
"Mas Zahfran."
"Mba Shafiah?"
"Shafiah?" Zahfran menoleh ke belakang. "Sayang."
Semua diam mematung saat Shafiah hadir di antara mereka.
"Bangunlah." Shafiah memegang bahu suaminya lalu membawanya untuk berdiri.ia membersihkan baju Zahfran yang kotor dengan tangannya,ia menyeka darah yang mengalir di pelipisnya. "Kamu gak apa-apa mas?"
Zahfran diam.
Beralih mentap Rani. "Azky..mereka putri kembar mu?" Tanya Shafiah sangat pelan.
Rani mengangguk. "Iya mba."
Shafiah berjongkok di depan si kembar. "Heii...Aisyah,Asiah jangan menangis." Shafiah menyeka air mata mereka dengan tangannya. "Tante punya kabar gembira buat kalian."
"Apa itu tante?" Tanya Asiah,sedang Aisyah hanya diam menatapnya.
"Kalian sekarang punya ayah,kalian sudah tau kan siapa om itu?"
Aisyah dan Asiah menoleh ke arah Zahfran,mereka pun mengangguk.
"Itu ayah kalian sekarang."
"Mba." Rani mencoba menghentikan Shafiah.
"Azky,ini waktu yang tepat memberi tahu mereka,mereka berhak tau siapa ayahnya." Ucap Shafiah sambil mendongakan kepalanya.
Rani diam penuh ketakutan,takut kalau Zahfran akan merebut putri kembarnya.
Shafiah kembali menatap Aisyah dan Asiah.
"Kalian seneng gak punya ayah?"
Mereka mengangguk bersamaan.
"Tapi Kenapa om itu?" tanya Aisyah polos.
"Karna memang om itu ayah kalian."
Aisyah dan Asiah terdiam mematap Zahfran yang mematung.
"Mau gak kalau panggil om itu dengan sebutan ayah?" Pinta Shafiah yang langsug mendapat anggukan dari mereka.
"Mau peluk ayah kalian gak?"
"Mau.."
"Kalau begitu peluk lah."
"Ayaaah...." Mereka berlari menghampiri Zahfran sambil merentangkan kedua tangannya.
Zahfran berjongkok untuk menyambut kedua putri kembarnya lalu memeluknya sangat erat. "Putri ku." Begitu eratnya Zahfran memeluk mereka,air mata itu kembali mengalir,namun ini adalah air mata kebahagiaan.
"Mba.." Rani menatap Shafiah.
"Azky,mereka berhak tau siapa ayahnya,jangan pernah pisahkan mereka lagi Azky,kalau pun mereka tidak tinggal bersama,biarkan mereka merasakan kasih sayang dari seorang ayah."
Abiyu yang tidak terima melihat kejadian itu,ia langsung berlari pulang ke rumah dengan penuh amarah. "Kenapa ayah melakukan ini? aku membenci mu ayah." Batin Abiyu sambil berlari pulang.
"Mas Fatih,aku sangat berterimakasi kamu sudah menjaga Azky dan si kembar selama ini. Ini juga berkat kebaikan kalian." Shafiah bicara pada Dewi dan Rafa. "Kalau bukan karna kebaikan kalian,aku tidak tau bagaimana nasib mereka sekarang."
"Azky,kamu akan menikah dengan mas Fatih?"
"Ya mba."
"Kamu yakin?"
Sebelum menjawab,Rani menoleh ke arah Fatih lalu kembali menatap Shafiah. "Iya mba."
"Aku harap kamu bahagia dengan mas Fatih."
__ADS_1
"Terimakasi mba."
"Ayo Shafiah,kita pulang."
"Kamu gak apa-apa mas?"
"Aku gak apa-apa sayang. Ayo kita pulang."
Zahfran membungkukan punggungnya pada Putri kembarnya. "Aisyah,Asiah Ayah pulang dulu ya,nanti lain kali kalau ada kesempatan kita pasti ketemu lagi.Ok?"
