Dia Maduku

Dia Maduku
Extra part 5


__ADS_3

Mengetahui dari seorang pelayan kalau ada salah satu pelanggan yang ingin bertemu dengan sang Manager,Azky terpaksa harus menghentikan sejenak kesibukannya,lalu bergegas menghampiri pelanggan itu karna takut terjadi apa-apa.


Mengingat tanggung jawabnya yang besar,ia tidak ingin ada sedikitpun kesalahan yang terjadi pada Restauran di mana dia lah yang di beri tanggung jawab penuh oleh sang pemilik Restauran itu.


"Selamat siang." Ucap salam Azky berdiri tepat di belakang sosok pria yang belum ia tau siapa.


Mengetahui sang istri sudah berada di belakangnya,dengan senyum Fatih memutar tubuhnya menghadap sang istri yang tidak mengetahui kalau pelanggan yang memanggilnya adalah suaminya sendiri.


"Mas Fatih? Ko ada di sini?"


"Assalamualikum" Ucap salam Fatih semanis mungkin.


"Waalaikumsalam,maaf aku gak tau kalau ternyata kamu yang manggil aku mas."


"Gak apa-apa sayang,sengaja kasih kejutan untuk bidadari ku tercinta." Senyum Fatih sangat menggoda.


"Iih..apa sih." Wajahnya berubah merah merona.


Namun rona di wajahnya seketika berubah saat melihat Tania berada di antara mereka. Fatih yang mengerti dengan raut wajah itu,langsung memegang erat tangan sang istri lalu menuntunnya untuk duduk di kursi yang sudah ia siapkan.


"Oh..jadi kamu sengaja mengisi kursi itu dengan keresek tadi?" Batin Tania bergumam dengan melempar senyum palsunya.


"Kamu merebut Fatih ku Azky,seharusnya dulu aku yang menikah dengannya,bukan kamu,aku tidak akan melepaskan apa yang seharusnya menjadi milk ku. kamu lihat saja nanti." Tania terus bergumam menatap tajam ke arah wanita yang ia benci saat ini.


Sesekali ia melempar senyum terpaksanya,dan Azky membalas senyum itu dengan biasa saja. "Ya Allah,aku merasa wanita ini punya maksud tertentu dengan suami ku,jauhkan dia dari kehidupan rumahtangga ku ya Allah." Batin Azky bergumam dengan memalingkan wajahnya.


Betul-betul ia di buat tidak nyaman dengan keberadaan Tania,ia berusaha biasa saja mengalihkan pandangannya pada sang suami yang sedang menyendokan nasi ke dalam piringnya. "Makasi ya mas,kamu gak perlu ngelakuin ini."


"Gak apa-apa sayang,aku seneng ko ngelakuinnya."


"Harusnya tadi kamu bilang kalau mau makan di sini mas,aku kan bisa siapin buat kamu,kita juga bisa makan bareng. Iya kan?"


"Jangan sayang,kalau tadi kita makan bareng,nanti ada yang ngiler,maklum temen mas yang satu ini masih jomblo." he..he..he..


"Hhmm...hhmm..enak baget ya kalo ngomong suka bener." Alex melempar sendok ke arah Fatih,dan ia langsung menangkapnya sambil terkikik lucu.


"Tuh..kamu liat kan Azky,kelakuan suami mu,bisanya menghina kejombloan ku saja,tanpa memberikan solusi." Ucap Alex sambil bersandar di kursinya.


"Mas..kamu tuh,kasih dia cewek deh,tapi jangan pacaran,langsung nikah aja."


"Ada,tuh." Fatih menunjuk ke arah Tania dengan ujung matanya.


Saat semua menatap ke arah Tania,seketika ia menghentikan aktifitas tangannya yang sedang memotong burger. "Kenapa?" Ia terheran,karna dari tadi ia tidak perduli dengan ocehan mereka yang menurutnya tidak penting itu.


"Gak apa-apa." Saut Fatih sambil mencium tangan sang istri di depan Tania seolah ingin menunjukan betapa ia sangat mencintai istrinya,dan tak akan sedikitpun tergoyahkan oleh wanita manapun.

__ADS_1


Bukan merasa sok kepedean,tapi ia tidak ingin sampai Tania memiliki perasaan yang lebih terhadapnya,untuk itu ia melakukan ini untuk mencegah hal buruk terjadi di kemudian hari.


"Mas bro.. kalau mau mesra-mesraan jangan di sini kali,hargai kita-kita yang jomblo,ya gak sih?" Ucap Alex dengan melempar senyum pada Tania.


