Dia Maduku

Dia Maduku
Extra bab 12


__ADS_3

Gara-gara lembur semalem,terjadi kekacauan pagi ini,Zahfran bangun kesiangan,begitupun dengan Abiyu,dia hanya akan bagun kalau mendengar suara bundanya. Sedangkan sang ratu,msih tertidur pulas,setelah tadi bangun hanya untuk shalat subuh. Aahh..nikmatnya dunia kalau jadi ibu hamil.


Bukan cuma dia yang kerepotan,ternyata Micel juga harus kena imbasnya. "Tuan,kenapa nambah lagi dan lagi?" Pesan yang di kirim Micel pada atasannya,tak ketinggalan dengan emotikon menangis 😭😭😭


"Kenapa? kurang?" Balasnya.


"Tidak tuan,ini sudah lebih dari cukup. Terimakasih loh sudah menambah pekerjaan ku,tuan baik banget."


Sang pemilik cuma senyum-senym mendapat balasan dari sekertarisnya.



Rencananya hari ini Zahfran dan Abiyu akan mendatangi rumah Kisya,tapi sayangnya gadis itu tidak masuk sekolah karna sakit.



pertemuan itu sempat tertunda beberapa hari,menunggu sampai Kisya masuk ke sekolah,tapi karna ini sudah lebih dari satu minggu ia tidak masuk sekolah,akhirnya Zahfran Abiyu dan Fatih mengunjungi Kisya di rumahnya.



"Yang mana rumahnya?" Tanya Zhfran setelah mereka tiba di kampung tempat Kisya tinggal.



"Itu di depan sebrang warung nasi pa\*ang,cet rumahnya warna putih."



"Kita parkir di sini aja kali ya,di sana takut ganggu orang."



Setuju,mereka pun turun dari.mobil lalu berjalan kaki menuju rumah yang di tunjukan tadi.



Beberapa kali Fatih dan Zahfran mengucap salam,tak kunjung mendapat jawaban dari sang pemilik. "Kamu yakin ini rumahnya?" Kata Fatih.



"Iya aku yakin,alamat yang di kasih dari sekolahan juga memang di sini." Saut Abiyu.



Mereka masih berdiri di depan rumah gadis itu,bingung harus mencari ke mana lagi,no telfonnya aja gak aktif,mereka kehilangan jejak,akhirnya mereka mencari info dari tetangganya.



"Assalamualikum.." Ucap salam Fatih sedikit berteriak karna tidak tersedianya bel di sana.



"Waalaikumsalam." Saut sang pemilik rumah,tak lama seorang ibu tua keluar menghampiri mereka. "Siapa ya?" Terheran.



"Ini,mau tanya,rumah yang di sebelah ini rumahnya Kisya bukan ya?" Bertanya sopan



"Oh..iya betul,tapi mereka lagi gak di rumah,bapaknya sakit udah 4 hari malah di rawat."



"Oh..pantas rumahnya kosong. Ibu tau di rumahsakit mana bapaknya di rawat?"



Ibu itu pun mengangguk. "Tau,dia di rawat di rumah sakit XX kamar no 300 kelas 3 lantai dua,baru kemarin ibu-ibu sini menjenguk beliau di sana."



"Oh iya..terimakasi banyak bu,kami permisi. Assalamualaikum."



"Waalikumsalam."



Setelah mendapatkan info,mereka bertiga bergegas menuju rumah sakit. Zahfran mengajukan beberapa pertanyaan pada putranya sebelum mobil yang mereka tumpamgi sampai di tempat tujuan. "Abiyu."



"Iya ayah?"



"Hari ini ayah akan melamar Kisya untuk menikah dengan mu,ayah harap kamu bisa jaga sikap nanti di dalam." Ucap Zahfran memperingatkan.



"Iya aku tau ayah." Jawabnya ketus,kembali ia menatap ke luar bergelut dengan pikirannya sendiri.



"Lagian,gimana sih kamu bisa pergi ke pesta sama Kisya? katanya kamu benci sama dia?"



"Mungkin benci bukan dalam arti yang sebenarnya,tapi dalam arti lain,benar-benar cinta. Bukan begitu Aby?" Saut Fatih sambil melirik ke spion kecil yang menggantung.



"Iihh...apa-apan sih om,aku emng ga suka sama dia."

__ADS_1



"Ga suka tapi bisa pergi ke pesta bareng ya." Hi..hi..hi.. Meledek.



"Udah lah om,aku gak mau bahas tentang dia."



"Iya..iya.."



Tak terasa,mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di tempat tujuan,Abiyu sempat menolak untuk ikut masuk,tapi Zahfran memaksanya untuk masuk demi menunjukan rasa tanggungjawabnya di hadapan orangtua Kisya.



"Lantai 2,kamar no 300 kelas 3? ini kayaknya." Ia berdiri tepat di depan pintunya.



"Iya,ayo masuk." Ajak Zahfran.



Akhirnya mereka pun masuk dengan melirik satu persatu ranjang mana yang di tempati oleh ayah gadis itu. Karna dalam satu ruangan terdapat 6 pasien rawat inap.



