Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 64


__ADS_3

Sayup-sayup suara adzan membangunkan Shafiah dari tidurnya,ia terbangun lebih dulu dari suami dan putranya.


Begitu bangun ia segera membersihkan diri lalu membangunkan suami dan putranya untuk segera bangun dan melaksanakan shalat berjamaah di dalam kamar. "Mas.."


"Hhmm.."


"Sudah subuh.ayo bangun,kita shalat berjamaah." Dengan sangat lembut Shafiah membangunkan Zahfran.


"Ya,aku bangun." Saut Zahfran masih dengan suara serak khas bangun tidur.


Bukan hal yang sulit bagi Shafiah membangunkan Zahfran untuk shalat subuh,karna ia sudah terbiasa melaksanakan shalat lima waktu tanpa tertinggal satu waktu pun.


Memang,perubahan Zahfran terasa saat Azky hadir dalam kehidupannya,dengan sangat sabar Azky membantu Zahfran berubah menjadi suami yang baik dan taat dengan agama.


Kenapa bukan Shafiah yang menyadarkan Zahfran dari sikap kejamnya?


Jawabannya,kodarullah,sudah menjadi ketetapan Allah,yang melalui tangan Azky lah Zahfran mendapatkan hidayah untuk berubah menjadi orang yang lebih baik.


Itu lah salah satu alasan Shafiah tidak ingin Zahfran menceraikan Azky pada saat itu,karna terlalu banyak Azky berkorban untuk Zahfran.


Kembali ke Shafiah dan Zahfran.


"Sayang,boleh buatkan mas kopi?" pinta Zahfran pada Shafiah setelah selsai melaksanakan shalat subuh dan mereka masih duduk di atas sejadah.


"Boleh,tunggu di sini ya,aku buatkan." Ucap Shafiah sambil melepaskan mukena dan melipat sejadahnya,lalu ia simpan di atas meja.


"Aku temani ya."


"Tunggu aja di dalam,nanti aku bawa kopinya ke sini."


"Gak apa-apa,sekalian aku mau cek email di laptop,sepertinya semalam Micel mengirim email." Tanpa melepaskan sarungnya Zahfran mengikuti langkah Shafiah dari belakang sambil membawa laptop di tangannya.


Sambil menunggu,sang istri membuatkan kopi,Zahfran duduk di sofa depan TV dan mulai di sibukan dengan laptopnya.


"Ini mas kopinya." Shafiah meletakan secangkir kopi di atas meja,lalu ia duduk di sebelah suaminya.


"Terimakasi sayang." Ucap Zahfran tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.


"Serius amat mas."


"Iya,Micel meminta ku untuk datang lebih awal untuk meninjau lokasi pembangunan."


"Mas menginap di sana?"


"Tidak sayang,selama kamu tinggal di sini,mas juga akan tinggal di sini."


"Memangnya gak apa-apa bolak balik lokasi setiap hari?"


"Gak apa-apa dong,hanya satu jam perjalanan."


"Terimakasi ya mas." Ucap Shafiah dengan senyum. "Aku janji,hanya beberapa hari saja tinggal di sini,setelah itu kita akan tinggal di rumah yang lokasinya lebih dekat dari proyek mu."


"Baik sayang." Zahfran membawa Shafiah bersandar di bahunya.


"Kalau pekerjaan mas selesai lebih cepat,nanti mas pulang siang,kalau sempat jumatan di rumah."


"Baiklah."



Hari mulai pagi,matahari pun mulai menampakan cahayanya.karna terburu-buru,pagi ini ia tidak ikut sarapan bersama,Zahfran memilih sarapan di lokasi.


__ADS_1


"Sha.. Kenapa suami mu tidak ikut sarapan?" Tanya Dewi sambil meletakan beberapa masakannya di atas meja makan.



"Mas Zahfran takut kesiangan mba,rekan bisnisnya sudah ada di lokasi soalnya. Tapi tadi habis solat subuh sempet makan roti ko sama kopi."



"Oh..ya udah."



"Kak Rafa mana mba?" Tanya Shafiah



"Mas Rafa lembur,belum pulang,mungkin sebentar lagi pulang. Ayo,kita sarapan duluan aja." Ajak Dewi



"Ya mba." Saut Shafiah.



Sarapan pagi ini pun berlangsung dengan khidmat tanpa kehadiran Rafa dan Zahfran.



Abiyu yang merasa bosan dengan permainan di dalam ponselnya,ia keluar dari kamar menghampiri Dewi dan Shafiah yang sedang asik menonton TV.


"Tante,kemana si kembar Aisyah dan Asiah?" Tanya Abiyu sambil duduk di bawah lantai bersandar di kaki Shafiah yang duduk di atas sofa.


Shafiah mengusap lembut puncak rambut putranya.


"Padahal ini hari jumat ya mba." Timpal Shafiah.


