Dia Maduku

Dia Maduku
Protek


__ADS_3

Suasana di dalam mobil saat ini menegangkan. Kisya kesal dengan sikap Abiyu yang seenaknya saja,di selalu bersikap keras di hadapan semua teman cowoknya,tapi kalau lagi berdua,sikap aslinya kembali muncul. Dingin,kaku,cuek,menyebalkan.


"Kamu tuh ngapain sih? Kamu malu-maluin aku tau gak,nanti kak Radit mikir yang nggak-nggak tentang kita." Ucapnya kesal.


"Biarin aja,memangnya kenapa?" Saut Abiyu yang fokusnya saat ini sedang terbagi degan kemarahan Kisya.


"Abiyu.. Kalau ada orang yang tau tentang pernikahan kita bagaimana?"


"Kalau ada yang tau,berarti kamu yang kasih tau mereka."


"Enak aja,kamu sendiri yang nunjukin sifat cemburu kamu di depan semua orang."


"Cemburu? Aku?" Menujuk hidungnya sendiri dengan jarinya. "Khah.. lucu kamu,aku ini bukan cemburu."


"Terus apa? Kamu selalu bersikap seenaknya aja,kamu selalu larang aku berteman sama cowok,apa lagi kalau bukan cemburu?"


"Buang jauh-jauh pikiran itu Kisya,aku cuma mau kamu menjaga nama baik keluarga."


"Keluarga yang mana? apa kamu sudah menganggap aku bagian dari keluarga mu? atau..kamu sudah menganggap aku sebagai istri mu?"


"Apa?" Abiyu mengernyitkan dahinya, semakin terpojok dengan pertanyaan Kisya,tangannya gemetar memegang kendali stir,sesekali ia melirik spion sebelah kanan untuk memantau kendaraan di belakang,jujur saja ini pertama kali ia mengendari mobil ke jalan raya,dan dia sangat gugup.


Dia terpaksa melakukan ini karna tidak ingin miliknya di sentuh pria lain,hanya saja... dia terlalu gensing untuk mengakuinya,bahkan pada dirinya sendiri pun ia tidak mau mengakui.


Kisya merubah posisi duduknya,ia duduk menyamping dengan melipat satu kaki di atas jok,dan tubuhnya bersandar pada pintu mobil. "Abiyu.." Panggil Kisya dengan melipat kedua tanganya di dada.


"Kenapa?" Sekilas Abiyu melirik,lalu kembali fokus ke depan jalan.


"Jawab aku dengan jujur."


"Hhmm..."


"Kamu suka kan sama aku?"


"Suka?" Cukup terkejut. "Suka dalam arti apa ini?"


"Kamu sebenarnya cinta kan sama aku?" Kisya bertanya dengan penuh kepercayaan diri.


Ha..ha.. ia tertawa terbahak. "Kamu jangan mimpi Kisya,kamu kali yang suka sama aku."


"Iya... aku memang suka sama kamu,kamu udah tau itu dari dulu kan?"


"Dan kamu juga tau,kalau dari dulu,aku gak pernah suka sama kamu."


"Bagus kalau begitu,aku akan menerima ungkapan cinta dari kak Ra..dit." Ucapnya dengan menekankan kata Radit.


"Radit,mengungkapkan perasaannya?" Seketika Abiyu menghentikan laju mobilnya di bahu jalan,sangat dalam ia menginjak pedal Rem hingga terdengar suara decikan yang cukup kuat. "Ckiiit.." "Aby.." Kisya berteriak kaget,ia bahkan hampir jatuh. "Hati-hati dong..gimana sih?"


Dengan deru nafas memburu,ia menatap wajah Kisya. "Tadi kamu bilang apa?"


"Hati-hati."

__ADS_1


"Sebelum itu."


"Yang mana?"


"Sebelum aku injak rem."


"Oh itu.. Aku.. mau..menerima cinta kak Radit.." ia mendekatkan wajahnya pada wajah Abiyu,mata mereka saling menatap satu sama lain,bahkan dari jarak yang sangat dekat.


Marah...itu lah yang tengah Abiyu rasakan saat ini,tanpa aba-aba dengan mudah ia mencium bibir Kisya. "Cup.." Dia melakukannya dengan sangat kasar,Kisya meronta,ia tidak mau di perlakuakan seperti itu,namun perlawanannya di anggap percuma,tenaga Abiyu terlalu kuat.


Semakin lama,ciuman itu semakin lembut,bahkan semakin dalam.Kisya bisa merasaakan kehangatan dari sentuhan tangan Abiyu di tengkuk lehernya,lalu memeluknya dengan sangat erat.