"Ayah tidak tinggal bersama kami?" Ucap Aisyah.
"Nanti ya,ayah janji akan menemui kalian lagi."
"Semua ayah tinggal bersama."
Zahfran menundukan pandangannya,tak sanggup menatap wajah-wajah mungil yang penuh dengan harapan,karna permintaan dari putrinya,sangat mustahil bisa ia wujudkan.
Zahfran kembali menatap putri kembarnya. "Ayah janji,kita akan bertemu lagi di lain waktu ya"
"Baikalah ayah"
"Ayo Shafiah,kita pulang sekarang" Zahfran menggenggam tangan Shafiah lalu membawanya pergi dari rumah Rani,sesekali Shafiah menoleh ke belakang menatap Rani dengan tatapan nanar.
"Aku sangat tau kalau kalian masih saling mencintai mas." Batin Shafiah sambil berjalan pergi.
"Rani,apa kamu sudah lega?kamu tidak perlu lari dari siapa pun sekarang,kamu tidak perlu menyimpan rahasia lagi,semuanya sudah terbuka,semuaya sudah jelas." kata Rafa.
"Mulai sekarang,hiduplah dengan bahagia?" Kata Dewi dengan senyum.
Rani mengangguk. "Ya mba,terimakasi."
"Fatih,selamat ya,Rani sudah menerima lamaran mu." Ucap Rafa
"Ya mas."
"Kita pulang dulu ya Ran,Fatih."
"Ya mas,mba."
"Waalaikumsalam."
Di kediaman Dewi.
"Ayah.." Abiyu berteriak pada Zahfran
"Abiyu..?"
"Kenapa ayah tega melakukan ini sama bunda?"
"Maafkan ayah nak."
"Abiyu,tenang lah,mereka hanya masa lalu ayah mu." Ucap Shafiah mencoba menenangkan.
"Wanita itu yang membuat ibu selalu menangis kan? wanita itu juga dulu menyebabkan kita berpisah degan ayah selama 3 tahun? dia pengasuh ku dulu?"
"Bukan nak."
__ADS_1
"Aku benci ayah.aku mau pulang ke Sidney bunda."
"Nanti minggu depan ya."
"Tidak bunda,Aku mau pulang sekarang,kalau bunda gak mau mengantar ku pulang,Aku akan pulang sendiri."
"Ok..ok..Besok,Micel akan mengantar kamu pulang besok."
Abiyu pergi ke kamarnya,ia membanting pintu sangat kencang.
"Siapakan pakaian,kita semua akan pulang ke Sidney malam ini." Ucap Zahfran.
"Kenapa? kamu mau menghindar lagi mas? Kamu tidak terima kalau Azky akan menikah dengan mas Fatih?"
"Shafiah." Zahfran berdiri.
"Kita tetap di sini,kamu harus menghadapi kenyataan mas,bukan menghindarinya." Tegas Shafiah.
Zahfran terdiam.
"Mas masih mencintai Azky?"
"Aku tidak pernah bisa berbohong pada mu,tapi aku akan berusaha melupakannya sayang."
"Tidak cukup kah waktu lima tahun untuk kamu melupakan Azky mas?"
"Sayang."
"Kamu bersama ku,tapi separuh hati mu berada di tempat lain hikss..hikss..kenapa kamu selalu seperti ini. hikss..hikss..
Kalau aku bisa menyatukan kalian,aku pasti melakukannya.
"Maafkan aku sayang."
Shafiah kembali mengangkat wajahnya.
"Kita akan tetap di sini sampai akhir. Sampai Azky betul-betul menikah degan mas Fatih."
__ADS_1
Like komen dan votenya ya jangan lupa 🤗🙏.
Terimakasi yang sudah memberikan banyak Vote untuk karya Author yang sederhana ini.semoga Allah yang membalas semaunya 😘🙏