
KARNA DI BAB 75 SAMPAI 77 MENGALAMI BANYAK REVISI,SEBAIKNYA BACA ULANG YA DARI BAB 75 SEBELUM MEMBACA BAB 79 😘🙏
Shafiah membawa Aisyah dan Asiyah keluar dari kamar,mengenalkan mereka kepada kakeknya. "Pah...ini putri kembar mas Zahfran."
Pak Herlambang masih menatap tak percaya dengan apa yang di lihat olehnya saat ini. "Cucu ku?"
"Ya pah,putri kembar ini,cucu papah." Ucap Shafiah sambil berdiri di belakang putri kembar Azky.
"Kemari nak,aku...aku kakek kalian" Pak Herlambang merentangkan tangannya namun mereka tidak mau melangkah satu langkahpun,hingga pak Herlambang lah yang menghampiri mereka dan berjongkok di depannya. "Ini kakek nak,kalian gak mau peluk kakek?"
"Kakek?"
"Iya,ini kakek nak,kakek kalian."
"Aaaggg....aku gak mau tante." Mereka kembali menangis saat melihat pak Herlambang dan kembali memeluk pinggang Shafiah.
"Ko nangis?"
Aisyah dan Asiyah terus menangis sambil memeluk Shafiah. "Ya udah,kita masuk aja ya."
"Pah,aku bawa mereka masuk ya,kasian mereka nangis terus."
"Ya nak." pak Herlambang kembali duduk di atas sofa karna cucu kembarnya belum mau memeluk kakeknya.
Karna si kembar terus menangis,Shafiah membawa mereka kembali masuk ke dalam kamar Nizma,dan membiarkan pak Herlambang kembali berbincang dengan Rafa.
"Saya minta maaf atas semua kesalahan yang Zahfran lakukan selama ini kepada Shafiah. Tolong maafkan lah." Ucapnya sambil melipat kedua tangannya di depan Rafa.
"Jangan lakukan itu pak. "Rafa memegang tangan pak Herlambang dan menurunkannya. "Saya sudah maafkan kesalahan putra bapak,ini hanya masalah keluarga,dan saya serahkan semua masalah ini kepada adik saya." Ucap Rafa berusaha bijak.
"Terimakasih banyak Rafa,untuk sementata biarkan Shafiah tinggal bersama kami di Sidney bersama Abiyu,karna kami juga tidak ingin berpisah dengan Abiyu."
"Baiklah,tapi saya mohon,setelah urusan perceraian Shafiah selesai,serahkan adik saya kepada saya."
"Ya,terimakasih Rafa."
Tak lama setelah itu terdengar suara Zahfran dari luar memanggil nama Shafiah. "Shafiah..." tok..tok..tok..Assalamualikum. "Shafiah aku mohon keluar lah." Zahfran terus menerus mengetuk pintu sampai beberapa kali.
"Itu Zahfran pak."
"Iya,aku akan membawanya pergi."
Pak Herlambang bangkit dari duduknya bersama Rafa menemui Zahfran di luar.
"Jglek..Rafa membuka pintu rumahnya,saat ini keadaan Zahfran sangat kacau,ia kembali memohon dan bersujud di hadapan pak Herlambang untuk bertemu dengan Shafiah. "Pah,biarkan aku bertemu dengan Shafiah pah,aku mohon."
"Zahfran sudah lah,biarkan Shafiah tenang dulu." Ucap pak Herlambang.
"Tapi aku tidak mau bercerai dengannya pah."
"Jangan memaksakan kehendak kamu sendiri Zahfran,Shafiah sudah cukup lama menderita,kalau kamu betul-betul menyayanginya,lepaskan dia,biarkan dia bahagia."
Zahfran menangis sambil menundukan kepalanya ke lantai,ia menyesalai semua kesalahan yang pernah ia lakukan kepada istrinya.
"Ayo kita pulang ke rumah mu Zahfran,bangunlah." Titah pak Herlambang.
Lalu Zahfran pun bangun dan bicara pada Rafa. "Mas,tolong jaga Shafiah baik-baik."
"Pasti,saya pasti menjaganya,pulanglah,dan biarkan Shafiah tinggal di sini." kata Rafa.
Karna tak ingin menambah keributan lagi,akhirnya Zahfran dan pak Herlambang pun pergi dari rumah Rafa menuju kediamannya.
Shafiah tau kalau suaminya datang menjemput dirinya,tapi karna keputusannya sudah bulat,ia tidak ingin lagi bertemu dengan Zahfran dan memilih diam di dalam kamar bersama Nizma dan si kembar.
"Tante...tante berantem lagi sama om Zahfran?" Tanya Nizma.
