Dia Maduku

Dia Maduku
Bab 98


__ADS_3

Razia?


Terbayang gak sih? Saat malam pertama pernikahannya,mereka harus terjaring razia oleh polisi yang sedang berjaga malam.


Terlebih lagi mereka tidak bisa menunjukan bukti SIM,STNK,KTP yang di minta,bahkan polisi itu mengganggap bahwa mereka sedang berbuat mesum di dalam mobil.


Bantahan yang di berikanpun percuma kalau tanpa bukti,pasalnya semua identitas termasuk buku nikah ada di dalam tas yang ia serehkan pada bu Andini sebelum ia masuk ke pelaminan.


Terpaksa malam ini bukannya menikmati malam pertama di dalam kamar yang sudah di hiasi dengan bunga,dan wewangian,mereka malah harus menghabiskan malam pengantin di kantor polisi sampai ada pihak keluarga yang menjemputnya.


Setelah lebih dari dua jam mereka menunggu,akhirnya Frans datang membawa semua bukti yang di minta,termasuk buku nikah untuk membuktikan kalau mereka betul-betul pasangan suami istri.


Setelah memberikan semua bukti,barulah polisi mengizinkan mereka pulang. "Terimakasi loh pak,sudah merusak malam pertama saya." Ucap Fatih dengan sorot mata tajam pada polisi yang duduk di kursi kejanya.


"He..he..maaf pak,salah anda sendiri,melanggar rambu lalu lintas,tidak membawa identitas,sudah itu saya lihat kalian sedang....."


"Sedang apa?" Mendengus kesal.


Polisi itu menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal. "Sedang.. berci*man." Suaranya pelan namun masih terdengar jelas oleh mereka.


Azky yang merasa malu dengan apa yang di katakan pak polisi itu,ia membuang wajahnya menatap ke belakang punggung Fatih. "Kamu sih mas,ada-ada aja." Ucapnya di dekat telinga Fatih.


Frans hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya atas kekonyolan putranya malam ini. "Fatih..fatih.. Ayo kita pulang." Ajak Frans langsung melangkah keluar dari kantor,di ikuti oleh Fatih dan Azky dari belakang.


"Harusnya sekarang papah sudah ada di alam mimpi,ini malah di kantor polisi." Frans menghentikan langkahnya di depan mobil.


"Maaf ya pah." Azky merasa tak enak karna ulah suaminya.


"Gak apa-apa nak,papah bukan marah sama kamu,memang ini,suami kamu itu suka bikin ulah."


Si pembuat masalah malah cengengesan sambil memeluk istrinya dari samping.


"Ya sudah,papah pulang ya,kalian juga pulang, langsung istirahat,jangan berhenti di bahu jalan lagi,kalau sampai ada apa-apa,papah gak mau bantu." Peringatan untuk putranya,Lalu ia masuk ke dalam mobil.


"Papah pulang ya nak. Assalamualikum."


"Waalaikumsalam." Saut mereka brsamaan.


Satu masalah teratasi,Pengantin baru yang terjaring razia itu pun akhirmya pulang ke apartemen.


Waktu menunjukan pukul 02.00. Fatih yang tak ingin kehabisan waktu malam pengantinnya,bergegas pulang melajukan mobil dengan kecepatan tinggi,membelah keramain kota Jakarta menuju apartemen.


Tidak membutuhkan waktu lama,tepat pukul 02.30 mereka tiba di apartemen,Azky masuk ke dalam unit begitu Fatih membukakan pintu. "kamu buat aku malu tau di depan polisi tadi,coba kalau tadi kita gak berhenti di bahu jalan,kejadian memalukan tadi gak akan terjadi." Melangkah masuk dan langsung menaiki anak tangga menuju kamar mereka yang terletak di lantai atas.


Fatih yang mengekor dari belakang mempercepat langkahnya agar sejajar dengan langkah kaki sang istri. "Jangan marah dong sayang." Menarik tangan Azky hingga langkahnya terhenti.


"Apa lagi yang akan dia lakukan?" Batin Azky bergumam saat kedua tangan Fatih menangkup pipinya,lalu memberikan ci*man singkat di bibir mungil itu. "Aku mencintai mu."