Sampainya di ujung,akhirnya Fatih menemukan sosok gadis kecil yang sedang meringkuk di atas kursi sambil memeluk kedua lututnya. "Zahfran..di sini."



"Ada?"



"Itu..dia lagi tidur."


Menyusul Abiyu berdiri di belakang sang ayah. "Dia gadis yang kamu nodai?" Berkata pada putranya.



"Ayah,sudah berapa kali sih aku bilang.."



"Dia begitu cantik,bagaimana kamu tidak menyukainya?" Tukas Zahfran.



"Aku gak suka,dia terlalu agresif."




"Om.." Tegas Abiyu,dia tidak suka membahas masalah itu.



"Fatih.. sudah,jangan bahas masalah itu di sini."



"Iya..iya..sorry Zha." Masih saja ia terkikik.



Zahfran melangkah maju menghampiri gadis itu,membangunkannya dengan sangat lembut "Kisya."



Beberapa kali ia memanggil,akhirnya ia pun terbangun. "Nak..!"



Tubuhnya menggeliat,ia terperanjak saat melihat sosok pria paru baya di depannya. Ia pun berdiri. "maaf,anda siapa?"



"Saya.. Ayahnya Abiyu."



"Ayahnya?" Karna ruangan itu hanya cukup untuk dua orang,Abiyu dan Fatih berdiri di balik gorden penyekat.



"Iya..di mana ayah mu?"



"Bapak..mungkin lagi di kamar mandi om. om bagaimana bisa ada di sini?" Menatap tak percaya.



"Om sama Abiyu sama om Fatih juga. Aby..sini." panggilnya.



Abiyu menyibakan gorden untuk menampakan dirinya kalau dia juga ikut bersama ayahnya,dan kembali menutup gorden itu karna tidak ingin melihat wajah Kisya.


__ADS_1


"Om minta maaf dengan apa yang menimpa kalian."



"Gak apa-apa om,ini juga bukan kesalahan Abiyu,kita di jebak,aku juga salah karna sudah lalai terhadap diri ku sendiri."



"Terimakasih ya nak,kamu memang anak yang baik." Ucapnya seraya mengusap lembut bahu gadis itu.



Kisya membalas dengan senyuman.



Tak lama setelah itu,seseorang keluar dari kamar mandi sambil memegang infusan di tangan kananya. Dia terkejut dengan kehadiran mereka di ruangannya. "Maaf,siapa kalian?" Suara bapak itu memotong percakapan antara Kisya dengan Zahfran.



Zahfran menoleh ke arah sumber suara,dan Kisya buru-buru menghampiri bapaknya membantu untuk kembali berbaring di atas ranjang. "Siapa mereka nak?" Tanya pak Heru pada Putrinya.



"Ini ayahnya Abiyu pak." Kisya menaikan kaki bapaknya lalu menyelimutinya dengan selimut rumahsakit.



"Iya pak,saya.. orangtua Abiyu,saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas semua yang terjadi pada putra putri kita."



"Tidak apa-apa pak,saya senang anda punya itikad baik datang mememui saya terlebih anda mau meminta maaf,saya fikir semua orang kaya sama,sombong. Ternyata anda tidak,saya sudah memaafkan putra anda."



"Terimakasih pak. Bapak sangat baik mau menerima maaf saya."



Abiyu masih berdiri di balik gorden,lalu Zahfran memanggilnya untuk masuk dan meminta maaf langsung. "Abiyu.. Sini nak."



"Jangan mempermalukan ayah mu." Fatih memperingatkan,berbisik di telinga keponakannya.



"iya." Ia pun melangkah masuk lalu berdiri di samping sang ayah.



"Minta maaflah,dan katakan apa yang sudah ayah ajarkan tadi waktu di mobil." Ia berbisik di telinga putranya.



Zahfran melangkah mundur,dan Abiyu melangkan maju.



"Pak.. saya Abiyu,bapak mungkin sudah tau apa yang terjadi pada saya dan Kisya,saya minta maaf atas kejadian itu." Ucap Abiyu penuh penyesalan,ia membungkukan badannya.



"Bapak memafkan kamu,bangun lah." Abiyu kembali berdiri tegak.



"Bapak juga minta maaf atas kelalaian putri bapak,yang juga menimbulkan kekacauan di antara kalian."



Abiyu tersenyum lega,seandainya dengan kata maaf saja sudah cukup,mungkin masalahnya sudah selesai sampai di sini.



Abiyu kembali bicara. "Maksud kedatangan saya dan keluarga saya kesini,selain meminta maaf,saya.." Ucapannya sempat terhenti karna ragu,lalu Zahfran menyenggol kakinya dari belakang.



"Saya.. ingin melamar Kisya pak,saya akan menikahinya."



Pak Heru dan Kisya saling bertatapan mematap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Abiyu,terlebih kata itu keluar dari mulutnya sendiri. "Kamu serius nak?" Tanyanya untuk lebih meyakinkan.



Abiyu pun mengangguk. "Iya..saya serius pak."



"Bagaimana? bapak menerima lamaran kami?"



Boleh dong tanda cintanya.


LIKE


KOMEN


VOTE


Biar Author tambah semangat.💝🙏

__ADS_1


__ADS_2