
Zahfran terpaksa memeluk sambil mendorong tubuh Shafiah untuk masuk ke dalam kamar dan menguncinya dari dalam.
"Mas..lepasin aku.." Shafiah berusaha keras agar terlepas dari pelukannya.
"Ok..ok..mas lepasin tapi tolong jangan menghindari mas lagi. Ok?"
Nafas Shafiah terengah-engah karna terus berusaha melepaskan diri dari pelukan suaminya.
Zahfran mulai melonggarkan pelukannya dan melangkah mundur,nafas Shafiah pun masih memburu. "Jangan marah lagi sayang,mas mohon."
Shafiah mulai mengatur nafasnya teratur lalu kembali duduk di atas sofa,kembali ia fokus ke layar Laptopnya,tidak perduli dengan apa yang suaminya lakukan di dalam kamar.
Zahfran memposisikan duduknya di samping sang istri sambil memegang tangannya erat. "Bicaralah sayang,jangan diam seperti ini."
Sekalipun Zahfran meraih dagunya,Shafiah tetap membuang muka ke lain arah. "Sayang..." Ucapnya terdengar sangat lirih.
"Aku sedang bekerja mas,kalau kamu mau berada di dalam kamar,jangan ganggu aku."
"Memangnya apa yang kamu kerjakan?" Tanya Zahfran sambil melirik Laptop sang istri.
"Aku masih mendesain gaun milik keluarga tuan Willy."
"Dia lagi? Yang tadi siang bersikap kurang ajar pada mu?"
"Itu bukan tuan Willy,itu putra tunggalnya."
"Anaknya saja kurang ajar seperti itu,apa lagi ayahnya sayang?"
"Mas sudah ya,biarkan aku konsentrasi bekerja."
"Tapi tadi kan anaknya bilang dia akan membatalkan pesanan dari butik mu."
"Tidak... Tuan Willy tadi menghubungi ku,dia meminta maaf atas insiden tadi siang,dan nanti tuan Willy tidak akan mengutus putranya lagi untuk bertemu."
Zahfran terdiam tak mampu berkata,tapi terserah lah,yang penting saat ini dia sudah berhasil merebut kembali kepercayaan Shafiah,itu lah tujuan utamanya. Beberapa kali Zahfran mencium pipi sang istri.
"Hentikan mas.." Shafiah menjauhkan wajahnya dari wajah suaminya.
Tak lama setelah itu ponsel milik Shafiah berdering. "Kriing..kriing.."
Zahfran dan Shafiah melirik ponsel itu di atas meja,tertera nama putra ku di dalam layar ponsel Shafiah. "Abiyu VC sayang,biar aku yang angkat ya."
"Aku aja mas." kata Shafiah lalu ia menggeser icone hijau pada ponselnya. "Hai...Assalamualikum nak." Ucap salam Shafiah sambil melambaikan tangannya di depan kamera.
"Waalaikumsalam.. Bunda lagi apa?"
"Bunda lagi desain baju sayang."
"Banyak pesanan?" Tanya Abiyu.
"Alhamdulillah.."
Abiyu masih merasa kesal pada Ayahnya,tapi apa boleh buat,seorang anak pasti juga merindukan ayahnya,"Ayah di mana bun?" Tanya Abiyu sedikit ragu.
"Ayah di sini nak.." Ucap Zahfran sambil merebut ponselnya ia memberikan senyum terbaik untuk putranya,walaupun Abiyu masih gengsi untuk melempar senyum pada ayahnya.
"Bagaimana kabar kamu nak?" Tanya Zahfran.
"Baik ayah." Ucapnya datar.
__ADS_1
"Sekolah bagaimana?"
Abiyu mengangguk. "Lancar.." Ia melirik wajah Shafiah,masih nampak rasa kesal dari raut wajahnya. "Bunda...kenapa?" Tanya Abiyu penasaran.
Zahfran menoleh ke belakang menatap wajah Shafiah. "Sayang..bersikap biasalah di depan Abiyu,jangan tunjukan wajah sedih." Pinta Zahfran berusaha menutupi semuanya.
Shafiah berusaha untuk tersenyum di depan putranya. "Bunda gak apa-apa ko sayang." Ucapnya sambil tersenyum.
Tidak ingin membuang kesempatan,Zahfran memeluk Shafiah dari samping lalu menghujani Shafiah ciuman berkali-kali di pipinya,sang pemilik tidak bisa berbuat apa-apa karna saat ini putranya sedang melihat mereka. Shafiah pun memberikan senyum terpaksa di depan Abiyu.
"Aku fikir bunda di buat sedih lagi sama ayah." kata Abiyu.
"Gak ko sayang.." Zahfran terus memeluk Shafiah dari samping.
"Bunda..sekolah ku bulan depan sudah beres,aku mau lanjut sekolah di jakarta aja bun."
"Memangnya kenapa?"
"Aku mau tinggal di jakarta lagi bun,bunda sama ayah banyak menghabiskan waktu di Jakarta,aku juga mau tinggal di sana dengan kalian."
