
Perasaannya benar-benar hancur saat mendapati dirinya berada di dalam sebuah kamar hotel bersama Abiyu dalam satu ranjang,bahkan tanpa mengenakan busana,bukan hanya perasaan,hargadiri,kehormatan,bahkan masa depannya saat ini sedang berada di ujung tanduk,bagaimana kalau Abiyu tidak mau bertanggung jawab? Siapa yang akan menerimanya kalau tau dia sudah tidak perawan lagi?
Dan benar saja,saat ini Abiyu tidak ingin menikahinya. "Aku tidak mau menikahinya tante,aku tidak mencintainya."
"Kamu fikir aku mencintai mu?" Saut Kisya tak kalah sinisnya.
"Ya udah,udah jelas kan,buat apa kita menikah?"
"Ya ampun Abiyu... Kamu itu bo*oh apa betul-betul bo*oh sih?"
"Tante.." Kisya merubah posisi duduknya menghadap Azky. "Tante aja deh yang ngomong sama keponakan tante,susah ngasih taunya,dia terlalu pengecut." Tanpa basa-basi lagi ia bangkit dari duduknya bergegas pergi dari sana.
Azky tak bisa membiarkan Kisya pergi begitu saja,ia pun bangkit dari duduknya menyusul langkah Kisya yang semakin cepat. "Kisya..tunggu.." Panggilannya pun tak di indahkan.
"Percuma tante,Abiyu tidak punya perasaan." Kisya berkata tanpa menghentikan langkahnya,ia terus berjalan menuju pintu utama tanpa menoleh lagi ke belakang.
"Aku akan membujuknya Kisya." Azky mempercepat lngkahnya berusaha mengejar dan akhirnya ia berhasil meghentikan langkahnya dengan memegang tangannya. "Tunggu tante." Suara Azky terdengar lirih.
"Apa lagi tante,Abiyu tidak mau bertanggung jawab,tante juga gak mungkin kan memaksa dia menikahi ku?" Kisya mengatakannya dengan berurai air mata.
"Kamu benar,aku tidak punya hak memaksa Abiyu menikahi mu,tapi aku akan mengatakan hal ini pada orangtuanya,dan...mereka pasti bisa memberikan jalan keluar yang terbaik untuk kalian. Bagaimana?"
"Kalau mereka lebih membela putranya bagaimana tante?"
"Mereka orang baik,kamu gak perlu takut."
Entah siapa yang harus ia percaya,mereka banyak uang,apa saja bisa mereka lakukan dengan uangnya,sedangkan dirinya? apa yang ia punya? ia tidak punya apa-apa,yang ia miliki hanya seorang ayah,seorang ayah yang sakit-sakitan,bahkan penghasipannya pun di bawah rata-rata.
Keadaan yang memaksa,akhirnya Kisya mempercayakan permasalahan ini pada Azky. "Baiklah tante,aku mempercayakan masalah ini sama tante,aku harap orangtua Abiyu sebaik tante."
"Mereka orang baik,kamu tenang ya." Azky berkata dengan senyum sambil mengusap pipinya yang basah.
"Ya udah,kalau gitu,aku pulang dulu tante. Assalamualikum."
"Waalaikumsalam."
Setelah Kisya pergi,Azky kembali masuk ke dalam menghampiri Abiyu yang masih duduk di tempatnya,tanpa bergerak sedikitpun.
Ia melihat kakak dari anak-anaknya itu sedang bersandari di sandaran sofa sambil memijat pangkal hidungnya yang mancung. Mungkin ia sedang merencanakan sesuatu.
"Dia seperti ayahnya,dia sangat mirip ayahnya,sikapnya,cara bicaranya,keras kepalanya,bahkan wajahnya. Semuanya menyerupai ayahnya." Batin Azky bergumam sambil menatap Abiyu dari kajauhan.
"Sayang.." Suara Fatih menyadarkan Azky dalam lmunannya.
"Iya mas.."
"Kenapa?" Ia merangkul sang istri dari samping.
"Gak apa-apa mas,aku kasian lihat mereka,mereka terlalu kecil untuk menghadapi masalah bebesar ini."
"Iya.. kamu benar,tapi... Bagaimanapun,Abiyu harus bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi."
"Aku akan memberitahu mba Shafiah tentang kejadian ini,bagaimana menurut mu?" Azky berkata sambil menatap wajah suaminya dari samping.
"Baiklah,kamu bicara dengan Shafiah,dan aku akan bicara pada Zahfran."
"Iya mas."
"Gara-gara masalah siang ini,kamu sampai lupa kewajiban mu sayang."
"Aku? Kewajiban apa?" Terheran.
