azky.
"Yang mana rumahnya mas? Tanya Shafiah setelah turun dari mobil.
"Cet hijau itu." Fatih menunjuk rumah pojok sebelah kanan.
Baru jalan beberapa langkah,nampak ada sosok wanita yang keluar dari rumah tersebut siapa lagi kalau bukan Azky Kahirina yang selama ini menjadi madunya.
Tak ingin membuang kesempatan,Shafiah langsung memanggilnya. "Azky..teriak Shafiah dari kejauhan.
Yang di panggilpun menoleh ke arah sumber suaran. "Kayak ada yang manggil,siapa ya?" Azky berusaha menajamkan matanya melihat ada sosok wanita berjalan menghampirinya,semakin dekat,semakin jelas.
"Mba Shafiah?" ia mengernyitkan kening seolah tak percaya.
"Azky.." Shafiah kembali memanggil namamya.
"Benar,itu mba Shafiah."
Shafiah pun langsung memeluk Azky sangat erat. "Mba..sangat lama aku menunggu mu mba." Rasa bahagia dan haru bercampur aduk menjadi satu.
"Maafkan aku Azky,aku baru menemui mu sekarang." Shafiah semakin mengeratkan pelukannya sambil menangis,begitupun dengan Azky.
"Aku sangat merindukan mu mba.terlebih mas Zahfran..Hikss..hikss..,pasti mas Zahfran juga sangat merindukan mu." Ucap Azky yang enggan melepaskan pelukannya dan terus menangis.
"Bagaimana kabar kamu? kamu baik-baik saja?" Tanya Shafiah setelah melepaskan pelukannya lalu menggenggam kedua tangan Azky.
"Alhamdulillah aku baik."
"Mba sendiri bagaimana keadaannya?"
"Alhamdulillah aku juga baik,lalu mas Zahfran? di mana dia sekarang?"
"Mas Zahfran sekarang tinggal di pesantren mba."
"Pesantren?" Tanya Shafiah terheran.
"ya mba,sudah dua tahun ini dia mondok di pesantren."
"Kenapa kalian tidak tinggal bersama?"
"Dia tidak mau mba,dia lebih memilih tinggal di pesantren sambil menunggu mu."
"Dia menunggu ku?" perkataan Azky membuat Shafiah terkejut.
"Ya mba,cepat temui dia mba. mas Zahfran pasti sangat senang melihat mba Shafiah kembali."
"Kalau begitu antar aku menemuinya Azky."
"Baiklah mba,aku kunci pintu rumah ku dulu"
Setelah mengunci pintu rumahnya,Azky kembali menghampiri Shafiah. "Ayo mba."
"Berapa jam perjalanan dari sini menuju pesantren itu?" tanya Fatih setelah mereka berada di dalam mobil.
"Kalu naik kendaraan umum sekitar 5-6 jam." Jawab Azky.
__ADS_1
Fatih menatap jam yang melingkar di tangannya. "Hhmm...kita akan sampai dalam waktu 3-4 jam.
"Jangan terlalu ngebut mas,aku gak mau nyampe ke sana tinggal nama."
"Insyaallah,kamu percaya sama aku."
Segera Fatih melajukan mobilnya membawa mereka menuju pesantren yang Azky maksud.
Saat dalam perjalanan,Shafiah di buat penasaran dengan kehidupan suaminya kenapa sampai seperti ini.ia pun memutuskan untuk bertanya pada Azky.
"Azky,kenapa mas Zahfran memilih tinggal di pesantren? bukan dengan mu?" Tanya Shafiah sangat penasaran.
"Semenjak kepergian mba,hidup mas Zahfran sangat kacau mba,perusahannya mengalami kebangkrutan.
mba tau,kalau mas Zahfran pernah mengunjungi mu di Sidney?"
Shafiah mengangguk. "Ya..aku tau,sekitar 3-4 kali dalam satu tahun pertama.
"Bukan 3-4 kali mba,bahkan hampir setiap bulan mas Zahfran menemui mu,tapi pak herlambanh selalu menghalanginya."
"Hampir setiap bulan? sesering itukah?" Shafiah menatap tak percaya.
"Ya mba,"
"Setelah kepergian mba,mas Zahfran tidak lagi memikirkan perusahaannya,banyak investor yang meninggalkannya mba,bahkan beberapa proyek mengalami kerugian sampai-sampai dia tidak sanggup lagi membayar gaji para pekerja, mangkannya mas Zahfran menjual perusahaan,rumah,apartemen,dan mobil-mobilnya untuk membayar lebih dari seribu karyawan yang terpaksa ia PHK."
Shafiah terdiam setelah mendengar penjelasan Azky. Ia mulai merasa bersalah atas kesulitan yang mereka hadapi karna kepergiannya. Shafiah memberanikan diri untuk kembali bertanya. "Lalu bagaimana kalian hidup? bagaimana kalian melewati masa sulit ini?"
"Mas Zahfran membelikan ku rumah,rumah yang aku tempati sekarang,itu dia yang membelinya mba.dia juga membayar kuliah ku,mencarikan ku kerja,tapi dia tidak mau tinggal bersama ku,dia lebih memilih tinggal di pesantren. Dia bilang,,,dia ingin mendekatkan diri kepada Allah,dia ingin belajar lebih baik lagi dalam ilmu agama." Ucap Azky menjelaskan panjang lebar.
"Masyaallah,mas Zahfran betul-betul sudah berubah,tapi apa yang sudah aku lakukan,aku membuat hidup suami ku menderita,aku sudah mendzolimi suami ku sendiri. Maafkan aku Azky,karna aku,kamu harus melewati masa sulit seperti ini. Maafkan aku hikss..hikss.." Shafiah menangis sesegukan sambil menggenggam tangan Azky
"Tidak mba,tidak ada yang salah,ini sudah jalan yang Allah gariskan untuk kita bertiga,dan sekarang aku bahagia mba Shafiah kembali untuk mas Zahfran,mas Zahfran pasti akan sangat senang mba." ucapnya dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Ya Azky,aku sempat ragu saat menginjakan kaki di ibu kota,aku fikir mas Zahfran sudah melupakann ku.tapi ternyata dugaan ku salah,dia menungguku hikss..hikss.. Shafiah menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.lalu Azky membawa Shafiah ke dalam pelukannya.
"Ya mba,mas Zahfran menunggu mu."
"aku ingin segera menemui mas Zahfran,aku ingin memeluknya Azky.aku sangat merindukannya.hikss..hiks..
"Ya mba,kalian akan segera bertemu. tenang lah."
"Alhamdulillah,terimakasi ya Allah,engkau telah membawa mba Shafiah kembali,ini semua atas izin engkau yang telah menggerakan hati mba Shafiah untuk menemui mas Zahfran." Batin Azky bergumam,sangat jelas di wajahnya terpampang kebahagiaan.
~
~
~
~
Jempol Author ampe bengkak UP 2 Bab dalam 1 hari 😀.
ini semua berkat dukungan para Reader yang setia menunggu kisah Shafiah dan Zahfran.
Jempol dan komen terbaik kalian selalu menjadi semangat Author untuk terus UP 2 Bab setiap hari.
Selalu tinggalkan jejak nya ya.
Like
Komen sebanyak-banyaknya.
Love youu 😘😘😘
Jangan lupa untuk memberikan Vote untuk Author ya,supaya kisah ini bisa masuk kontrak Noveltoon. Author banyak-banyak berterimakasi untuk yang sudah memberikan vote kalian untuk karya Author yang sangat sederhana ini. 😘😘😘
__ADS_1