Dia Maduku

Dia Maduku
Abiyu Kisya part 10


__ADS_3

Siang hari di bibir pantai,Kayla dan Kiran bermain air,berlari riang kesana kemari,sedang Kisya dan Abiyu duduk berdua menikmati es kelapa,dan memandangi keceriaan putrinya dan Kiran dari kejauhan.


Kisya menyandarkan tubuhnya pada bahu sang suami. "Aku seneng deh lihat anak kita bisa sebahagi ini Biy.." Kata Kisya sambil menatap ke depan,dan kelapa segar di tangannya. "Seruput..."


"Iya,aku juga bahagia bisa terus sama kamu,sama anak kita" Ia mengusap bahu sang istri,lalu mengecup puncak rambutnya mesra.


Asik berbincang,mereka tertawa kecil,bahkan Kisya tertawa terbahak saat Abiyu menceritakan masa lalunya,yang ternyata pernah ngompol di sekolah. ha..ha..ha.. "Ya ampun Abiyu,ternyata kamu tidak sempurna yang cewek-cewek kira ya. Kisya bersidekap di depan suaminya.


"Yang penting mereka gak tau."


"Iya,iya. Termasuk aku." Kisya kembali menyandarkan tubuhnya di atas bahu Abiyu. "Kalau dulu aku tau kamu pernah ngompol,mungkin saat itu juga aku langsung berhenti suka sama kamu."


"Gak mungkin,biarpun aku ngompol beberapa kali,kamu pasti tetep suka sama aku. Ya kan?" Lanjut Abiyu dengan PD nya.


"Yee..." Kisya mencubit pinggang suaminya.


"Loh..iya kan? Buktinya,sampai aku sekolah ke Sidney aja kamu masih nunggu aku kan?"


"Bukan nunggu Abiy,emang kebetulan aja kita di pertemukan lagi."


"Udah itu,baru ketemu langsung maem cium-cium aja,di depan banyak orang lagi." Ia menggelengkan kepalanya.


"Habis dulu kamu itu menggemaskan,aku selalu seneng kalau berhasil buat kamu malu di depan banyak orang." ha.. ha.. ha.


"Kkhhmm.... Jail banget sih,awas ya,nanti malem aku jailin,baru tau rasa."


"Gak takut."


Abiyu mengangkat dagu Kisya lalu men*ium bibirnya cukup lama. Panggilan telfon dari ponsel Kisya berdering,sehingga mereka harus menghentikan sejenak aktifitasnya.


"Sebentar ya Biy." Ia meraih ponsel di atas meja,kembali bersadar di bahu Abiyu. Mata Kisya membulat sempurna saat melihat no yang menghubunginya. "Dia lagi?" Berusaha menutupi dari sang suami,Abiyu terlanjur melihat no si penelfon.


"No itu lagi Yank?" Kata Abiyu mengernyit.


Kisya mengangguk ragu.


"Belum kamu blokir?"


Kisya menggelengkan kepalanya.


Abiyu meraih ponsel sang istri,tanpa meminta persetujuannya,ia langsung memblokir no itu


"Nih.. Tinggal blokir aja ko susah sih?" Abiyu mendengus kesal.


"Maaf Abiy,maaf. Semalem aku lupa."


"Kebiasaan,senjatanya minta maaf." Saut Abiy mencubit pangkal hidung sang istri.


Kisya tersenyum lalu mencium singkat bibir Suaminya. "Cup."


"Udah ah jangan marah-marah,makan yuk? laper nih."


"Ayo."


Mereka bangkit dari duduknya. "Kay... Makan siang yuk.." Teriak Kisya dari kejauhan.

__ADS_1


Kayla pun menoleh. "Iya bunda." Sautnya sambil berlari menghampiri sang Bunda.


Pergi bersama menuju salah satu Resot di dekat Villa,Abiyu memesan beberapa makanan untuk makan siang,sesekali mereka bercanda dengan Kayla,sesekali mereka berbincang serius.


"Ijazah kamu udah di ambil Ran?" Tanya Abiyu yang kebetulan mereka sedang membahas masalah sekolah dan masa lalu Kiran yang cukup mengharukan.


"Belum kak,uangnya belum cukup."


"Gajian kemarin?" Tanyanya lagi.


"Belum cukup kak,soalnya gajian kemaren buat berobat ibu."


"Ibu kamu sakit?" Timpal Kisya penasaran.


Kiran mengangguk.


"Sakit apa?"


"Gula sama darah tinggi kak."


"Oh..semoga cepet sembuh ya."