"Mangnya kamu lupa apa tujuan utama kita pulang cepat?"
__ADS_1
Terdiam sejenak seraya berfikir. Setelah beberapa saat,ia baru teringat dengan janjinya saat di Restauran. "Ya ampun mas...masih inget aja keadaan lagi kayak gini?"seketika wajahnya berubah merah merona,membuat Fatih semakin gemas ingin segera menerkamnya.
Tanpa basa basi lagi,Fatih langsung menggendong tubuh istrinya berjalan menaiki tangga menuju kamar mereka,sambil berjalan,tak henti-hentinya ia menghujani sang istri dengan ci*man.
Sangat kebetulan,si kembar sedang bermain dengan pengasuhnya,dan Abiyu?... Biarkan dia bergelut dengan pikirannya sendiri.
Hari berganti malam,Shafiah sudah mendapatkan kabar kalau malam ini Abiyu menginap di rumah Azky dengan alasan si kembar yang memintanya.
Sebetulnya ia merasa kesepian,tapi.. apa boleh buat,ia tidak mungkin menolak keinginan si kembar,akhirnya merekapun memberikan izin.
Akibat kejadian tadi siang,Shafiah sempat mengalami sedikit flek,hingga ia harus lebih banyak beristirahat,sebetulnya Zahfran menginginkan kalau istrinya di rawat di rumahsakit,tapi Shafiah menolaknya,berada di rumah sakit membuat ia semakin stres,hingga ia memilih perawatan dari rumah.
"Ini makan malamnya sayang." Zahfran membawa nampan berisi makanan sehat untuk sang istri.ia meletakan nampan itu di atas meja. "Mau aku suapin?"
"Gak usah,aku sendiri aja."
Zahfran duduk bersidekap di atas tempat tidur menemani sang istri menghabiskan makan malamnya. "Kamu gak ikut makan?" Tanya Shafiah sambil menyendokan nasi ke dalam mulutnya.
Aku udah kenyang liat kamu makan." Ia mengusap bibir sang istri yang terkena sisa makanan dengan jarinya.
"Mau ngapain?"
"Gak tau kenapa,aku ko ngerasa ada yang aneh sama putra kita."
"Aku juga ngerasain hal yang sama mas,akhir-akhir ini putra kita bersikap aneh,dia banyak diam."
"oh ya?"
Shafiah mengangguk. "iya. Sekarang tiba-tiba putra kita menginap di rumah mas Fatih,itu pun Azky yang memberitahu ku. Aku khawatir sama putra kita mas."
"Kamu tenang ya,besok mas ke sana cari tau."
"Aku ikut.." Pintanya seraya menghentikan sejenak aktifitas makannya.
__ADS_1
"Kamu harus banyak istirahat sayang,kamu lupa dokter bilang apa?"
"Hhmm.. Baiklah,tapi jangan lama-lama ya." Pintanya.
"Siap istri ku."
Sebagai orangtua,selalu bisa merasakan apa yang terjadi pada anak-anaknya,begitupun dengan Shafiah dan Zahfran,mereka bisa merasakan kalau saat ini putranya sedang berada dalam masalah.
Tak bisa tinggal diam,keesokan harinya Zahfran memutuskan pulang kerja lebih awal untuk mengunjungi rumah Azky dan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi pada putranya.
Begitu tiba di depan kediaman Fatih,ia sedikit ragu untuk menekan bel,tapi bagaimana pun ia harus masuk dan mencari tahu apa yang tidak ia ketahui.
"Ting tong..." sambil menunggu sang pemilik membukakan pintu,ia menghela nafas panjang sambil menetralkan kegugupannya.
Tak lama setelah itu,akhirnya pintu pun terbuka. "jglek.. Di luar dugaan,ternyata Azky yang membukakan pintu. "Mas Zahfran?" Kehadiran Zahfran cukup membuatnya terkejut,terlebih ia datang sendiri tanpa di temani sang istri.
"Assalamualikum." Ucap salam Zahfran sedikit gugup.
"Wa..waalaikumsalam." Begitupun dengan Azky yang tak kalah gugupnya. "A..ada apa mas?"
"Boleh masuk?"
Deg.. "***Bagaimana ini? mas Fatih gak ada di rumah,apa yang harus aku lakukan***?"
Maaf ya baru bisa UP,lagi kurang enak body soalnya.
Maaf juga kalau tulisannya terkesan acak-acakan,mudah-mudahan masih pada suka dengan cerita mereka.
Mungkin ini karna yang Like makin dikit kali ya 🤭🤭🙏.
Boleh dong tanda cintanya.
LIKE
KOMEN
VOTE
Biar Author tambah semangat.💝🙏
__ADS_1