Tania hanya merespon dengan senyum malasnya,kembali ia memotong burger miliknya sedikit kasar karna masih merasa kesal dengan kehadiran Azky di sana. "Kalau aku tau dia kerja di sini,aku gak bakal minta gabung makan siang sama mereka


Isshh....menyebalkan." batin Tania mendengus kesal.


Tidak sesuai harapan,makan siang kali ini sangat memuakan bagi seorang Tania ia cepat-cepat meghabiskan makan siangnya lalu bergegas pergi meninggalkan Restauran,dengan alasan kalau ia sedang di tunggu oleh kolega bisnisnya untuk metting.


Begitu pun dengan Alex yang memilih kembali ke kantor duluan,karna jam makan siang sudah habis.


"Kamu masih banyak kerjaan?" Tanya Fatih sambil menyerahkan segelas ice coffe pada sang istri.


"Sedikit lagi sih. Kenapa?"


"Tinggalin aja ya,kita pulang ke rumah."


"Tapi aku masih ada kerjaan mas."


"Kamu lebih banyak kerjaan di rumah bersama ku sayang." Ia mengusap ujung bibir sang istri dengan jarinya. Ia menatap bibir tipis itu dari jarak yang sangat dekat seakan ingin segera melahapnya sampai habis.


"Iisshh... mas,jangan aneh-aneh,kita ada di tempat umum." Ia memegang tangan sang suami yang tak henti-hetinya mengusap bibirnya.


"Mangkannya ayo pulang." Merengek seperti anak kecil yang kekurangan jatah saja. Dan akhirnya ia menuruti perintah suaminya,dan merekapun pulang ke rumah menggunakan mobil milik Azky karna mobil Fatih di bawa oleh Alex kembali ke kantor.


Ia mencoba menajamkan penglihatannya untuk memastikan kalau itu betul-betul Abiyu atau bukan,setelah ia yakin kalau itu benar Abiyu,ia baru memberitahu Fatih. "Mas." Panggil Azky tanpa mengalihkan pandangannya terus menatap ke luar.


"Kenapa?"


"Kamu lihat." Azky menunjuk lurus ke depan. "Itu Abiyu sama siapa? Kayaknya mereka berantem deh."


"Abiyu? Ada di sini?"


"Iya,itu..kamu lihat kan?"


Fatih berusaha mencari sosok yang di tunjukan oleh sang istri,dan akhirnya ia menemukan sosok itu. "Iya sayang,itu Abiyu. Ngapain dia di situ berantem sama cewek lagi. Ini kan masih jam sekolah." Ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya menunjukan waktu pukul 13.30.


"Ayo mas,kita ke sana." Walaupun itu bukan putranya,Azky tetap menyayangi Abiyu seperti putranya sendiri,mengingat ia juga kakak dari anak-anaknya.


"Iya sayang,kita parkir di depan."


Setelah lampu hijau menyala,Fatih memarkirkan mobilnya di sebuah toko besar di pinggir jalan.


Begitu mobil berhenti,ia bergegas keluar dari mobil tanpa menunggu sang suami membukakan pintu.

__ADS_1


"Sayang..tunggu." Teriakan Fatih tak di indahkan oleh sang istri yang terus berjalan cepat menghampiri Abiyu.


Dari kejauhan,Azky melihat Abiyu mendapat tamparan dari gadis itu. "Plak.." Aku membenci mu Abi." Gadis itu berteriak sambil menangis terisak-isak setelah menamparnya. Dan Abiyu hanya bisa terdiam sambil memegang pipinya yang terasa perih.


Melihat kejadian itu,Azky semakin mempercepat langkahnya lalu memanggilnya. "Abiyu.." Teriak Azky dari kejauhan,ia sangat terkejut melihat putranya mendapat tamparan dari seorang gadis yang tidak ia kenal.


Mereka berdua menoleh ke arah sumber suara. "Tante Azky?"


Kehadiran Azky di sana membuat Abiyu mati ketakutan,bukan takut olehnya,ia takut Azky akan melaporkan kejadian ini pada ayah dan bundanya,kalau sampai ayah dan bundanya tau,bisa-bisa mereka marah dan meminta ia untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan terhadap gadis itu.




Nah looh...kira-kira apa yang Abiyu lakukan sama gadis itu?


Aduh...ada prahara apa lagi nih?



Stay terus ya.



Kalau reponnya masih banyak,akan Author UP lagi nanti.



Jadi tau dong mesti apa?


Iya..


LIKE


KOMEN


VOTE


Gratis ko,gak perlu beli koin pula.🤗😘🙏.



Cek karya Author yang satu lagi ya.


Scandal cinta om Arga baru UP tadi.

__ADS_1



![](contribute/fiction/1677422/markdown/14269177/1616227068551.jpg)


__ADS_2