"Iya kak,terimakasih."


Tak lama pelayan pun datang membawa berbagai makanan special yang di hidangkan. "Akhirnya,dateng juga. Agak lama ya pak nunggunya."


"Iya bu maaf,kebetulan kokinya berkurang satu."


"Hhmm...." Saut Kisya tanpa berkata.


"Kayla mau apa nak?" Tanya Kisya.


"Aku mau sate bun,tapi sate aja,gak sama nasi." Pintanya.


"Sama nasi dong,biar kenyang."


"Kalau sama nasi aku gak mau makan." Kayla merajuk,melipat kedua tangannya di dada,lalu mengerucutkan mulutnya.


"Udah lah Yank,kasih aja." Timpal Abiyu.


"Hhmm.. ngeyel ya." Mau gak mau,Kisya membiarkan putrinya makan sate tanpa nasi,ia makan sangat lahap,10 tusuk yang di berikan sang bunda masih belum cukup.


"Aku mau lagi bunda.."


"Lagi..?"


"Iya."


Kisya memberikan lima tusuk lagi ke atas piring milik Kayla. "Pelan-pelan makannya ya."


Baru menghabiskan dua tusuk,tiba-tiba Kayla kesulitan bernafas. "Kayla..." Kiran menangkap tubuh Kayla yang hampir jatuh ke lantai.


Kisya dan Abiyu langsung berdiri "A..a..ayah.." Suara Kayla sangat sulit terucap,ia memegang erat tangan Kiran,mencakar sangat kuat,memaksa untuk bernafas,namun usahanya gagal,dan akhirnya Abiyu membawa Kayla ke rumahsakit terdekat dengan menggunakan Ambulance.


"Kayla..." Kisya ada di dalam mobil Ambulance bersama dengan Kiran,sedang Abiyu membawa mobil sendiri mengukuti Ambulane dari belakang.

__ADS_1


"Tenang mba,Kayla pasti baik-baik saja." Ucap Kiran seraya menenangkan,walaupun dia sendiri merasa takut dan khawatir.


Para petugas di dalam Ambulance sedang melakukan pertolongan pertama,sebelum sampai ke Rumahsakit.


Abiyu terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,30 menit menempuh perjalanan akhirnya ia pun sampai di rumah sakit terdekat.


Selama Kayla dalam penanganan dokter,Abiyu dan Kisya menunggu di ruang tunggu dengan perasaan cemas,sekaligus bingung. "Ada apa dengan putri kita Biy?" Ia menangis dalm pelukan Abiyu.


"Kita akan mengetahui penyebabnya sayang,kita tunggu dulu dokter ya."


Hikss...hikss..


Bukan hanya Kisya,Kiran yang baru sebentar saja menjadi pengasuhnya Kayla,merasa sedih dan khawatir.


Cukup lama,kurang dari tiga puluh menit,Dokter yang menangani Kayla keluar dari ruang tindakan. Abiyu langsung berdiri,lalu menghampiri dokter itu. "Bagaimana keadaan putri saya Dok..? Tanya Abiyu sangat cemas.


"Putri anda baik-baik saja,saya sudah memberikan obat penawarnya." Saut Dokter itu dengan tenang.


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan putri saya Dokter?"


"Putri anda memiliki alergi. Dan ia alergi terhadap kacang-kacangan."


"Alergi? ko bisa dok? sebelumnya dia makan apa aja bisa ko,lagian...ini bukan kali pertama dia makan sate."


"Iya Pak,itu karna sistem imun putri bapak kurang bagus,dan bisa jadi faktor keturunan." Panjang lebar Dokter itu menjelaskan.


Abiyu dan Kisya terus menyimak penjelasan Dokter itu dengan sangat jelas. "Dan mulai dari sekarang,tolong lebih di perhatikan lagi makanannya.


"Baik Dok,saya paham." Saut Abiyu.


Kayla sudah melewati masa kritisnya,dan sudah di pindahkan juga di ruang rawat inap berkelas VIP. "Kay.. Gimana? udah enak nafasnya?" Tanya Kisya sambil membawa Kayla ke atas pangkuannya.


Kayla mengangguk walau dengan nafas yang masih pendek. Ia menggunakan oksigen untuk membantu bernafas.


"Ka...k Ki..ran.." Lirih Kayla.



Mohon maaf lahir batin ya Reader 🙏🙏🙏



Boleh kali jempolnya di tekan.🤗🤗


LIKE


KOMEN


VOTE


Jangan lupa bunganya di tebar luas ya setaman


😁😁


💋🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2