
"Bunda.." Begitu sampai di rumah,Kisya langsung memeluk Shafiah dengan tangis terisak. "Abiyu keterlaluan." Hikss..hikss..
Abiyu yang masuk lebih dulu,memasang wajah penuh emosi menatap wajah istrinya. "Dia selingkuh bun."
Kisya melepaskan pelukannya,menatap Abiyu penuh keberanian. "Aku gak selingkuh Abiyu. Aku punya alasan bertemu kak Radit,kamu denger dong penjelasan aku."
"Ayah...ayah kenapa?" Kayla pun menangis saat melihat bundanya menangis dalam pelukan neneknya. "Bunda jangan nangis,Kayla sedih.." Ia masih memeluk Kiran,dan membenamkan wajahnya di perut Kiran. Ia mengusap rambut Kayla seraya menenangkan.
"Sayang,ada kakak di sini,jangan nangis ya."
Tak ingin pertengkaran orangtuanya di ketahui cucunya,Shafiah meminta Kiran membawa Kayla masuk ke dalam kamar.
Memastika Kayla benar-benar sudah masuk ke dalam,Shafiah baru berani membuka suara. "Abiyu.. Hati-hati kalau bicara,jangan sembarangan kalau ada Kayla."
"Lagian kalian kenapa lagi sih? bukannya tadi siang udah baikan? tadi Kisya anterin makan siang kamu kan ke Restauran?" Tanya Shafiah bertubi-tubi.
"Bunda tanya aja sama menantu kesayangan bunda. Apa yang dia lakuin di luar sana."
"Dia itu aneh bun,Abiyu cemburu buta tanpa alasan,dia cemburu sama asisten dosen aku."
"Oh..jadi,Radit itu dosen kamu? sejak kapan? jangan-jangan alasan kamu mau kuliah karna dia dosennya? iya kan?"
"Dia asisten dosen,dia pengganti dosen ku yang sedang tour ke Roma,aku tidak ada hubungan apa-apa Abiy,kenapa sih susah banget buat percaya."
"Dia juga datang setelah aku kuliah beberapa bulan,buka aku yang ngikutin dia."
"Lalu kenapa kamu gak cerita sama aku Kisya..?"
"Karna aku tau,kamu pasti gak akan terima,bahkan kamu pasti meminta aku untuk keluar dari kampus itu. Iya kan?"
"Iya.." Ia menjawab sangat cepat. "Aku pasti lakuin itu."
"Abiy..." Kali ini Shafiah bicara dengan nada membentak. "Kamu jangan kayak gini dong,jaga emosi kamu."
"Istri kamu itu sedang menuntut ilmu,seharusnya kamu dukung dia,dukung semua kegiatannya."
Abiyu melangkah maju. "Bunda gak tau siapa Radit yang sebenarnya bun,dia ada maksud lain dekat dengan istri ku,dia mau merebut Kisya dari ku."
Dengan cepat juga Kisya membantah. "Nggak bun.. Kak Radit cuma bantu aku,dia bantu aku ngurusin skripsi ku,gak lebih dari itu."
"Itu juga masih beruntung ada yang mau bantu aku."
"Bantu kamu? kamu bilang cuma bantu? Alasan."
"Alasan kamu bilang?" Kisya mengerutkan keningnya. "itu bukan alasan Abiyu,itu kenyataannya."
"Kenapa harus Radit? kenapa harus dia Kisya..? Apa cuma dia yang bisa bantu kamu? apa gak ada orang lain?"
__ADS_1
"Iya.." Jawabnya dengan berteriak. "Karna memang cuma dia yang bisa bantu aku,gak ada orang lain,sekalipun itu kamu,kamu gak bisa."
"Kamu gak bisa bantu aku,kamu malah pergi ninggalin aku." hikss..hikss..
Abiyu memegang bahu sang istri,menatap matanya yang sudah benar-benar di butakan oleh pergaulan yang tidak benar. "Aku bekerja Kisya,aku mencari nafkah untuk kamu,untuk anak kita."
"ku mencari uang,supaya kita bisa hidup layak,supaya aku bisa memberikan fasilitas terbaik buat kamu,kuliah kamu,pakaian kamu,semua kebutuhan kamu."
"Kamu gak tau kan kesulitan apa yang sedang aku hadapi di Restauran? aku bahkan membayar tour kamu ke Pakistan dengan menjual jam tangan ku."
"Abiy..kenapa kamu gak bilang sama bunda?"
"Karna istri ku hanya mau uang dari jerihpayah ku bun,dia mau aku berdiri sendiri,dan sampai kapan pun,aku akan membuktikannya."
"Tapi kamu ninggalin aku Abiy.." Ia menunduk,membenamkan wajahnya pada kedua tangannya,kali ini suara Kisya terdengar lirih.
