Dia Maduku

Dia Maduku
Extra part 3


__ADS_3

"Mas Zahfran?" Shafiah menyapa kehadiran suaminya dengan hangat,melempar senyum terbaiknya karna ia merasa senang dengan kehadirannya di sana.


"Kamu ko gak bilang sih kalau mau makan siang di luar?" Tanya Zahfran selembut mungkin.


"Aku bilang ko,bukannya Khadijah sendiri yang kasih tau kamu?"


"Mati aku mati..." Batin Khadijah bergumam sambil memejamkan matanya erat-erat,sedang mempersiapkan diri untuk menerima omelan sang kakak.


"Gak ada yang kasih tau aku sayang."


"Tapi Jia bilang..." Ucapnya terhenti sejenak sambil menatap Khadijah yang sedang menundukan kepalanya ke lantai. "Aahh..ini pasti ada apa-apanya." Ucapnya dalam hati.


"Apa? Jia bilang apa?"


"Hhmm..gak apa-apa mas,mungkin dia lupa memberitahu mu." Kembali ia tersenyum berusaha mencairkan amarah suaminya.


Tapi..sepertinya tidak semudah itu,Zahfran tetap harus menegur adiknya yang sudah berbuat salah. "Jia." Panggilnya,ia masih berdiri di samping sang istri.


"I..iya..mas." Menjawab panggilan kakaknya dengan terbata.


"Kenapa kamu gak izin sama aku kalau kamu mau membawa kakak iparmu ke luar?" Pertanyaan pertama cukup membuat kaki sang adik gemetar.


"Cuma makan siang ko,masa gak boleh?"


"Bukan gak boleh,kamu tau kan kakak mu itu lagi hamil,dia butuh waktu istirahat lebih."


"Mas..aku gak apa-apa ko." Berusaha menenangkan amarah suaminya dengan mengusap bahunya.


"Sayang.. Khadijah membawa kamu ke sini itu untuk kepentingan dia sendiri."


"Gak mas,dia cuma minta di temenin makan siang aja."


"Makan siang? di Cafe tempat Bram bekerja?"


"Memang apa salahnya?"


"Sayang... Dia itu ke sini bukan untuk makan siang,dia itu cuma pengen ketemu Bram."


"Aku..?" Bram terheran saat namanya terlibat dalam masalah ini. "Kenapa?"


Tak ada yang bisa menjawab,dan Khadijah terus menundukan pandangannya ke lantai.


Bram yang tau akan maksud dari ucapan Zahfran,ia mencoba meluruskan agar tidak terjadi kesalah fahaman. "Begini tuan Zahfran,saya yakin,kalau tujuan adik anda ke sini bukan untuk saya,kita hanya kebetulan saja,dan Adlan juga kebetulan ada di sini,jadi kita gabung. Bukan begitu Jia?" Tanya Bram pada Khadijah yang langsung mendapat anggukan sebagai jawaban.


"Anda lihat kan?"


Adlan yang sedari tadi ada di sana hanya bisa menyaksikan keseruan sambil menikmati secangkir kopi di tangannya. "Aku ko punya kakak dan adik yang sama-sama konsletnya." Senyum kecil nampak di sudut bibirnya.


"Lagian tuan,anda tenang saja,saya tidak akan memacari adik anda,saya sudah punya pacar." Tanpa ragu ia mengatakannya di depan Khadijah. "Maaf Jia,aku harus berbohong." Batin Bram bergumam.


Deg..


Dunia Khadijah terasa runtuh saat mendengar pernyataan dari Bram,ia menatap wajah Bram dengan tatapan tak biasa,semua orang menyadari itu.


"Kamu punya pacar?" Tanya Adlan dengan membelalakan matanya.


Brampun mengangguk. "Iya."


"Kamu serius Bram?" Kali ini Zahfran lah yang bertanya,dan Shafiah hanya menatap wajah adik iparnya dengan tatapan sendu. Dia lah yang lebih tau perasaan Jia saat ini.


"Serius,kenapa juga saya harus bohong tuan? Saya juga kan masih bujang."


Kecewa,itu lah yang tengah ia rasakan saat ini,tak ingin berlama-lama di sana,Khadijah bagkit dari duduknya lalu berpamitan. "A..aku..pulang dulu. Mas Adlan antar aku pulang ya." Pintanya masih berusaha biasa saja.


