
Keesokan harinya, Zahfran menepati janji, untuk mengantar Shafiah bertemu dengan Azky.
Tepat dijam 9 pagi, mereka berangkat menuju Restaurant tempat Azky bekerja.
Tak membutuhkan waktu lama, mereka pun telah sampai didepan Restaurant itu "Ini Restaurannya mas?" Tanya Shafiah pada suaminya.
"Iya sayang" Jawabnya singkat, Zahfran segera memarkirkan mobilnya lalu masuk kedalam restauran seraya menggandeng tangan Shafiah. Ia pun menarik kursi mempersilahkan Istrinya untuk duduk.
Setelah duduk,ia melihat Azky berada di ujung ruangan sedang berbincang dengan salah satu pegawainya. "Itu Azky mas,ucap Shafiah." Ia melambaikan tangan ke arah Azky yang kebetulan ia sedang menoleh ke arahnya.
"Mba Shafiah?" Tanyanya sedikit terheran,ia meninggalkan pegawainya,lalu menghampiri Shafiah.
"Mba,apa kabar?" Uacapnya sambil tersenyum.
"Alhamdulillah baik. Kamu apa kabar?" Shafiah balik bertanya.
"Alhamdulillah aku juga baik."
"Bisa kita bicara sebentar?" Pinta Shafiah.
"Ada apa ya mba?"
"Duduk dulu" Sekilas ia melihat Zahfran, ia menunjukan sikap dinginnya. Kini Zajfran pun hanya biasa saja, mungkin perlahan ia sudah bisa melupakan sosok Azky.
Shafiah menyadari ketidaknyamananya Azky berada di antara mereka,ia menyenggol tangan Zahfran. "Hhmm.. kenapa?" Saut Zahfran yang baru tersadar dari lamunnya.
Shafiah menunjuk dengan sudut matanya. "Oh..iya duduklah." Zahfran.
Lalu ia pun duduk di samping Shafiah. "Ada apa ya mab?" Tanyanya setelah ia duduk.
"Boleh gak kita ajak si kembar ke rumah? Aku mau mengenalkan mereka sama Abiyu dan Omanya di rumah."
"Apa nanti bukanya menambah masalah ya mba? Abiyu kan..."
Belum selesai bicara,Shafiah memotongnya. " Tidak menyukai si kembar?"
Azky mengangguk ragu.
"Karna mereka belum saling mengenal jauh,mangkannya aku mau bawa mereka,aku mau mengakrabkan mereka. Boleh kan?" Pinta shafiah
Azky masih merasa ragu,tidak mengiyakan,tidak juga melarang. Ada sedikit ketakutan dalam hatinya, apa mungkin si kembar akan diterima saudara bahkan omanya? pikir Azky.
Zahfran mengerti dengan diamnya Azky. "Aisyah dan Asiyah juga anak ku,aku tidak akan memberikan hal buruk terjadi pada mereka." Timpal Zahfran.
"Aku percaya mereka akan memperlakukan anak-anak dengan baik." Bergumam dalam hati. "Baiklah kalau begitu,mas Zahfran sudah tau alamat rumah ku,kalian bisa jemput anak-anak di sana."
__ADS_1
"Terimakasi..." Ucap Shafiah sambil menggenggam erat tangan Azky.
Tak lama setelah itu,terdengar dering ponsel di dalam saku milik Azky.ia melirik nama yang tertera di dalam layar ponsel langsung tersenyum simpul. "Sebentar ya mba,aku angkat dulu telfonnya."
Zahfran dan Shafiah saling melempar senyum,beberapa kali ia mencium punggng tangan sang istri.
"Assalamualikum." Ucap salam dari seseorang di sebrang sana.
"Waalaikumsalam." Saut Azky dengan senyum simpul setelah mendapat telfon dari seorang pria yang sudah lama ini tidak memberinya kabar.
Siapa dia? Jelas Fatih. Lebih dari dua minggu ini Fatih sengaja tidak menghubungi Azky karna ia ingin tau bagaimana perasaannya,dan Fatih berhasil membuat seorang Azky merindukan telfonnya.
"Kemana aja mas? Kenapa kamu baru kasih aku kabar?" banyak pertanyaan yang ia tanyakan pada Fatih,hingga yang di sebrang sana tidak memiliki kesempatan untuk bicara.
"Hei Azky...santai sayang,satu-satu nanyanya." Fatih terkekeh di balik sambungan telfon..
"Aku sengaja gak kasih kamu kabar,aku mau tau reaksi kamu saat tidak mendapat kabar dari ku."
"Maksud mas Fatih?"