Merasa puas,perlahan ia mulai melepaskan ciumananya,dan masih menatap wajah Kisya dari jarak yang sangat dekat. "Suka atau tidak suka,kamu adalah istri ku Kisya dayana."


"Ada atau tidak ada cinta di antara kita,kamu tetap istri ku." Ucapnya seakan penuh ancaman.


Diam membeku,Kisya sudah tidak mampu berkata apa-apa lagi,ia masih menatap tak percaya dengan apa yang sudah terjadi,dan apa yang sudah ia dengar barusan.


Mencium bibir Kisya adalah salah satu cara menghentikan ocehannya,dan Abiyu berhasil. Sepanjang perjalanan,Kisya diam tanpa membuka suara. Mereka bergelut dengan pemikirannya masing-masing.


Tak terasa mobil yang mereka tumpangi akhirnya sampai di tempat tujuan,Yaitu perpustakaan kota. Abiyu memarkirkan mobil ya di parkiran utama,dekat pintu masuk perpustakaan.


Masih berada di dalam mobil,saat akan keluar,Abiyu melihat Kisya nampak kesulitan membuka setbel nya,lalu ia mendekat dan membantunya.


Tatapan mereka kembali bertemu,spontan kedua tangan Kisya menutup mulutnya,membuat Abiyu menatap heran. "Kenapa di tutup?" Bertanya tanpa merubah posisi.


"Takut di cium lagi."


"Bagus lah,awas kalau di ulangin lagi."


"Jangan harap."


Berhasil melepas Setbel tiba-tiba ponsel milik Abiyu berdering,ia merogoh ponselnya di dalam tas kecil miliknya.tertera nama om Bram di sana. "om Bram? gawat nih.." Batin Abiyu bergumam. Dia lupa kalau tadi dia meninggalkan Bram di Butik Bundanya.


Kisya tau expresi wajah itu. Penasaran,dia pun bertanya. "Siapa?"


"Ini.. om Bram."


"Siapa Bram?"


"Supir pribadi ku."


"Supir pribadi? kamu punya supir pribadi?"


Ponselnya lagi-lagi berdering,memotong percakapan di antara mereka. "aku angkat dulu deh telfonnya"


"Ya udah.." Sementara Abiyu menjawab telfon,Kisya membenahi rambut dan bajunya yang sedikit berantakan.


"Jangan-jangan om Bram marah nih." sedikit ragu,ia menggeser icone berwarna hijau pada layar ponsel,lalu menempelkan ke telinga dan di himpit oleh bahunya.karna tangan nya sibuk memakaikan sepatu. "Assalamualikum." Ucap salam Abiyu setelah sambungan telfon terhubung.


"Waalaikumsalam." Ucap Bram di sebrang sana. "Abiyu.. kamu gimana sih?malah ninggalin om di butik?" Bram langsung bicara pada intinya.

__ADS_1


"Maaf om,tadi aku buru-buru"


"Terus om bagaimana? nunggu di butik? sampai jam berapa coba?"


"Iya om,sebentar lagi aku ke sana."


"Udh kamu gak usah nyamperin,biar om yang nyamperin kamu,tar ada apa-apa di jalan om yang kena hajar ayah mu."


"Ya udah,om ke sini aja,aku di perpustakaan kota."


"Tunggu,jangan ke mana-mana sebelum om datang."


"Iya.."


"Assalamualaikum."


"Waalikumsalam."


Setelah mengakhiri telfon,ia kembali menyimpan ponselnya ke dalam tas.



Bram saat ini sedang duduk berdua dengan Khadijah,banyak hal yang ingin ia bicarakan dengannya,tapi ini bukan waktu yang tepat,saat ini ia sedang terburu-buru untuk menyusul Abiyu.



"Kenapa kamu manggil aku ke sini?" Tanya Khadijah sedikit ketus.



"Kangen.." Jawab Bram singkat.



"Cih.." Khadijah mendesis memutar bola matanya jengah. "Jangan kasih aku harapan palsu mas,kamu cuma nyakitin perasaan aku."



"Maaf aku harus pergi,nanti aku kembali lagi untuk menemui mu,banyak hal yang ingin aku sampaikan."



Berikan apresiasi kalian untuk karya Othor dengan meninggalkan jekak di setiap episodenya.


LIKE


KOMEN


VOTE


GRATIS...

__ADS_1


Karna itu lah penyemangat Author untuk selalu UP dan berkarya 💝🙏😍


__ADS_2