Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 56


__ADS_3

Kiran.


Menikah? sedikitpun tidak pernah terlintas dalam pikiran Kiran. Tapi kata itu terucap begitu saja saat mendapat desakan dari Kisya, sampai kata menikah terucap dengan mudah dari bibirnya.


Menyesal? mungkin tidak. tapi rasanya ini terlalu cepat, bagaimana kalau Adlan menyanggupi keinginannya? sedang dia sendiri belum sama sekali bicara pada ibunya mengenai pernikahan. Apa lagi menikah dengan pria yang usianya terpaut sangat jauh.


Adlan terlalu matang untuk seukuran Kiran yang masih berusia 19 tahun. Beruntung Adlan belum memberikan jawaban. Tadi, saat Kiran menginginkan pernikahan bukan pacaran, Adlan memilih diam tak menjawab. Bukan tidak senang. Dia hanya tidak mau Kiran mencintai dirinya karna terpaksa, atau karna terdesak oleh keadaan.


Setelah perdebatan di area parkir, Adlan langsung mengantar Kiran pulang, dan meminta Kiran untuk lebih tenang, dan meminta dirinya untuk memikirkan kembali soal pernikahan.


"Om gak mau kalau kita langsung menikah?" tanya Kiran setalah mobilnya sampai di depan halaman kontrakan.


"Om bukan gak mau, Om cuma takut kamu terlalu terburu-buru mengambil keputusan."


Adlan coba bersikap lebih tenang dengan menarik nafas dalam sebelum kembali bicara. Ia meraih tangan Kiran, dan menggenggamnya sangat etar.


"Ran. Cinta Om sangat tulus. Sekalipun tadi kamu menolak, Om akan menerimanya dengan lapang dada, mungkin kita belum jodoh."


"Tapi kan aku gak nolak Om," kata Kiran menyambar perkataan Adlan.


Adlan tersenyum, "Iya Ran. Iya. Kamu gak nolak Om. Tapi kejadian tadi harus Om luruskan dulu dengan Abiyu juga Kisya. Supaya semuanya clear, gak ada masalah lagi kedepannya. Iya kan?"


Kiran mengangguk paham, lalu Adlan tertawa kecil saat mengingat kembali permintaan Kiran untuk memperistri dirinya.


"Om ko ketawa sih?"


"Habis kamu lucu," Adlan mengusap pipi mulus Kiran dengan punggung tangannya.


"Lucu kenapa?" tanya Kiran dengan polosnya.


"Kamu bukan cuma menerima cinta Om, kamu malah lebih berani dari menyatakan cinta. Serius Om gak nyangka loh Ran kamu minta di nikahin di depan Abiyu sama Kisya."


Kiran menunduk malu. Keberanian itu muncul begitu saja demi menampik prasangka buruk yang di layangkan Kisya pada dirinya. Berharap Kisya berhenti menuduh, dan mungkin dengan dirinya menikah, Kisya akan merasa lebih tenang.

__ADS_1


"Dari awal aku memang mau menerima Om, cuma pas aja Kak Abiyu keburu dateng, jadi agak kacau deh rencana yang aku susun."


"Maaf ya." kata Adlan sambil mengangkat ke atas dagu Kiran, karna dia terus menunduk selama bicara.


"Aku yang seharusnya minta maaf Om, dari awal aku gak nyangka kalau Om bakal suka sama aku, mangkannya aku gak bilang sama Om, apa alasan aku berhenti bekerja dengan kak Kisya. Karna menurutku itu adalah sebuah aib. Aib yang gak boleh orang lain tau."


"Maafkan aku Om."


"Suut..." Adlan meletakan jarinya di bibir Kiran. "Jangan bilang maaf terus, Om kehabisan kata buat menjawab kata maaf kamu."


"Om gak perduli dengan masa lalu kamu, yang penting kamu sudah melupakan Abiyu. itu udah cukup buat Om."


Akhirnya Kiran bisa bernafas lega setelah mendengar perkataan Adlan, yang sudah memberikan kepercayaan kepada dirinya.


"Terimakasih ya Om."


"Sama-sama," Adlan melepaskan tangan Kiran, mengambil kartu nama yang ada di dalam dompetnya.


"Ini no rumah Om yang di Sidney," Kartu nama dengan brusan no asing diberikan oleh adlan langsung ke tangan Kiran.


