Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 32


__ADS_3

Setelah mereka malakukan pelepasan untuk yang kesekian kalinya,


Zahfran yang merasa lelah akhirnya hanya bisa berbaring di samping Azky.ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sama-sama polos tanpa busana.Setelah mencium puncak rambut Azky,merekapun tertidur lelap.


Seperti biasa,Shafiah tidak pernah tertinggal shalat tahajud,namun shalat tahajud malam ini rasanya sungguh berbeda dengan malam-malam sebelumnya,ia menumpahkan semua isi hatinya di dalam sujud terahirnya bersusah payah menahan air mata yang memaksanya untuk jatuh.



Subuh ini Zahfran bangun lebih dulu dari Azky,ia menunaikan shalat subuh sendiri dan membiarkan Azky istirahat lebih lama.



Karna waktu shalat subuh sudah mau habis,ia segera membangunkan Azky untuk membersihkan diri lalu menunaikan shalat subuh. "Sayang..bangun lah,udah mau siang looh..kamu belum shalat subuh." ucapnya sambil menepuk-nepuk bahu sang istri



Azku pun menggiliat membuka matanya perlahan.melihat wajah Zahfran yag sangat dekat dengan wajahnya,membuat Azky tersenyum penuh kebahagiaan. "mas sudah shalat subuh?" Tanyanya sambil mengucek matanya.



"Sudah.ayo cepat kamu mandi,habis itu shalat." Zahfran beranjak dari tempat tidur menyalakan lampu utama,lalu mematikan lampu tidur yang terletak di atas nakas.



Saat akan beranjak dari tempat tidur,Azky merintih kesakitan. "Aaw..sstt.." dengan suara pelannya ia menahan rasa sakit di area kewanitaannya.



"Kenapa?" Zahfran menghampiri Azky yang masih duduk di pinggiran tempat tidur ia mencoba menyembunyikan rasa sakitnya.



"Ga apa-apa mas." Azky mengangkat tangannya agar Zahfran tidak kendekat,karna takut akan ketahuan kalai ia sedang menahan sakit di pangkal pahanya. "kamu keluar dulu,aku mau mandi."



Zahfran tersenyum sambil menatap Azky yang menolak uluran tangannya. "Ko malah senyum-senyum sih mas?" Wajah azky berubah merah padam menahan malu.



"Kamu fikir mas gak tau."



Dalam hitungan persekian detik Zahfran langsung mengangkat tubuh Azky. "eehh...mau ngapain mas?"



"Udah diem." Ia menggendong tubuh Azky dan membawanya ke dalam kamar mandi sambil tersenyum.



Senyum Zahfran membuat Azky semakin malu. Ia menelusupkan wajanya ke atas bahu Zahfran berusaha menyembunyikan rasa malunya.



Saat Zahfran sedang membuat sarapan untuk istri keduanya,sangking asiknya,ia tidak menyadari ada pesan masuk dari adiknya Adlan.


"Kak,mobil ku mogok,sekarang sedang di bengkel,kebetulan aku dekat apartemen mu,aku mau ikut istirahat ya." pesan yang Adlan kirim untuk Zahfran yang belum sempat ia buka.


Bahkan ia sampai tidak menyadari kalau Adlan sudah berada di depan unit nya sedang menekan layar tombol kunci. "Jglek..pintu apartemen pun terbuka.


Saat akan masuk,Adlan melihat ada sepatu dan sandal perempuan.Adlan menatap heran. "Jangan-jangan kak Zahfran sama mba Shafiah lagi di sini."


Karna penasaran Adlan langsung masuk dan memanggil kakaknya. "Kak,,,Kak Zahfran.."

__ADS_1


Suara Adlan terdengar samar oleh Zahfran. "Kayak ada yang manggil." Zahfran menghentikan sejenak aktifitasnya. Lalu berjalan ke arah sumber suara.


Zahfran di kejutkan oleh kehadiran Adlan yang tiba-tiba berada di dalam apartemennya. "Adlan..? kamu..ngapain..?" Ucapnya terbata.


"Ko ngapain,gak baca pesan ku apa kak?" Ucapnya sambil berjalan menuju kulkas hendak mengambil air minum.


"Aku gak pegang handphon." Zahfran terus menatap ke arah pintu kamarnya,ia khawatir kalau nanti tiba-tiba Azky akan keluar dari kamar itu,dan Adlan akan mengetahui semuanya.


Dan benar saja ketakutan Zahfran menjadi kenyataan. Azky keluar dari kamarnya dan masih mengenakan handuk yang hanya menutupi sebagian tubuhnya,dengan rambut basah yang terurai. "Mas..kemana aja sih aku pang..gil.." tubuh Azky membeku saat melihat Adlan berdiri tegap di hadapannya.


Raut wajah Adlan seketika berubah merah padam tangannya mengepal kuat,rahangnya mengeras menahan amarah yang begitu bergejolak.


