
"Assalamualaikum ustad Azam." Ucap salam Raihan memanggil Azam yang sedang mengajar ngaji dengan santri yang lain.
"waalaikumsalam." Saut Azam sambil menoleh ke arah Raihan. "Ustad Raihan?"
"Maaf mengganggu waktunya." Kata Raihan.
"Gak apa-apa ustad. Ada apa ya? Azam bangkit dari duduknya menghampiri Raihan.
"Antum di panggil sama ustad Husen,beliau menunggu di kantor tuh." kata Raihan.
"ada apa memangnya?" Tanya Azam terheran.
"wah..kalau itu ana kurang tau,langsung aja antum ke sana,mungkin ada yang mau di tanyakan.sepertinya penting."
"Begitu ya? Baiklah,sebentar lagi ana ke sana. Trimakasi ustad Raihan." ucapnya sambil menepuk bahu Raihan.
"Sama-sama,ana permisi dulu ya. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Raihan pun pergi melanjukan perjalanannya.
"Ada apa ya,tumben-tumbenan aku di panggil ke kantor?" Tanyanya pada diri sendiri.
"Faruk..sini." azam memanggil salah satu santrinya.
Faruk pun menghampiri Azam. "Ada apa ustad Azam?"
"Tolong kamu ganti posisi saya dulu,saya mau ke kantor menghadap ustad Husen."
"Baik ustad."
"Terimakasi ya..Assalamualikum."
"Waalaikumsalam."
Segera Azam menghampiri ustad Husen di ruangannya.
Dalam perjalanan menuju kantor,ia melewati beberapa santriwati yang mana mereka sangat mengagumi ketampanan Azam,walau di usianya yang sudah tidak muda lagi,namun ketampanan Azam mampu membuat santriwati kegirangan setiap kali mereka berpapasan.
"Assalamualaikum ustad Azam." Sapa para santriwati itu kepada Azam dengan ramahnya.
"Waalaikumsalam." Saut Azam sambil menganggukan kepalanya dan tersenyum ramah.
"Masyaallah..begitu indahnya ciptaan mu ya Allah.." Ucap salah satu santriwati setelah Azam melewati mereka sambil menatap punggung Azam yang semakin menjauh.
Tak ingin menghiraukan mereka,Azam terus melangkah cepat menuju ruang kerja Ustad Husen.
Tak lama,sampailah ia di depan pintu.
"tok..tok..tok..Assalamualaikum." Ucap salam Azam sebelum masuk ke dalam.
"Waalaikumsalam." Jawab mereka bersamaan.
"Alhamdulillah,masuk ustad Azam." Ustad Husen melambaikan tangannya meminta Azam untuk masuk ke dalam.
"Mudah-mudahan Ustad Azam tau sesuatu." Kata ustad Husen pada Fatih dan Shafiah.
Azam pun melangkah masuk ke dalam namun masih berdiri di belakang sofa tempat mereka duduk. "Ada apa ustad?" Tanya Azam.
Deg...Mendengar suara Azam dari jarak dekat,seketika tubuh Shafiah bergetar,jantungnya memompa darah lebih kencang dari sebelumnya. "Suara itu? mas Zahfran? Benarkah itu dia?. " Batin Shafiah.
"Ini ada yang mau menanyakan.." Belum sempat Ustad Husen menyelesaikan bicaranya.
Shafiah langsung berdiri dari duduknya hingga Ustad Husen menghentikan bicaranya karna terkejut dengan sikap Shafiah yang tiba-tiba berdiri.
__ADS_1
Betapa terkejutnya saat ia menoleh ke belakang untuk memastikan pemilik suara itu,dan ternyata dugaannya benar,ia adalah Zahfran Malique,yang merubah namanya menjadi Azam,orang yang sangat ia rindukan selama ini,orang yang selalu namanya ia sebut dalam doa.
"Mas Zahfran." Ucap Shafiah.
Mata Zahfran membulat sempurna saat melihat Shafiah berada di hadapannya.
Tak bisa lagi menahan rindu yang bergejolak,Shafiah langsung berlari menghampiri Zahfran dan langsung memeluknya. "mas Zahfran..hiksss...hiksss.." Shafiah memeluknya sangat erat,air mata bahagia tumpah dalam pelukan suami tercinta. Benar,rasa rindu yang mereka rasakan sudah melewati batas.hingga keduanya terlarut dalam pelukan yang sangat erat.
Ustad Husen yang melihat kejadian itu pun terkejut dan langsung mengucapkan istigfar. "Astagfurullah."
"Ga apa-apa ustad..mereka suami istri." Kata Fatih pada ustad Husen yang nampak sangat terkejut dengan pemandangan yang ada di depannya.
"Oh..Baliklah Kalau begitu saya tinggal dulu,silahkan antum selesaikan dulu masalah antum"
"Terimakasi ustad." Ucap Fatih.
Ustad Husen pun keluar dan membiarkan mereka menyeleaaikan masalahnya di dalam.
Kembali ke Zahfran:
"Shafiah,ini benar dirimu?" ucap Zahfran sambil menangkup pipi Shafiah dengan kedua tangannya menatap tak percaya.
"Ya mas..ini aku."
"Ini bukan mimpi kan sayang?"
Shafiah menggelengkan kepalanya. "Tidak mas,ini sungguh aku,aku kembali untuk mu mas."
"Maafkan aku mas,maafkan aku yang sudah membuat hidup mu menderita.maafkan aku hikss..hikss.." Kembali Shafiah memeluk suaminya sangat erat.