"Baiklah." Adlan kembali mengenakan jasnya,lalu segera menyusul adiknya yang melangkah cepat keluar dari Cafe dengan perasaan kecewa.

__ADS_1


"Jia.." Panggilan Zahfran tak di dubris,ia terus melangkah cepat keluar dari sana. "Khadijah..?"


"Kejar dia mas,biar kita yang antar Jia pulang."


"Iya sayang." Zahfran berlari mengejar adiknya yang sedang marah,dan Shafiah masih berada di dalam bersama Bram.


"Bram...kenapa kamu lakuin ini?" Tanya Shafiah pada Bram yang sedang menundukan kepalnya,mungkin ia menyesal dengan apa yang sudah ia katakan.


"Aku harus melakukan itu." Bram mengagkat kepalany menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


"Katakan pada Khadijah kalau kamu juga menyukainya Bram."


"Tidak... Itu tudak mungkin,aku tidak mungkin menyukai adik dari majikan ku."


"Bram... Kamu sudah tidak bekerja lagi dengan kami,dan mas Zahfran bukan atasan kamu lagi." Tegas Shafiah.


"Tapi aku selalu merasa seperti itu Sha."


"Bram... Aku mohon,berterusteranglah pada adik ku,kalau kamu juga mencintainya."


"Aku gak tau Sha,untuk sekarang tidak dulu."


Shafiah menghela nafas dalam. "Terserah pada mu,aku gak mau kalau sampai adik ku kenapa-napa."


Tak mampu menjawab,Bram terus diam seribu bahasa.


"Ya sudah,kalau begitu aku permisi dulu."


Bram mengangguk. "Baiklah."


"Assalamualikum."


"Waalaikumsalam."



Prahara rumahtangga Azky



Hari berganti. Dua hari pasca pertemuan saat itu,semuanya tampak biasa saja,semua berjalan normal,bahkan Azky mulai melupakan kejadian saat itu.



Tapi sepertinya tidak dengan Tania,dua hari ke belakang ini bayangan Fatih muncul di benaknya. "Seandainya dulu kita jadi menikah,aku tidak akan merasakan perihnya di hianati,seharusnya kamu milik ku mas." Batin Tania bergumam.



Di atas kursi kebesarannya tiba-tiba dia teringat dengan kartu nama yang di berikan oleh Fatih. Ia bergegas mengambil kartu nama itu di dalam tas kecilnya. "Nah... ini dia kartu namanya."



Tania mulai mengetik pesan yang akan ia kirimkan pada Fatih.



Tania: Selamat pagi menjelang siang.



Pesan terkirim.



Fatih yang masih di sibukan dengan pekerjaannya belum sempat membuka pesan yang Tania kirim untuknya.

__ADS_1



Begitupun dengan Tania yang juga di sibukan dengan pekerjaan,meletakan ponselnya di samping Laptop. "Siapa tau dia membals pesan ku." Begitu fikirnya.



Dan benar saja,30 menit kemudian layar ponselnya menyala,tertera nama Fatih di sana,buru-buru ia meraih ponsel itu lalu membaca isi balasan dari Fatih. "Selamat siang. Maaf dengan siapa?"



Jari lentik Tania dengan cepat mengetik balasan. "Tania..ini no handphon ku. Kamu save ya."



"Oh... aku fikir siapa. Baiklah." Jawabnya singkat.



"Kamu sedang sibuk?" Kembali membalsa pesan.



"Tidak,aku sedang makan siang dengan teman ku."



"Di mana?"



"Di Restauran XX."



"Wah... kebetuan posisiku tidak jauh dari situ." jawabnya berbohong.



"Benarkah?"



"Iya... Aku juga lagi cari Restauran untuk makan siang,kebetulan aku sendiri,boleh gabung?"



"Boleh,kesini aja."



"Ok.. On the way."



Tetap pada pendirian Fatih,jangan sampai hati mu tergoyahkan seperti Zahfran saat itu.


Berikan tanda cinta kalian dengan cara.


LIKE


KOMEN


VOTE


Lanjut?

__ADS_1


__ADS_2