Seketika air mata Shafiah menetes di hadapan Abiyu. "Bunda ko nangis?"
"Maafin bunda sayang,bunda gak bisa jadi orangtua yang baik buat kamu,bunda sudah menelantarkan kamu nak. Maaf.." Air mata Shafiah semakin deras mengalir.
"Bunda.. jangan nangis bun,Abiyu paham ko kenapa bunda banyak menghabiskan waktu di sana. Bukan maksud Abiyu mengeluh juga." Ucap Abiyu berusaha meredakan tangis Shafiah.
Zahfran melihat Shafiah menangis langsung membawa ia ke dalam pelukannya. "Maafkan mas sayang,membuat kamu dan Abiyu hidup terpisah. Maafkan mas." Zahfran semakin mengeratkan pelukannya.
Setelah beberapa saat,Perlaha Zahfran melepaskan pelukannya lalu menyeka air mata yang membasahi pipi sang istri.
Melihat sikap romantis Ayahnya pada Bundanya,membuat Abiyu tersenyum penuh kebahagiaan. "Abiyu gak sabar mau bertemu kalian."
"Baik bun." Saut Abiyu dengan senyum penuh kebahagiaan.
"Ya sudah,kamu tidur ya,sudah malam."
Abiyu mengangguk. "Baik bunda. Assalamualikum."
"Waalikumsalam." Saut Zahfran da Shafiah bersamaan.
Zahfran kembali menangkup kedua pipi Shafiah dengan tangannya. "Jangan nagis lagi ya sayang,maafkan sikap aku selama ini."
"Jangan di ulangi lagi mas." pinta Shafiah dengan suara yang sangat lirih.
"Mas janji sayang,dan jangan pernah mengatakan cerai lagi. ya?"
Shafiah mengangguk. "Baiklah."
Kebahagiaan Zahfran saat ini tidak bisa di ukir lagi dengan kata-kata,ia kembali mendapatkan hati istri tercinta,dan Abiyu sudah memberikan respon baik padanya.
Satu minggu berlalu.
Sesuai janjinya dengan Abiyu,usai menyelesaikan Desain milik tuan Willy,Shafiah dan Zahfran kembali ke sidney untuk mengurus perpindahan sekolah Abiyu ke Jakarta.
__ADS_1
Tapi tidak dengan pak Herlambang. Ia masih menetap di Surabaya karna pekerjaan Zahfran yang belum selesai,maka pak Herlambang lah yang menggantikan proyek putranya yang belum selesai.
Pak Herlambang tidak pernah merasa kesepian tinggal di Surabaya karna saat ini ia sudah mulai akrab dengan cucu kembarnya,Ia sering mengajak cucu kembarnya jalan-jalan,belanja mainan,masih banyak hal yang sering mereka lakukan bersama,tentunya atas izin dari Azky.
Perasaannya saat ini lebih tenang,ia sudah tidak ingin lagi mencampuri urusan keluarga anak-anaknya,kesalahan ia dulu,cukup menjadi pelajaran untuknya saat ini.
Kediaman Malique.
Setiap ia pulang kerja lebih awal,pak Herlambang selalu memanfaatkan waktu bersama cucu-cucunya seperti saat ini,ia datang ke rumah Dewi untuk menemui cucu kembarnya.
"Tok..tok.. Assalamualikum." Ucap salam pak Herlambang di depan pintu rumah Dewi.
"Waalaikumsalam... tunggu sebentar." Saut Dewi dari dalam,ia berlari kecil menuju pintu utama.
"Jglek... Pak Herlambang.. Masuk pak" Titah Dewi sambil membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
Pak Herlambang pun masuk ke dalam lalu duduk di sofa ruang tamu. "Di mana cucu-cucuku?" Tanya pak Helambang setelah duduk.
"Ada di dalam,mau saya panggilkan?"
"Iya..saya mau ajak mereka main di mall." Saut pak Herlambang dengan senyum.
"Tunggu sebentar ya pak,saya panggilkan mereka dulu."
"Baiklah."
Sementara Dewi memanggil si kembar,pak Herlambang mendapat panggilan telfon dari seseorang.ia meraih ponselnya di dalam jas. "Frans..? Tumben." Ucapnya sambil menggeser icone berwarna hijau.
"Hallo mas.." Ucap Frans di sebrang sana.
"Iya..ada apa Frans?" Tanya pak Herlambang.
Tak lama setelah itu Aisyah dan Asiyah berlari menghampiri pak Herlambang sambil berteriak. "Kakek...kakek..."
"Mas,suara siapa itu?" Tanya Frans terheran.
"Itu suara cucuku Frans,cucu kembar ku." Saut pak Herlambang dengan sangat bangganya.
"Cucu?"
"Iya,cucu ku,dari mantan istri ke dua Zahfran."
"Maksud mu Azky? Azky punya anak dengan Zahfran?"
Author minta tanda cinta kalian dong...
Jangan lupa selalu tinggalkan like Vote dan komen setelah membaca ya,biar Author tambah semangat. 🙏🙏😘😘
__ADS_1
Jangan lupa untuk Follow juga ya.🙏