
Seneng deeeh..pada ngasih Like dan kolom komentarnya di isi. bunganya juga di tebar.
Makasi banyak ya 🤗🙏
Suara hati Kiran.
Dear Abiyu.
Maafkan aku tuhan, sejatinya tidak ada manusia sempurna di dunia ini, tapi kenapa dia begitu sempurna di mata ku?
Bukan hanya paras yang tampan, dia memiliki pribadi yang baik, santun, bertanggungjawab, aku mencari kekurangan pada dirinya, dan aku tidak menemukannya.
Lembar pertama membuat dadanya terasa sesak. "Dia suami ku Kiran, pria yang kamu bilang sempurna itu suami ku, milik ku." Kisya mulai meneteska air mata, dan dengan penuh kesiapan Kisya membuka halaman berikutnya.
Dear Abiyu.
Berada di samping mu membuat ku gemetar, ada sesuatu yang aneh di dalam sini, seandainya kamu tahu, jantungku berdetak sangat cepat, aku seperti habis lari maraton sejauh lima kilo meter. Aah...tidak, lebih dari itu kak, aku sampai merasa lelah, padahal aku hanya diam dan duduk menemani Kayla bermain, memandang wajah mu yang sayup karna bukan aku yang kamu inginkan.
Sabar ya kak, suatu saat kak Kiran akan menyadri betap berartinya dirimu.
"Dia mencintai Abiyu saat hubungan kita renggang." Kisya tak mampu lagi membendung air mata yang terus memaksanya untuk jatuh, dadanya semakin sesak, tapi halaman di dalam buku berukuran enam inchi itu masih tebal, dan bisa di pastikan masih banyak ungkapan isi hatinya di dalamnya.
Walau amarahnya saat ini sudah berada di ubun-ubun, Kisya harus menahan diri demi membuka lembar berikutnya dengan penuh kesiapan.
Dear Abiyu.
Kamu memuji masakan ku, kamu menyukai masakan ku setelah masakan buatan istri mu tak lagi kamu rasakan. Ahh..kenpa sesenang ini? aku akan belajar lebih giat lagi, supaya kakak menyukai masakanku.
Melayani mu tulus aku lakukan, bukan semata-mata karna perintah kak Kisya, aku senang di beri kesempatan untuk melayani mu.
Deg... Kisya berhenti membaca, seolah hatinya tercambuk ratusan kali dengan tulisan Kiran, yang satu ini. "Aku..? Apakah aku yang membuat dia mencintai Abiyu?"
Sangat cepat Kisya menampik perasaan itu. "Nggak.., bukan aku, dia yang tidak tau diri, dia yang salah mencintai suami ku."
"Kiraaan..." Kisya meremas satu halaman itu, dan membuangnya jauh ke depan. Masih tertinggal halaman berikutnya, mau tidak mau dia harus kembali membaca.
Kamu selalu menyertakan aku kemana pun kamu pergi. Iya...itu karna aku adalah pengasuh anak mu, tapi aku bahagia. dan terus lah anggap aku sebagai pengasuh anak mu.
Dear Abiyu.
Kamu penenang jiwa ku, saat gelap adalah musuh ku, keberadaan mu yang membuat aku merasa aman, kamu tau, aku mulai memberanikan diri mematikan lampu saat tidur, aku malu pada Kayla. dia lebih berani dari aku.
Terimakasih kak Abiyu, dan maafkan aku, maaf karna aku mencintai mu dalam diam, dan maaf karna aku mencintai mu di setiap hembusan nafas. Doa ku selalu menyertai mu kak, berbahagialah dengan kak Kiran, karna memang hanya dia yang berhak atas diri mu, dia nyawa mu, dia hidup mu, dan biarkan aku sendiri dengan perasaan ini, biarlah hanya aku yang mencintai mu.
Tangisnya semakin terisak, belum semua halaman ia baca, banyak.. Masih banyak, bahkan sangat banyak, butuh waktu untuk membuka semua halaman, Kisya tak memiliki keberanian lagi untuk meneruskannya. terlalu menyakitkan, terlalu menyudutkan dirinya, satu yang pasti, ia merasa ini sudah keterlaluan.
__ADS_1
"Kiraaan...kamu menghianati kepercayaan ku.." Kisya berteriak di dalam kamar, sedang Kayla masih asik bermain di dalam kamar mandi, suara air mengalir membuat ia tidak bisa mendengar teriakan bundanya. "Hikss..hikss.."
"Aku membenci muuu...."
Kamar Kiran yang letaknya tak jauh dari dapur, seketika menghentikan aktifitas mereka saat mendengar teriaka Kisya di dalam sana.
