Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 20


__ADS_3

"Kita pergi dari sini,dan biarkan Kisya belajar tanpa ada yang mengganggu. Bukan begitu Kisya?" Kali ini ia berdiri masih menggendong Kayla.


Kisya sangat terkejut mendengarnya. "Abiy...apa-apan sih?" Katanya dengan mengerutkan keningnya,ia baru menyadari ternyata kedatangnnya bukan untuk kembali,justru untuk pergi semakin jauh.


"Kiran cepat." Menoleh ke arah Kiran. "cepat kemas barang-barang kamu dan Kayla."


"I..iya kak." Bergegas ia ke kamar untuk berkemas.


Kisya berusaha mengambil Kayla dari pangkuan Abiyu namun gagal saat Kayla sendiri yang menolaknya. "Gak mau,aku mau sama ayah." Ia melipat tangannya agar sang bunda tidak bisa meraihnya.


"Bunda sendiri Nak,nanti siapa yang temenin bunda?" Kisya berusaha membujuk,namun tetap mendapat penolakan.


"Bunda gak pernah mau aku ajak main."


"Sekarang bunda mau ko,ayo sini nak,jangan tinggalin bunda."


"Nggak,bunda bohong,aku mau ikut ayah aja."


"Kamu dengar? aku tidak melakukan apapun,Kayla sendiri yang nolak tinggal sama kamu."


Hati seorang ibu tetap tak bisa di bohongi,Kisya meneteskan air mata saat mendapat penolakan dari sang anak. "Kamu ko tega sih Biy? kamu tega jauhin aku sama Kayla?"


"Kenapa aku harus gak tega?" Kata Abiyu membetak.


"Ayah,jangan marah-marah sama bunda,kasian bundanya nangis,aku takut ayah." hikss...hikss...


Melihat putrinya menangis ketakutan,Abiyu menahan emosinya,tak lama Kiran datang membawa dua koper. "Ajak Kayla ke mobil,tunggu aku di sana."


"Iya..kak." Abiyu menyerahkan Kayla pada Kiran.


"Ran,jangan Ran,jangan pisahin aku sama anak ku." Memohon.

__ADS_1


"Kak,aku gak mau kalian berpisah,tapi siapa aku? aku cuma pegawai,aku akan patuh dengan apa yang di perintahkan majikan ku."


"Nggak Ran,tolong jangan pergi."


Sudah habis kesabaran. "Kiran,kamu denger gak perintah saya?"


"I..iya kak,kita nunggu di mobil." Kiran pun melangkah pergi bersama Kayla.


"Ran..jangan bawa anak ku.." Kisya terus berteriak berusaha mengejar,namun langkahnya terhalang oleh tangan Abiyu yang memegang kuat tangannya. "Kiraaan..."


"Berhenti berteriak Kisya."


"Lepaskan aku.." Kisya mengibaskan tangan Abiyu dari lengannya. "Kamu jahat,kamu suami jahat Abiyu..." Ia terus berteriak sambil mendorong tubuh Abiyu sampai menyentuh dinding pembatas.


"Siapa yang jahat..?" Suara Abiyu tak kalah membentak. "Aku atau kamu Kisya? siapa yang menjauh? Aku atau kamu?"


Kisya masih menangis terisak menundukan pandangannya ke bawah memanggil nama anaknya. "Kaylaa.." Hikss..hikss..


"Apa sih susahnya Sya..? Aku juga pernah kuliah,bahkan aku kuliah sambil kerja,kamu tau itu kan?" Kisya melihat mata Abiyu memerah menahan emosi.


"Aku sibuk dengan skripsi,aku sibuk dengan bekerja,tapi aku masih ingat sama kalian. Harus aku sebutin semuanya?"


Kisya menggelengkan kepalanya. "Nggak Abiy.."


"Kamu lupa dengan pengorbanan ku? aku membatalkan gelar master ku di Sidney demi kamu,demi memenuhi keinginan mu."


"Apa dulu kamu bilang?" Ia masih menatap tajam wajah Kisya. "Abiy... Kamu kerja dong,jangan ngandelin harta orangtua kamu,aku mau uang hasil keringat kamu. Begitu?"


Abiyu melepaskan cengkramannya,lalu melangkah mundur. "Dan sekarang aku sudah membuktikan semua sama kamu Kisya,aku bisa berdiri tanpa embel-embel orangtua aku yang kaya.Bahkan sampai saat ini,aku membiayai kuliah mu dengan hasil keringat ku sendiri."


"Lalu apa mau kamu? kamu mau aku berhenti kuliah?" Kisya membuka suara dengan nada membentak. "Kamu mau aku berkorban juga seperti kamu berkorban untuk ku dulu?"

__ADS_1


"Bilang aja kamu gak mau aku kuliah." Kisya kembali memukul dada Abiyu. "Bilang aja kalau kamu mau aku menjadi wanita tidak berpendidikan,bilang aja kamu gak mau biayain aku."


Kisya terus bicara tanpa henti,ia terus memukul Abiyu sampai ia sendiri yang merasa lelah karna terus menangis. "Kamu gak ngerti apa mau ku Abiyu." Hikss... hiksss


Abiyu menahan kedua tangan Kisya,lalu menghempaskannya. "Aku memang tidak mengerti,aku tidak mengerti dengan jalan pikiran mu Kisya,mungkin memang lebih baik kita berpisah untuk sementara,kita saling introspeksi kekurangan pada diri kita masing-masing."


Kisya menatap tak percaya dengan apa yang di katakan Abiyu. "Maksud kamu apa Abiy? kamu menceraikan aku?"


"Nggak Kisya,aku belum terfikir sampai situ,tapi tidak menutup kemungkinan kalau kamu terus seperti ini,mungkin hal yang paling di benci itu akan terjadi.


"Abiy...."


"Aku akan tinggal di rumah bunda,kalau kamu punya waktu bertemu Kayla,datang lah ke sana,aku tidak akan melarang."


"Kamu jahat Abiyu,kamu jahaat.."


Sudah tidak perduli,Abiyu pun pergi meninggalkan Kisya sendiri dengan emosinya. "Semoga kamu bahagia Kisya,semoga kamu bahagia dengan kebebasan yang aku berikan."




Ayo dong..mana nih dukungannya..?Kasian Abiyu nangis terus..😭😭



LIKE


KOMEN


VOTE

__ADS_1


Bunganya jangan lupa ya..?😁😁✌🙏🙏


__ADS_2