Si pemilik bibir mungil itu hanya bisa tersenyum tersipu malu sambil menundukan wajahnya. "Boleh kalau mas meminta hak mas malam ini?"


Siap tidak siap,Azky harus siap memberikan hak yang Fatih minta darinya.


Respon yang bagus,saat Azky menganggukan kepalanya dengan raut wajah berubah merah padam.


Menunggu apa lagi? Fatih kembali menyerang bibir itu dengan penuh kelembutan,penuh cinta dan hasrat.


Rasanya manis,bahkan lebih manis dari madu,ia menggendong tubuh pengantinnya ke dalam kamar tanpa melepaskan cengkramannya,hingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi.



Kediaman Zahfran.



Pagi ini Zahfran memutuskan untuk tidak masuk kerja.kenapa?


Mungkin karna kecapean,atau karna ingin menghabiskan waktu dengan putri kembarnya? karna kebetulan setelah malam pernikahan uminya,si kembar menginap di rumah Zahfran karna mereka terus merengek ingin tidur dengan kakaknya Abiyu.

__ADS_1



Bahkan saat bagun tidur pun mereka masih mencari keberadaan kakaknya. "Bunda...di mana kakak?" Tanya si kembar sambil menarik-narik baju Shafiah yang saat ini sedang memasak di dapur.



Ya.. panggilan si kembar pada Shafiah sekarang bukan lagi tante,tapi bunda.



"Kakak sekolah nak." Shafiah menghentikan sejenak aktifitasnya.



"Kapan pulangnya bunda?" mereka mendongakan kepalanya menatap wajah bundanya.



"Nanti siang nak,sekarang Aisyah sama Asiyah mandi dulu sama bibi ya,bunda mau masak dulu."



"Tapi nanti kakak pulang kan bunda?"



"iya,kakak nanti pulang."



Zahfran yang baru saja turun dari kamarnya,langsung menghampiri sang istri yang sedang mendapat serangan dari putri kembarnya. "Bi..ajak anak-anak mandi ya,bundanya lagi masak dulu." kebetulan pengasuh si kembar juga baru datang.



"Baik tuan." Penuh dengan rayuan,akhirnya si kembar mau mandi bersama pengasuhnya.




"Makanan kesukaan kamu sama anak-anak." jawab Shafiah tanpa menghentikan aktifitasnya.



"Nanti sore kamu gak usah masak ya,kita dinner berdua."



"Anak-anak?"



"Kita juga butuh waktu jalan berdua sayang,namanya apa ya? We time?" Ucap Zahfran yang tak ingin melepaskan pelukannya.ia menautkan wajahnya di atas bahu sang istri dan memberikan beberapa kecupan di sana.



Shafiah merasa terganggu dengan kejahilan tangan suaminya yang saat ini mulai naik ke atas perut. "Mas.."



"Kenapa?"



"Tangan kamu.."


__ADS_1


"Cuma sebentar.."



"Nanti ada yang liat mas."



"Gak ada sayang,anak-anak juga kan lagi mandi."



"Tapi geli tau,nanti masakan aku gak kelar-kelar nih"



"Kenapa mesti gak kelar,aku dengan aktifitas ku,kamu dengan aktifitas mu. iya kan?" Ucapnya dengn senyum penuh kemenangan.



"Tapi...."



"Tapi apa?"



Ucapnya terhenti saat ia merasakan sakit yang teramat sangat di perutnya,tubuhnya seketika lemas tak mampu berdiri,kalau saja saat ini Zahfran tidak ada di sana,mungkin Shafiah akan jatuh bersama wajan di atas kompor. "Sayang kenapa?" Wajah Zahfran berubah panik.



"Mas..sakit." ia merintih kesakitan sambil mencengkram kuat baju suaminya.



Apa yang terjadi dengan kesayangan ku?😟.




Othor kasih yang tegang-tegang ya di Part selanjutnya?


Habis kalau cerita bahagia yang komen,dan yang like tambah dikit,kalau di kasih konflik berat banyak yang like dan komen 🤭.



Jadi kalau gak mau di kasih konflik berat harus apa?



Iya..


Like


Komen (Santun ya)


Vote



Jadi part selanjutnya tergantung respon para reader ya 🤭🙏🙏



maaf Othor banyak maunya.

__ADS_1



Terimaksi 🤗.


__ADS_2