"Aku ninggalin kamu,supaya kamu sadar,kalau kamu juga butuh aku,butuh Kayla,bukan terus sibuk sama temen-temen kampus kamu,terutama Nindy."
"Aku udah sering bilang,jauhi dia,jangan berteman dengannya,dia membawa pengaruh buruk Kisya."
"Kamu yang terlalu Over Abiy,kamu terlalu takut,kamu bersikap berlebihan,kasih aku kepercayaan Biy."
Abiyu sudah kehabisan kata-kata untuk menasehayinya,ia melangkah mundur menjauh dari Kisya. "Bunda lihat,dia selalu menjawab perintah ku,dia gak mau nurut bun."
Bukan hanya Abiyu,Shafiah pun merasa aneh dengan sikap Kisya sekarang. "Kenapa nak? kenapa kamu gak mau jauhin anak itu?"
"Sayang.." Shafiah meraih tangannya. "Kamu sudah berumahtangga,usia kamu juga gak sama dengan teman kamu,cari lah teman yang bisa mengarahkan kamu ke jalan yang benar,setidaknya cari teman yang sudah menikah juga."
"Dan untuk asisten dosen kamu,bunda gak nyalahin kamu,kalau kamu belajar sama dia,,tapi..." Menjeda sejenak sambil menyeka air maya Kisya yang terus mengalir. "Untuk bertemu Radit tanpa sepengetahuan suami mu,jelas itu salah nak."
"Kamu bukan lagi wanita single,kamu punya anak,punya suami,semua kegiatan kamu di luar,harus dengan izin suami,bukan main di belakang,walaupun kamu gak berselingkuh,kamu tetap salah nak."
"Tapi Abiyu keterlaluan bunda,dia cemburu sama asisten dosen ku,dia gak bisa bersikap profesional."
"Itu karna aku terlalu mencintai mu Kisya." Timpal Abiyu menyela pembicaraan.
"Tapi kamu gak bisa menempatkan rasa cemburu kamu,aku belajar,dia dosen ku,kalau kamu cemburu,gimana dengan nilai ku,sedangkan minggu depan aku udah harus berangkat ke pakistan."
"Minggu depan?" Ia mengernyitkan dahinya. "Iya aku baru sadar,mingu depan kamu akan ke Pakistan,dengan Radit? benar begitu?"
Kisya mengangguk tanpa ragu.
"Itu artinya,kamu dan Radit akan pergi ke sana?"
"Iya.."
Seketika itu juga Abiyu menolaknya. "Nggak.."
__ADS_1
"Apa maksud kamu nggak..?"
"Aku gak izinin Kisya,jangan pergi dengannya."
"Aku bukan mau jalan-jalan,aku belajar Abiy.."
"Apapun alasannya,aku gak kasih kamu izin. Aku gak mau."
"Abiy..,di sana dia belajar,mereka kan gak berdua,banyak mahasiswi yang ikut." Kata Shafiah mencoba memberikan pengertian,dan berharap Abiyu bisa menurunkan rasa cemburunya.
"Aku gak mau tau bunda,pergi kamu ke Pakistan,jatuh talak ku pada mu Kisya dayana.
"Abiy..." Shafiah membulatkan matanya,menatap tak percaya dengan apa yang di katakan putranya. "Jangan mudah katakan cerai. Itu hal yang paling di benci Allah nak."
Kisya semakin terisak dalam peluka Shafiah. "Bunda tolong aku." Hikss..hikss..
"Jangan pernah mengatakan kata cerai,itu bisa berakibat fatal,itu bukan kata untuk mainan."
Abiyu menggelengkan kepalanya. "Nggak bisa bun.. Pilihan ada di tangannya,tetap tinggal di sini,rumahtangga kita tetap utuh. Atau pergi ke pakistan,dan jatuh talak dari ku." Tak ingin mendengar alasan apapun,Abiyu pergi ke kamarnya,meninggalkan Kisya dalam kebingungan."
"Bunda,aku gak mau bercerai,tapi aku juga gak mau batal pergi ke Pakistan."Hikss..hikss..
"Bunda gak bisa berbuat apa-apa nak,kalau sudah menyangkut perintah suami,wajib untuk kamu mematuhinya."
"Tapi bun.." Ia mendongakan kepalanya ke atas. "Bagaimana kuliah ku?"
"Bunda bicara sama abiyu pelan-pelan ya,tapi untuk pergi ke Pakistan,bunda harap kamu ikuti kemauan suami mu." Shafiah memeluk menantunya,mengusap bahunya seraya menenagkan.
"Ya Allah,selamatkanlah rumahtangga mereka."
Ada yang ngasih aku Tips..makasi banyak kak IMELDA Love you..😍😍🙏
Janji dua bab sudah di penuhi ya,sekarang janji jejaknya hayooo..
LIKE
KOMEN
VOTE
BUNGA YANG BERMEKARAN
🤭🤩🙏
__ADS_1