Aaaaa.... Abiyu yang masih berdiri di sana, langsung berlari menghampiri sang istri di dalam kamar. Ia melihat istrinya mengkoyak buku itu, merobeknya penuh amarah, dan melemparnya ke sembarang arah.
Ia memeluk tubuh istrinya yang jelas terlihat gemetar. "Kenapa yank?" Keningnya mengerut kebingungan. Ia melihat banyak sobekan kertas di lantai, sudah bukan berbentuk lembaran lagi, tapi namanya masih bisa ia lihat di atas kertas itu.
"Abiyu"
"Aku mencintai mu."
Bukan cuma dirinya yang khawatir, Shafiah. Azky, bahkan si kembar ikut melihat apa yang terjadi di dalam. Kiran melangkah masuk lebih jauh, ia melihat Diary miliknya sudah tidak utuh lagi, bukan lembaran lagi, tapi sudah hancur menjadi potongan kecil yang berhamburan di lantai. Saat ini, hanya dialah yang menyadari alasan kenapa Kisya berterik dan menangis.
"Kak.." Suaranya terdengar sangat lirih, ia melangkah ketakutan dengan kaki gemetar. dan tanpa di tunda lagi, Kisya langsung memberikan tamparan keras di pipi mulusnya.
"Plak.." Semua terkejut dengan sikap Kisya yang terkesan tiba-tiba berubah sangat kasar, dengan sorot mata yang tajam menatap wajah Kiran.
"Penghianat.."
"Dasar kamu penghianat."
Ini bukan pemandangan yang baik, Azky membawa putri kembarnya keluar dari sana, dan di saat yang bersamaan Kayla keluar dari kamar mandi sudah mengenakan handuk dan kebingungan dengan keadaan kamar yang terlihat ramai.
"Ada apa bunda? kenapa bunda nangis?"
"Tante, tolong bawa Kayla keluar ya." Pinta Abiyu pada Azky.
"I..iya Biy.." Azky membawa Kayla keluar bersama putri kembarnya. dan tinggalah Shafiah, Kiran, Kisya masih dalam peluakan Abiyu, menahan sang istri melakukan hal lebih dari memberikan tamparan.
"Apa yang kamu lakukan Kisya? kenapa kamu menamparnya?"
"Dia jahat Abiy.."
"Dia penghianat.." hikss..hikss..
"Apa yang kamu katakan?" Abiyu semakin tidak mengerti, menatap wajah Kisya di penuhi amarah.
"Kiran mencintai mu." Kisya mengatakannya dengan berteriak.
Abiyu menggelengkan kepalanya, menatap tak percaya. "Nggak, gak mungkin yank."
"Ini.." Kisya mengambil sebagian potongan kecil, lalu Kiran berusaha mengumpulkan semua potongan dengan tangannya, berusaha agar Abiyu tidak membaca potongan tulisan isi hatinya.
__ADS_1
"Ngapain kamu." Kisya mendorong tubuh Kiran sangat kasar, ia terjatuh tersungkur.
"Kisya.." Shafiah meraih tubuh Kiran yang tergelak, dan terus berusaha menjauhkan Kiran dari jangkauna menantunya.
"Yank..cukup." Abiyu pun meraih tangan Kisya yang hampir menamparnya lagi.
"Kamu mau menghilangkan bukti?"
"Kamu malu kalau Abiyu tau?"
"Jangankan Abiyu,. aku bahkan akan memberitahu semua keluarga kalau kamu itu penghianat."
Hikss..hiksss.. Kiran terus menangis dalam dekapan Shafiah. "Nggak kak, jangan lakukan itu."
"Kisya tenang lah."
"Siapa yang bisa tenang bunda? Saat orang yang kita percaya ternyata menusuk dari belakang?"
"Aku tidak akan merebut kak Abiy.." Kata Kiran dengan tangis terisak.
"Jangan sebut nama suami ku." Bentaknya lagi dan lagi.
"Aku benci, aku membenci mu."
"Pergi.."
"Kisya cukup.." Suara Abiyu terdengar sangat lantang, terpaksa ia melakukan itu karna dengan cara lembut Kisya terus memberontak.
Akhirnya Kisya pun diam walau dengan deru nafas yang semakin tidak beraturan, tubuhnya masih gemetar menahan emosi, sedang Kiran masih terisak dengan tangisnya.
"Abiy.. Dia mencintai mu.."
"Dia akan merebut kamu dari aku.."
Semoga tetep suka ya 😊🙏.
Jangan lupa jejaknya.
banyakin lagi jempol dan ramaikan kolom komentarnya ya.
__ADS_1