
Adlan selaku Manager di sana, kebetulan melintas di depan ruangan HRD, dan tiba-tiba saja mendengar teriakan seorang gadis dari dalam sana, ia tidak tau kalau suara itu adalah suara Kiran. Ia memerintahkan pegawai yang juga ikut dengannya untuk mendobrak pintu itu. Betapa terkejutnya ia melihat Kiran berada di bawah kungkungan pria berengsek itu.
"Tuan..?"
Seketika Adlan langsung menendang pria itu hingga tersungkur. Melihat tubuh Kiran yang hampir telanjang, Adlan langsung melepaskan jasnya untuk menutupi bagian tubuh Kiran yang terbuka, lalu memerintahkan pegawainya untuk mengamankan pria berengsek tadi.
"Hikss...hikss.." Kiran terus menangis, ia belum menyadari, kalau pria yang menolongnya adalah Adlan. Adlan membawa Kiran ke dalam ruangannya, dan meminta salah satu pegawai untuk membawakan baju untuk Kiran.
Sementara seseorang mengbilkan baju, Adlan mendudukan Kiran di atas sofa, mengusap bahunya seraya menenangkan. "Tenang Ran, kamu aman sekarang."
Mendengar namanya di panggil, Kiran mendongakan kepalanya hanya untuk mengetahui siapa orang yang menolongnya. "Siapa anda? anda mengenal saya?"
"Aku Om nya Abiyu, kamu yang kerja sama keponakan ku kan?"
"Om nya Kak Abiy? tapi siapa?" Kiran yang belum begitu mengenal wajah Adlan terus bertanya kebingungan.
"Adlan.. aku Adlan, mungkin kamu lupa."
"Kamu ko bisa ada si sini?" kembali bertanya.
"Aku melamar kerja Om, ini hari pertama aku masuk kerja, tapi pria berengsek itu malah mau memperkosa aku," hikss...hikss... Kiran kembali menangis, menutup wajah dengan telapak tangannya, lalu Adlan memeluk Kiran hanya untuk menenangkan.
"Tenang Ran, kamu aman sekarang."
Perlahan tangis Kiran mulai mereda, Adlan melepaskan pelukannya, lalu mengusap air mata Kiran dengan tangannya. "Jangan nangis lagi ya! sebentar lagi ada pegawai Om bawa baju buat kamu."
Tidak lama menunggu, seorang pegawai wanita membawakan baju stelan kemeja celana untuk Kiran pakai. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk memakai baju, sementara Adlan manunggu sambil duduk di atas sofa.
Pertemuan yang tidak di sengaja. Adlan tidak menyangka akan bertemu dengan Kiran dalam keadaan seperti ini, dan ini kali kedua mereka bertemu, wajar saja kalau Kiran tidak terlalu mengenal wajah Adlan.
__ADS_1
Selesai memakai baju, Kiran keluar dari tolet, dan kembali duduk di sebelah Adlan.
"Udah enakan?" tanya Adlan khawatir.
Kiran mengangguk pelan. "Udah Om."
"Sarapan dulu deh! belum sarapan kan?" Adlan sengaja memesan beberapa makanan untuk bisa di makan oleh Kiran, setelah melihat kotak nasi mliknya jatuh berserakan beserta semua isinya.
"Nggak Om.. makasi," yang ia mau saat ini adalah pulang ke rumah, dan tidak mau kembali lagi, apa lagi bertemu dengan pria berengsek tadi.
"Kamu gak usah takut, orang tadi pasti Om pecat."
"Om pemilik Mall ini?"
"Bukan.. Mall ini milik mas Fatih, Om cuma kerja sebagai Manager di sini."
"Ya udah, kalau gak mau makan, mau cerita sama Om, gimana caranya kamu bisa sampai ke sini?"
"Terus, kerjaan kamu sama Abiyu?"
"Aku berhenti kerja sama kak Abiy, Om."
"Kenapa?"
"Gak apa-apa Om, cuma pengen cari yang lain aja," jawabnya berbohong. Karna tidak mungkin Kiran memberitahukan alasan sebenarnya pada Adlan.
"Terus kedepannya mau kayak gimana?"
"Aku mau kerja Om, aku gak mungkin pulang dan memberikan kabar buruk sama ibu ku. Tapi orang itu?"
__ADS_1
"Om kan udah bilang, dia pasti Om Pecat, kalau perlu Om bakal laporin dia ke polisi." kata Adlan mencoba meyakinkan.
"Benar..?"
"Iya.. kamu tenang aja ya."
Maaf ya baru dikit.. siang lanjut nulis, UP sore innsyaallah.
Hayoo...yang gak mau Abiyu nolong Kiran siapa?
Udah aku kabulkan tuuh..
mana dong hadiahnya 😁.
LIKE
KOMEN
VOTE
BUNGA
__ADS_1
Di tunggu ya 🤗