
Ada yang ngasih aku tips lagi. Ya ampuunn.. Makasi banyak kak Imelda, selalu mendukung karya ku dengan memberikan tips. Semoga Allah membalas kebaikan khususnya kak Imelda, umumnya untuk semua reader yang sudah mau mampir dan memberikan apresiasi untuk karya Author yang masih acak-acaka ini 🙏
Happy reading.
semua keluarga besar berkumpul bersama di apartemen Shafiah. Bukan hanya keluarga Azky, Keluarga Bram, bahkan Adlan pun ikut berkumpul di sana. Hal ini sangat langka terjadi, dan kehadiran Adlanlah yang cukup mengejutkan, karna ia datang bersama seorang wanita.
"Shifa..? kamu..?"
"Jangan ada yang protes?" Sangat cepat Adlan memotong pembicaraan.
Ha..ha..ha.. Seakan tidak ada habisnya keseruan mereka, Adlan duduk si samping Fatih, sedang Shifa duduk di samping Shafiah.
"Butik mba gak ada yang jaga dong?" selorohnya membuat Shifa tersenyum malu sambil menggelengkan kepalanya.
"Nggak ada mba."
"Mas Adlan tuh yang maksa aku mba."
"Katanya dia malu kalau..."
"Shifaa..." Adlan berteriak saat Shifa akan membongkar rahasianya, berpindah posisi duduk di sebelah Shifa dan langsung membekam mulutnya dengan tangannya.
"Lemes banget siih.."
"Hhmm.." Shifa berusaha melepaskan tangan Adlan dari mulutnya.
"Adlan.. Udah lepasin." Kata Shafiah yang ikut membela.
"Nggak, dia gak bisa jaga rahasia mba."
"Tau gitu aku gak ajak kamu ke sini." Belum rahasianya terbongkar, wajah Adlan berubah merah merona, menahan malu.
"Udah.. Lepasin. Aku gak bakal cerita apa-apa lagi." Dengan susah payah Shifa bicara, karna mulutnya masih di bekam oleh tangan Adlan.
"Tapi gak usah ember dong..?"
"Iya aku janji. Lepasin." Akhirnya Adlan melepaskan tangannya. lalu kembali duduk di sebelah Fatih, namun menatap wajah Shifa dengan tatapan devil. "Awas kamu ya...!"
"Iisshh.." Shifa memalingkan wajahnya.
"Adlan...Adlan.. umur kamu itu udah hampir empat puluh tahun, nikah dong." Kali ini ejekan datang dari Fatih om nya, sekaligus pemilik perusahaan tempat ia bekerja.
__ADS_1
"Nikah.. Emang gampang cari calon."
"Gampang.."
"Tuuh.." Menunjuk ke arah Shifa dengan ujung matanya.
"Aduuh... dia lagi."
Asik berbincang, Adlan baru menyadari ketidak hadiran Abiyu bersama mereka. "Kemana emangnya kak?"
"Lagi ngedet."
"Sama siapa?"
"Ya istrinya lah. mas adlan.." Timpal Shifa menyela pembicaraan.
"Gak usah mulai Shifa." Adlan mendengus kesal.
"Galak.." Katanya sambil melotot.
"Kalian tuh berantem terus, Jodoh tau rasa loooh.." Azky yang biasa ya diam pun ikut mengejek Adlan seperti yang lainnya.
"Lagian, pertanyaan kamu itu aneh Adlan." Kata Fatih sambil merangkul Azky dari samping.
"Masa iya Abiyu pergi sama selingkuhan. Tampangnya terlalu polos buat selingkuh." Fatih menggelengkan kepalanya. "Adlan..adlan.."
"Rese.."
Tak terasa, jam di atas dinding berada di angka 09.00 malam. Kali ini obrolan merek terkesan santai, hanya tawa kecil yang terdengar, agar tidak membangunkan anak-anak mereka yang saat ini sudah tertidur lelap.
"Abiyu lagi di mana sekarang?" Tanya Zahfran pada Shafiah yang masih duduk bersandar di bahunya.
"Tadi sih bilangnya lagi di atap gedung.?" Jawabnya tanpa bergerak sedikitpun.
"Ngapain?"
"Nih.." Shafiah menunjukan foto kebersamaan Abiyu bersama Kisya duduk berdua dengan di kelilingi lilin-lilin kecil yang mendukung suasana di sana semakin romantis.
"Bisa juga dia romantis.." Kata Zahfran.
"Harus romantis, biar rumahtangga awet. " Ujar Shafiah.
__ADS_1
Jauh di atas sana, Kisya dan Abiyu sangat menikmati alunan musik nan romantis, desain lilin menghiasi lantai berwarna putih, langit bertabur bintang, angin malam nan sejuk, membuat keduanya di mabukan oleh cinta dan hasrat.
Sedang di lantai bawah, Kayla tengah menikmati permainan Play Zoon bersama Kiran. Awalnya mereka akan menitipkan Kayla dengan neneknya, karna tidak tega akhirnya mereka mengajak Kayla dan Kiran.
"Habis ini, kita pulang ke hotel yuk yank, biar Kayla pulang sama kiran ke apartemen." Pinta Abiyu sambil mengusap lembut rambut panjang hitam yang menjuntai. Ya.. Kali ini Kisya memanjangkan rambutnya demi memenuhi keinginan suaminya.
"Kasian Biy." Mereka masih berdiri. Kisya menautkan tangannya di atas bahu Abiyu. Sedang Tangan Abiyu masih berada di atas pinggang Kisya.
"Kata bunda gak apa-apa ko, sekali-kali kita memang harus menghabiskan waktu berdua, supaya cinta kita semakin kuat."
"Lagian, aku pengen bergadang malam ini." Ucap Abiyu sambil berbisik di telinga sang istri.
"Abiiy.."
Maaf ya aku baru UP sedikit, ide'y baru segitu, di usahakan aku UP 2 bab sehari.
Mau part ***-*** dulu, apa langsung ketauan aja? 🤭.
Jangan lupa untuk selalu meninggalkn jejak setelah membaca ya.
LIKE
VOTE
KOMEN (biar komen cuma bilang NEXT gak masalah. Maaf niih maksa.)😁😁🙏
__ADS_1