"Iya,liburnya gak tentu hari apa,mungkin sekarang jatah dia libur." Saut Dewi.


"Oh iya..krmarin Abiyu bertemu ibu nya si kembar loh bun."


"Ukhuk..ukhuk..seketika Dewi tersendak cemilan yang sedang ia kunyah saat mendengar ucapan Abiyu.


"Mba kenapa?" Shafiah menepuk-nepuk punggung Dewi lalu memberikannya segelas air hangat. "Pelan-pelan mba makannya."


"Iya..maaf." Dewi menelan ludahnya dengan susah payah.


"Bagaimana Abiyu bisa bertemu dengan Rani?jangan-jangan dia tau sesuatu?" Batin Dewi. Nampak ketegangan dari raut wajahnya.


"Abiyu bertemu ibunya si kembar di mana?" Tanya Dewi dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan kecurigaan mereka.


"Di taman kemarin sore,kayaknya tante itu baru pulang kerja,jemput si kembar pulang."


"Setelah itu?"


"Setelah itu,ya...aku pulang lah tante,buat apa aku di taman kalau si kembar pulang"


"Sepertinya Abiyu tidak mengenali Rani,dan sepertinya tidak terjadi apa-apa." Dewi merasa lega mendengar penjelasan Abiyu.


Hari berganti siang,waktu shalat jumat pun tiba. Karna pekerjaan Zahfran selesai lebih cepat,sesuai janjinya,ia pulang lebih awal dan melaksanakan shalat jumat di mesjid dekat rumah.


"Assalamualikum" Ucap salam Zahfran yang baru tiba di rumah.


"Waalaikumsalam. sudah pulang mas?" Shafiah mencium punggung tangan suaminya.

__ADS_1


"Iya,pekerjaan ku sudah selesai,ke mana mas Rafa dan Abiyu?"


"Baru aja jalan ke mesjid."


"Masih keburu kali ya." Zahfran melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "mas langsung berangkat jumatan ya."


"Ya mas."


"Assalamualikum."


"Waalikumsalam."


Buru-buru Zahfran melangkahkan kakinya setengah berlari menyusul Rafa dan Abiyu yang sudah jalan lebih dulu.


Selesai melaksanakan shalat jumat,mereka bertiga pulang dengan berjalan kaki. Tak banyak yang mereka bahas,hanya sedikit candaan yang di lontarkan Rafa kepada Abiyu yang mulai dewasa dan mulai mengenal wanita.


Tawa mereka terdengar riang saat menggoda Abiyu mengenai perempuan yang ia sukai,namun tiba-tiba senyum Zahfran memudar saat melihat sosok wanita yang keluar dari dalam rumah.


"Azky..?"


Rafa mendengar Zahfran mengucpkan nama Azky,ia pun menghentikan langkahnya. "Azky?" Mata Rafa terbelalak saat melihat Rani keluar dari rumahnya. "Gawat,Zahfran melihat Rani,aku harus mencegahnya." Batin Rafa.


"Zahfran." Rafa menahan tangan Zahfran untuk tidak menghampiri Rani.


"Lepaskan." Ucap Zahfran dengan sorot mata tajam. Ia menghempaskan tangan Rafa sangat kuat.


Saat Azky akan masuk ke dalam rumah,tiba-tiba "Braak...Zahfran menahan pintu itu dengan tangannya. "Azky.."


"Mas Zahfran?" Rani mengerutkan dahinya. "bagaimana..?"


Belum selesai bicara Zahfran langsung menarik Azky ke dalam pelukannya. "Azky,ini benar dirimu?"


Seketika tangis Rani tumpah dalam pelukan Zahfran,Ia mengerahkan seluruh tenaganya agar terlepas dari pelukan laki-laki yang dulu pernah membuangnya.


"Lepaskan aku mas.jangan sentuh aku." Tangis Rani semakin terisak-isak,namun Zahfran malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Zahfran,lepaskan,banyak orang yang melihat kita." Ucap Rafa panik karna memang banyak orang yang melihat kejadian itu.


Namun Zahfran tetap tak juga melepaskan pelukannya. "Aku tidak akan melepaskanmu Azky,aku tidak pernah berhenti memikirkan mu,aku merindukanmu Sayang."


"Lepaskan aku mas.. hikss..hikss.." Suara Rani terdengar sangat lirih di telinga Zahfran.


Tiba-tiba seseorang menarik tangannya lalu "Bughh... Pria itu melayangkan pukulan sangat kuat tepat di pelipis mata Zahfran hingga ia tersungkur ke tanah.


"Jangan berani menyentuhnya."


"Mas Fatih?"




Satu Bab lagi nanti malam ya.



Author berhalu ria dulu 🤭.



Like komen dan votenya ya jangan lupa 🤗🙏.


__ADS_1


Terimakasi yang sudah memberikan banyak Vote untuk karya Author yang sederhana ini.semoga Allah yang membalas semaunya 😘🙏


__ADS_2