"Karna untuk sementara, Om gak akan masuk kerja, untuk meluruskan masalah kamu dengan Kisya, juga Abiyu."


"Dan untuk bertemu, mungkin kita bakalan jarang ketemu. Tapi Om janji, Om pasti menyempatakan waktu buat menemui kamu di sini. Ya?"


"Lalu. Ada apa dengan No telepon ini?"


"Setelah menyelesaikan masalah di sini, Om mau pulang dulu ke Sidney bertemu papah sama mamah Om di sana. Om juga perlu restu mereka kan? Om gak mungkin menikah tanpa restu kedua orangtua."


Panjang lebar Adlan menjelaskan perihal rencananya beberapa bulan kedepan sebelum pernikahan mereka benar-benar bisa terlaksana. Dan sikap dewasa Kiran mampu mencerna setiap perkataan Adlan, juga permintaannya untuk mau menunggu sampai semua masalah bisa terselesaiakn.


Adlan berpesan. Kalau lebih dari satu bulan dirinya tidak memberi kabar, Adlan meminta Kiran menghubungi no tadi, no yang ia berikan untuk terhubung langsung dengan Adlan di Sidney.


"Kamu mengerti?"

__ADS_1


Kiran menganggukan kepalanya tanda kalau dia sangat mengerti dengan semua penjelasan Adlan.


Setelah mengantar Kiran, Adlan berusaha menemui Abiyu di rumah Zahfran, dan coba menjelaskan secara perlahan.


"Abiyu ke mana mas?" tanya Adlan pada sang kakak yang saat ini sedang bermain bersama putrinya di depan TV bersama dengan Shafiah juga Kayla.


"Ada apa Om nyari aku?" Abiyu menuruni anak tangga sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.


"Om mau bicara."


"Tentang Kiran?" sautnya sangat cepat.


Mendengar Abiyu menyebut nama Kiran, Shafiah menoleh ke arah Adlan juga Abiyu secara bergantian. Ia langsung bisa merasakan sesuatu yang aneh dari tatapan keduanya yang saling menatap tajam.


"Ada apa ini?" Batin Shafiah bergumam. Zahfran yang juga merasakan ada sesuatu hal yang aneh, melirik Shafiah bertanya dengan menggerakan ujung matanya pada sang istri, dan Shafiah coba menjawab dengan menaik turunkan bahunya, isyarat kalau dia juga tidak tau apa-apa.


"Apa alasan kamu melarang Om pacaran sama Kiran?" lanjut Adlan bicara pada Abiyu.


"Pacaran...?" Shafiah terkejut dan langsung berdiri. "Kamu pacaran? sama Kiran?"


Yang terkejut bukan cuma Shafiah, Zahfran pun ikut angkat bicara saat mendengar pernyataan adiknya yang sangat mengejutkan.


"Kalau bicara, jangan asal," kata Zahfran yang juga berdiri di samping sang istri.


"Apa-apaan sih kalian? siapa yang asal? lagian apa salahnya sih kalau aku pacaran sama Kiran? dia single kan?" kata Adlan bicara pada sang Kakak.


"Om. Om mikir gak sih usia Om itu berapa? 40 tahun Om. Dan Om mau macarin gadis yang usianya masih 19 tahun? Om tuh gak waras atau gimana sih?" Abiyu mengatakannya dengan menggebu-gebu.


"Om mau menjadikan gadis usia 19 tahun, jadi tante aku? apa gak ada wanita lain? mba Shifa juga single, kenapa harus anak kecil kayak Kiran? kenpa bukan mba Shifa aja?"


"Karna Om cintanya sama Kiran."


"Apa ada batasan usia dalam jatuh cinta? aku rasa nggak. Iya kan Mas?" Adlan melempar pertanyaan pada sang kakak yang pernah memiliki pengalaman jatuh cinta pada wanita yang usianya jauh berbeda dengan dirinya.

__ADS_1


Zahfran langsung terdiam celingukan, "Ko aku sih? ini kan masalah kamu Lan, kenapa lempar ke aku?" kata Zahfran sambil mengalihkan pandangan dari tatapan sang istri yang sedikit menyeramkan.


"Tapi mas Zahfran sudah berpengalaman dalam hal seperti ini. Iya kan?"


__ADS_2