"Bagaimana rasanya saat tidak mendapat kabar dari ku Azky?"
"Aku..aku gak tau ini perasaan apa,tapi aku merasa kehilangan.Aku fikir kamu lupa mas."
"Mas...ko malah ledekin sih..?" Ia bahkan sampai lupa kalau ia sedang bermanja di telfon di hadapan Shafiah dan Zahfran.
"Maaf.. Maaf.." tawa Fatih terdengar lepas di telinga calon istrinya. Sejenak ia menjeda sebelum kembali bicara. "Azky.." panggilnya.
"Iya mas."
"Kasih mas satu alasan untuk memperjuangkan pernikahan kita."
"Pertanyaan itu lagi?"
"Ayo lah..katakan."
"Aku gak tau,yang pasti saat ini aku ingin sekali bertemu dengan mu mas."
"Kamu yakin?"
"Sangat yakin?"
"Kalau begitu kita bertemu besok di Jakarta."
"Benarkah?" Mata Azky membulat, Ada kebahagian tersendiri saat mendengar Fatih akan mengunjunginya kejakarta. Sempurna,andai saja Fatih berada di sini,ia bisa melihat wajah Azky berubah merah merona karna bahagia "Terimakasih mas."
__ADS_1
"Aku yang harus berterimakasi pada mu Azky,kamu betul-betul mampu merubah segalanya."
"Tunggu aku,besok kita akan bertemu."
"Aku menunggu mu mas."
"Assalamualikum."
"Waalikumsalam."
Sambungan telfon sudah berakhir,tapi senyum Azky masih nampak jelas di hadapan Shafiah dan Zahfran.
' Semoga kamu selalu bahagia Azky. Aku harap aku tidak lagi menyakiti hati siapapun saat ini esok dan selamanya. Aku pun yakin, Fatih akan bisa membahagiakanmu dari pada aku. Dan aku sendiri pun tidak akan membuat istri kecewa untuk yang kesekian kalinya....terima kasih pernah hadir dalam hidupku Azky, Allah sudah menunjukan jalan terbaik saat ini untuk kita menjalani hidup masing masing dengan seseorang yang seharusnya, walaupun begitu, aku tidak akan melupakan anak kembar yang kumiliki bersamamu, bahkan shafiah pun sangat menyayanginya' Gumam Zafran dalam hati.
" Ehem....ada yang ditelfon calon suami nih " Goda Shafiah pada Azky.
Azky pun hanya menunjukan senyum malunya. Sementara Zafran hanya terdiam seraya menikmati secangkir kopi.
" Azky apa boleh aku bertanya sekali lagi ?" Ucap Shafiah.
" Apa kamu betul betul sudah menerima Mas Fatih ?" Tanya Shafiah hati hati.
Azky nampak terdiam, ada sesuatu yang sedang ia fikirkan.
" Tentu mbak, aku tidak mau memberi harapan palsu pada mas Fatih, selain itu dia adalah orang yang paling berperan dalam hidupku dan sikembar, sikembar pun nyaman didekat mas fatih seperti halnya dengan mas zafran, jadi apa salahnya kan...kalau aku mencoba membuka hatiku untuk mas Fatih " Jelas Azky.
" Lalu bagaimana perasaanmu saat ini dengan mas Zahfran. Aku ingin mendengar dari kalian, dan aku ingin kalian jawab sejujurnya tanpa ada yang ditutupi dari ku. Kalian tau, aku paling tidak suka dibohongi ." Ucap Shafiah lagi.
" Membuang perasaan tidak semudah itu mbak, tapi perlahan aku sudah bisa melepaskan mas zahfran dan membuka hatiku untuk mas Fatih." Jawab Azky.
" lalu kamu mas ....?" Tanya Shafiah seraya melirik suaminya.
" Mas juga sama sayang, mas tidak ingin menyakiti hatimu lagi...mas masih bisa diberi kesempatan kedua olehmu untuk mempertahan kan rumah tangga kita. Mas tidak ingin menyia nyiakan kesempatan itu sayang ." Jawab Zafran.
"Alhamdulilah...semoga kami semua kedepannya akan selalu bahagia, mbak shafiah orang baik mas, kamu berhak dan pantas mempertahankan mbak shafiah dari pada aku....aku pun tidak ingin menyakiti hati sesama wanita, apa lagi sebaik mbak shafiah." Gumam Azky dalam hati.
Boleh dong sekarang minta Vote Like dan Komen positif sebanyak-banyaknya 🙏.
No Bully lagi ya.Othor drop 😭🙏
__ADS_1