Melihat kondisinya saat ini,Tanpa bertanya pun Adlan sudah dapat mengambil kesimpulan kalau kakaknya sedang berselingkuh.


Semua sejenak terdiam,hingga Adlan lah yang memulai membuka suara. "Ada apa dengan kalian?" Tanya Adlan dengan sorot mata tajam menatap Azky yang berdiri tepat di hadapannya dengan tubuh yang gemetar ketakutan.


Zahfran menarik tangan Azky membawanya masuk ke dalam kamar,namum baru saja melangkah, Adlan menghentikan langkah Azky dengan menarik tangan kirinya. "Jelaskan pada ku apa yang terjadi dengan kalian..." Teriakan Adlan mampu mengisi setiap sudut ruangan.


"Lepas.." suara Zahfran tak kalah kencangnya dengan Adlan,ia tidak terima Adlan menyentuh wanitanya.


"Aku tidak akan melepaskannya."


Zahfran sudah tidak bisa mengontrol lagi emosinya saat Adlan tak ingin melepaskan tangan Azky. lalu "Bugh..Zahfran melayangkan pukulan tepat di perut Adlan.hingga ia tersungkur di bawah lantai.


"Mas,hentikan. Hikss..hikss.." Sambil menangis Azky memegang tangan Zahfran yang sudah mengepal akan kembali meninju Adlan.


"Masuk,pakai baju mu." Titah Zahfran pada Azky.


"Ya mas,aku masuk,tapi jangan memukul adik mu mas."


"Dia sudah kurang ajar Azky." Mata Zahfran tak hentinya menatap tajam pada Adaln.


"Dia tidak tau apa-apa mas. hiks..hiks..hentikan perkelahian ini."


"Apa yang aku tidak tau? apa yang aku tidak tau Azky..katakan." Adlan kembali berteriak.


"Azky cepat masuk." Mengikuti perintah suami,ia pun masuk ke dalam kamarnya.


"Jangan membuat ku marah,diam dan dengarkan."


"Tidak kak,kamu berselingkuh dengan Azky."


"Adlan dengarkan aku."


"Kamu menghianati istri mu kak."


"Adlan dengarkan aku..." Zahfran kembali bertriak karna Adlan tidak mau mendengarkan penjelasannya.


"Apa yang harus aku dengar dari mu kak..? kalian...kalian keterlaluan,dia pengasih Abiyu,dan kamu selingkuh dengannya? bahkan kamu tidur dengannya?" matanya berkeliling menatap setiap sudut ruangan seolah tah percaya.


"Azky istri ku,"


"Apa?" Adlan mengeryitkan dahinya. "lelucon macam apa ini? kamu takut aku merebutnya sampai-sampai kamu bilang kalau dia istrimu?" Ucapnya dengan senyum menyeringai.


"Aku tidak sedang melucu Adlan. Azky istri ku."


Adlan melangkah mundur saat Zahfran menegaskannya sekali lagi kalau Azky adalah istrinya.


"Aku akan beritahu Shafiah,kalau kamu sudah menghianatinya kak.


"Shafiah sudah mengetahuinya."


"Itu tidak mungkin kak." Adlan menggelengkan kepalanya tak percaya.


"Shafiah sendiri yang menikahkan kita."

__ADS_1


" aku tidak ingin terbawa dengan kegilaan mu kak,aku akan pergi ke rumah mu dan memberitahu Shafiah kalau kamu memiliki selingkuhan."


"Kalau kau tidak percaya,sana,pergilah,beritahu Shafiah,dan tanyakan padanya."


Tanpa berkata Adlan pun langsung pergi dari apartemen menuju rumah Zahfran menggunakan taksi.




Setibanya di kediaman Zahfran,Adlan langsung masuk ke dalam guna mencari keberadaan Shafiah.



Setelah berkeliling,Adaln tidak juga menemukannya. Saat akan naik ke lantai atas,ia bertemu Eli dan bertanya padanya. "Kemana Shafiah?"



"nyonya Shafiah.."



Belum selesai mengucapkan,tiba-tiba Shafiah muncul dari belakang Adlan.



"Adlan? kenapa?" Shafiah menatap heran dengan kehadiran Adlan yang tiba-tiba datang dengan nafas terengah-engah.



"Mba,suami mu berselingkuh."



"Selingkuh?" "***Jangan-jangan Adlan..tidak....tidak mungkin*** ***dia tau***."



~


~


~


~


"Kamu tidak bahagia Shafiah."


"minta padanya untuk bercerai.atau minta Zahfran menceraikan wanita itu."


"kamu berhak mendapat kebahagiaan dengan pria lain."



Mau di bikin cerai sama siapa nih?


Shafiah kah?


Azky kah?



Berikan jempol dan komentar kalian ya.


__ADS_1


Respon para reader adalah penyemangat Author 🤗🤗😘


__ADS_2