
Abiyu memandangi ponsel yang ia letakan di atas meja kerjanya,dengan walpaper foto Kisya sedang mencium pipi Kayla. "Kalian hidupku,kalian nyawa ku. Tapi kenapa kamu berubah..?"
"Aaaa...." Abiyu mengusap wajahnya kasar. "Bahkan sampai saat ini,kamu tidak menghubungi ku? Baiklah,kita lihat,sampai batas mana kamu hidup tanpa aku." Ia memasukan ponselnya ke dalam laci.
"Tok.
tok
tok
"Masuk."
Seseorang tak di undang masuk dengan mengucapkan salam. "Assalamualikum.."
"Waalaikumsalam." Abiyu melihat ke depan. "Bunda..?" Sangat mengejutkan,ia pun bangkit dari duduknya menghampiri sang Bunda,lalu mencium punggung tangannya. "Tumben bunda ke sini."
"Bunda rasa,kamu tau kenapa bunda ke sini?" Ucap Shafiah masih berdiri di ambang pintu.
"Iisshh.. Dasar Om sama Tante gak bisa jaga amanah. Nyebelin." mendengus kesal,berusaha menutupi dari orangtuanya,Khadijah malah membuka rahasianya.
"Ini bukan masalah amanah atau gak Abiyu.."
"Ya udah,bunda masuk dulu deh,biar aku jelasin semua sama bunda."
Abiyu dan Shafiah pun duduk di sofa,mereka duduk berdampingan. "Sekarang,cerita sama bunda,ada apa dengan Kisya?"
"Kisya berubah Bun,dia udah melupakan kewajibannya sebagai seorang istri,juga sebagai seorang ibu."
"Melupakan gimana?" Tanya lagi.
"Dia sibuk dengan dunianya,kuliahnya,teman-temannya,dan akhirnya melupakan aku dan Kayla yang membutuhkan dirinya."
"Dia sering pulang terlambat?"
"Sering."
"Gak pernah masak?"
"Gak selalu,tapi kebanyakan Kiran yang masak,aku gak mau masakan orang lain."
"Dia masih melayani biologis mu?"
__ADS_1
"Sudah satu minggu sebelum aku pergi dari rumah,dia nolak terus."
"Selama itu?"
Abiyu mengangguk. "Iya.."
"Kamu nasehatin dong,jangan kabur dari rumah."
"Aku udah nasehatin dia Bun,pertama aja dia nurut,selepas Kayla pulang dari Rumahsakit,dia berubah lagi,apa lagi bulan depan dia ada Tour ke Pakistan,dia semakin sibuk,semakin melupakan aku dan Kayla."
Abiyu merubah posisi duduknya menyamping. "Apa salah kalau aku marah?"
Shafiah menggenggam tangan putranya. "Nak.. Kisya memang salah,tapi kamu jangan tinggalin rumah,ninggalin mereka,kamu harus sabar,jangan menyerah menasehatinya."
"Aku mau kasih sedikit pelajaran sama dia,kita lihat,siapa yang lebih bisa bertahan,aku tanpa dia,atau dia tanpa aku?"
"Tapi mau sampai kapan?"
"Sampai dia meminta maaf pada ku." Ucapnya tegas.
"Abiy..kamu jangan emosian gini dong."
"Bunda tau,pemimpin harus tegas,tapi..."
"Bunda... udah,aku gak mau bahas lagi,pokoknya,sebelum Kisya menyadari kesalahannya,dan meminta maaf,aku gak akan pulang ke rumah." Ucapnya dengan tegas.
Shafiah cuma bisa menghela nafas dalam. "Terserah kamu deh,tapi bunda harap jangan terlalu lama nak,kasian Kayla juga kan?"
"Aku bisa ketemu Kayla kalau Kisya gak ada di rumah. Atau...aku minta Kiran aja bawa Kayla ke sini. Gampang kan?"
"Tapi kamu gak melupakan kewajiban mu kan?" Tanyanya lagi.
"Kewajiban apa?" Abiyu mengerutkan keningnya.
"Membiayai mereka."
"Aku akan tetap membiayai mereka,bahkan Biaya kuliah Kisya pun tetap aku penuhi Bun."
"Alhamdulillah,kalau kamu masih memberikan hak mereka."
"Mau bunda bantu bicara sama Kisya?"
__ADS_1
"Gak usah,bunda juga kan udah sering nasehatin dia,tapi ujung-ujungnya kayak gini lagi."
"Ya udah deh,Bunda cuma bisa berdoa yang terbaik buat keluarga kamu,bunda juga gak bisa ikut campur urusan kalian,kalau bukan izin dari kamu sendiri."
"Insyaallah aku bisa mengatasi semuanya sendiri,dan dengan cara ku sendiri."
"Mudah-mudahan keputusan yang kamu ambil tepat ya nak."
Abiyu mengangguk. "Iya bun,makasi udah datang ke sini."
Shafiah tersenyum. "Ya udah,bunda pamit dulu,satu jam lagi ayah kamu nyampe ke rumah."
"Udah masak buat ayah?"
"Udah dong..kamu tau sendiri ayah gak mau makan kalau bukan masakan bunda."
"Dan bunda harus duduk di sampingnya,nemenin ayah makan?"
"Nah..itu tau."
"Dan itu juga yang aku mau dari Kisya bun."
"Abiy... Kamu yang sabar ya."
Sedih,gak ada yang ngasih dukungan untuk Abiyu 😭😭..
LIKE
KOMEN
VOTE
BUNGA setaman.
Maaf ya Author banyak maunya 🤗🙏
__ADS_1