Shafiah mengangguk sambil meneteskan air mata.
"Tante yang sabar ya."
__ADS_1
"Terimakasi Nizma."
"Beruntunglah Aisyah dan Asiyah tidak mendengar suara ayahnya di luar,kalau sampai mendengar,mereka pasti memaksa ku untuk menemuinya." Batin Shafiah bergumam.
"Tante jangan menangis,tadi tante bilang kita gak boleh nangis,tapi sekarang tante malah nangis." Aisyah mengusap air mata Shafiah yang mengalir.
"Ya..gak sayang..tante gak akan nangis." Shafiah berusaha tersenyum di hadapan mereka.
Keesokan harinya,Shafiah berniat menjenguk Azky terlebih dahulu sebelum ia berangkat ke Jakarta untuk bertemu dengan klien.
"Tok tok tok...Shafiah..sudah siap?" Panggil Rafa dari luar.
"Sudah kak,sebentar." Tak lama Shafiah pun membuka pintu dan keluar sambil membawa koper.
"Habis jenguk Azky kamu langsung berangkat?" Tanya Rafa.
"Ya kak."
"Sendiri?"
"Ya,lagian kan di sana ada Shifa sama Khadijah yang nemenin aku."
"Ayo kak."
Karna Rafa tidak memilki kendaraan,akhirnya mereka berangkat menjenguk Azky menggunakan Taksi online.
Sempat ragu untuk menginjakan kaki di sana,karna takut bertemu dengan Zahfran,Shafiah menghentikan langkahnya saat akan masuk ke dalam rumahsakit.
"Sha..? kenapa? Tanya Rafa pada Shafiah yang tertinggal beberapa langkah darinya.
"Aku takut mas,aku...aku takut bertemu sama mas Zahfran." Ucap Shafiah sedikit ragu.
"Tidak Sha,Zahfran gak ada di sini,kakak kan tanya Dewi dulu tadi sebelum berangkat."
Shafiah kembali melangkah melanjutkan perjalanan menju ruang rawat inap.saat membuka pintu,Aisyah dan Asiyah langsung berlari menghampiri Azky yang sedang sarapan di atas ranjang.
"Umii...." Lari mereka begitu cepat,beruntunglah Dewi yang berada di sana langsung menghadang serangan kedua putri kembar Azky karna takut akan mengenai luka yang masih basah. "Lepas Ibu..kita mau umi.."
__ADS_1
"Iya ibu lepas,tapi pelan-pelan ya,umi kan lagi sakit,tuh liat..." Dewi melepaskan pelukannya. "Pelan-pelan ya."
Azky harus menghentikan dulu sarapannya karna putri kembarnya memaksa untuk memeluknya. "Umi kenapa terluka?"
"Gak apa-apa nak,cuma kecelakaan kecil ko." Ucap Azky sambil mencium pipi putri kembarnya.
Shafiah masih berdiri di depan pintu,menatap kebahagiaan di hadapannya membuat ia juga merasa bahagia.senyum simpul nampak di bibirnya.
"Mba.. kenapa masih berdiri di situ?masuklah." Ucap Azky dengan senyum.
Shafiah pun melangkahkan kakinya menghampiri Azky. "Kamu baik-baik saja?" Tanya Shafiah sambil memegang tangan Azky.
"Jauh lebih baik dari sebelumnya mba."
"Alhamdulillah."
Azky belum mengetahui kalau Shafiah akan bercerai dengan Zahfran,di dalam benaknya ia merasa aneh dengan kedatangan Shafiah tanpa di dampingi oleh Zahfran di sisinya.
Ingin bertanya,tapi ia takut akan menimbulkan kesalah pahaman lagi antara dirinya dan Fatih,sehingga ia memilih diam.
Tak lama seseorang muncul di antara obrolan hangat mereka. "Assalamualaikum." Ucap salam Zahfran setelah membuka pintu ruangan.
Semua menoleh ke arah sumber suara. "Mas Zahfran?" Ucap Shafiah terkejut.
Bukan hanya Shafiah yang terkejut dengan kehadiran Zahfran yang tiba-tiba,semua yang ada di sana pun ikut terkejut.
Shafiah langsung berdiri di belakang Dewi untuk meminta perlindungan. "Mba.."
"Gak apa-apa Sha." Ucap Dewi.
Melihat reaksi Shafiah seperti itu,membuat Azky semakin penasaran,namun ia tetap diam,lagi-lagi ia memikirkan ada hati yang harus ia jaga.
"Shafiah...beri aku waktu seubentar untuk bicara sebelum kamu berangkat.."
__ADS_1
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