"Tidak sayang,jangan meminta maaf pada ku,aku yang bersalah,aku yang seharusnya meminta maaf pada mu Sayang.maafkan aku."
"Aku merindukan mu mas.hikss..hikss.."
"Aku juga sayang,aku juga sangat merindukan mu,aku masih tidak pecaya kalau ini benar-benar dirimu.Aku seperti mimpi bisa memelukmu"
Cukup lama memeluk istri tercinta,Zahfran mulai melonggarkan pelukannya.ia menyeka air mata Shafiah dengan jarinya menatap lekat wajah cantik yang sangat ia rindukan selama ini. "Kamu masih seperti dulu sayang,kamu tetap cantik." Ucap Zahfran dengan tersenyum.
Mendengar pujian dari suaminya,membuat Shafiah semakin tersenyum bahagia.ia membenamkan wajahnya di dada Zahfran.
"Oh iya..bagaimana kamu tau kalau aku di sini?"
"Azky yang memberitahu ku." Kata Shafiah sambil mendongakan kepalanya menatap wajah suaminya.
"Azky?dia ada di sini?"
Shafiah pun mengangguk. "Ya mas."
"Mana dia?" Tanya Zahfran pada Shafiah.
"Aku di sini mas." Tepat di samping Fatih ia berdiri.
"Terimakasi Azky,kamu sudah membawa Shafiah ke sini."
"Sama -sama mas." Ucapnya sambil tersenyum simpul.
"Azky?Kamu gak mau peluk mas Zahfran?" Pertanyaan Shafiah yang tiba-tiba,mampu membuat jantung Azky berdetak semakin kencang.matanya membulat sempurna menatap Shafiah dan Zahfran.
"Apa aku masih punya hak untuk memeluk mu mas,apa kamu masih menganggap aku sebagai istri mu?" Batin Azky
"Kamu harus berlaku adil Zahfran.Azky masih istri mu,panggil dia,perlakukan ia dengan baik,peluk dia" Batin Zahfran.
Mengikuti perkataan hati nuraninya,ia pun meminta Azky untuk mendekat." Kemarilah Azky." ucapnya sambil mengulurkan tangan.
Perlahan ia melangkahkan kakinya menghampiri Zahfran,dan berdiri tepat di hadapannya.
__ADS_1
Zahfran pun memberikan pelukan untuk Azky. "Terimakasi Azky,kamu selalu ada buat aku,kamu selalu sabar menghadapi aku,dan aku sangat berterimakasi karna kamu sudah membawa Shafiah menemui ku." Ucap Zahfran sambil memeluknya sangat erat.
Azky menangis dalam pelukan Zahfran. Tak bisa ia pungkiri kalau ia juga merasakan rindu yang sangat dalam terhadap suaminya,walaupun ia hanya istri kedua,tapi cintanya kepada Zahfran sangat besar.bahkan semakin besar setelah melihat perubahan yang terjadi pada diri Zahfran.
"Aku merindukan mu Azky.maaf selama ini aku selalu melarang mu untuk mengunjungi ku,itu aku lakukan karna aku tak ingin menyakiti hati mu."
"Kamu merindukan ku mas? kamu masih menyimpan rasa untuk ku? terimakasi mas Zahfran." Batin Azky.
"Aku juga sangat merindukan mu mas Zahfran." Saut Azky dengan berurai air mata.
Tak lama Zahfran pun melepaskan pelukannya.
"Aduuh..jadi obat nyamuk deh aku di sini." Protes Fatih yang melihat adegan mengharukan di depannya.
"Fatih..? kamu ada di sini,bersama Shafiah?" Kata Zahfran yang baru menyadari kehadiran Fatih di sana.
"Tenang Zha,kita ga ada apa-apa ko."
"Tapi setau ku papah menjodohkan mu.."
"Dengan Shafiah?"
"Ya,."
"Kamu tau tentang hal itu mas?" Tanya Shafiah sedikit khawatir.
"Aku tau sayang. Beberapa kali aku mengunjungi mu di Sidney,tapi papah selalu melarang ku untuk bertemu dengan mu."
"Dan terakhir aku ke sana,papah bilang kalau kamu akan menikah dengan Fatih,papah memberikan ku fto kebersamaan kalian,dan aku fikir itu.."
"Gak mas,aku tidak ada hubungan apa pun dengan mas Fatih. benar kan mas." Kata Shafiah pada Fatih.
"Benar apa yang di katakan Shafiah,kita tidak ada hubungan apa-apa ko." "Walaupun sebenarnya aku ingin menjadikan dia istri ku." Gumam Fatih dalam hatinya.
"Terimakasi sayang,kamu sudah setia pada ku."
"Ayo mas kita pulang." Ajak Shafiah.
"Pulang ke mana sayang? aku sudah tidak punya apapun,aku tidak punya tempat tinggal."
"Jangan bicara seperti itu mas,rumah yang kamu beli untuk ku,itu juga kan rumah mu." Kata Azky.
"Kamu mau tinggal di sana?" Tanya Zahfran pada Shafiah.
Tanpa ragu Shafiah pun langsung menganggukan kepalanya. "Aku mau mas,aku mau tinggal di mana pun asal bersama mu."
~
~
~
~
Siap-siap,siap-siap, mereka akan tinggal satu atap lagi 😀.
Kita akan menjadi saksi bagaimana keseruan mereka dalam satu atap dalam rumah sederhana yang hanya terdapat 2 kamar itu.
Jempolnya
Jempolnya
Like dan
Komen sebanyak-banyaknya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk memberikan Vote juga ya, love you Reader setia ku. 😘😘